Connect with us

Video

Video: Melirik Kemegahan KRI Bima Suci, Kapal Layar Kebanggaan Bangsa

Published

on

Indoseafarers.comKRI Bima Suci adalah kapal latih bari Taruna/kadet Akademi Angkatan Laut, TNI Angkatan Laut. Kapal ini memiliki tiang tinggi dengan panjang 111,20 meter, lebar 13,65 meter, kedalaman draft 5,95 meter, dan tinggi maksimal tiang layar 49 meter dari permukaan dek atas.

Dibangun di galangan kapal Freire, Spanyol dan diluncurkan pada hari Senin 17 Oktober 2016 sekitar pukul 14.30 waktu setempat atau 20.30 WIB. Proses peluncuran dilakukan oleh Menteri Pertahanan RI Ryamizard ‎Ryacudu yang didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi.

Photo-Peluncuran-KRI-Bima-Suci

Photo Peluncuran KRI Bima Suci

Bima Suci merupakan kapal pengganti kapal legenda KRI Dewaruci yang sudah beroperasi sejak 1953. Bima Suci masuk ke dalam jajaran TNI angkatan laut sebagai kapal layar latih Akademi Angkatan Laut (AAL). Seperti apa kemegahan KRI Bima Suci? Berikut liputan jurnalis KompasTV Dian Silitonga dan juru kamera Riky Sultana.

Saat ini masih aktif berlayar sebagai seorang Nahkoda di kapal Offshore. Dia senang menyalurkan hobinya dalam menulis dan menuangkan ide serta gagasannya bagi banyak orang apalagi jika itu dirasa bermanfaat.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Articles

Dual Fuel Engine, Bagaimana Cara Kerjanya?

Published

on

By

Dual Fuel Engine Wartsila 50DF

IndoseafarersDual fuel engine adalah mesin diesel yang dapat berjalan atau menggunakan dua jenis bahan bakar, yakni bahan bakar gas dan cair (diesel atau solar).

Ketika engine berjalan dalam mode gas atau sedang menggunakan bahan bakar gas, mesin berjalan sesuai dengan siklus Otto atau yang dikenal dengan Otto cycle.

Sedikit membahas, apa itu Siklus Otto? ini adalah siklus ideal untuk mesin torak dengan pengapian-nyala bunga api. Ini adalah siklus termodinamika yang paling umum ditemukan pada mesin mobil. Siklus Otto adalah deskripsi tentang apa yang terjadi pada massa gas karena mengalami perubahan tekanan, suhu, volume, penambahan panas, dan penghilangan panas. 

Balik lagi ke dual fuel engine, kali ini kita akan bahas dual fuel engine milik Wärtsilä, vendor mesin ini telah mengembangkan mesin yang menggunakan bahan bakar ganda sejak tahun 1987. Konsep pertamanya adalah mesin gas-diesel (GD) dengan injeksi gas tekanan tinggi. Kemudian diikuti oleh mesin gas generasi kedua pada awal 1990-an, dan pada tahun yang sama, wartsila juga memperkenalkan mesin gas murni yang menggunakan percikan api atau spark plug (SG) yang menggunakan gas tekanan rendah.


Note: Nonton video diatas yang menjelaskan tentang Dual Fuel Engine sebagai gambaran Anda


Untuk terobosan mesin dual-fuel (DF) baru diperkenalkan oleh Wärtsilä pada tahun 1995, dimana dirancang dengan menggabungkan fleksibilitas dan efisiensi bahan bakar serta menghasilkan daya tinggi dan efisiensi bahan bakar serta ramah terhadap lingkungan. Mesin dual fuel pertama untuk aplikasi di marine adalah Wärtsilä 32DF yang telah beroperasi pada tahun 2003.

Dual fuel engine pada start awal akan menggunakan bahan bakar liquid atau diesel, setelah mesin telah dibebani (memiliki beban) maka switch over atau perpindahan bahan bakar dari diesel ke gas dapa dilakukan tanpa harus atau tanpa ada pengaruhnya terhadap beban mesin ataupun menurunkan beban mesin terlebih dahulu (load reduction).

Dual Fuel Engine Pada Mode Gas (menggunakan bahan bakar gas)

Dalam mode gas ini, mesin akan memanfaatkan proses pembakaran ramping (lean burn). Gas akan dicampur dengan udara masuk (air inlet) sebelum masuk melalui inlet valve ke dalam cylinder atau ruang pembakaran. Setelah campuran gas dan udara tadi masuk kedalam ruang bakar dan setelah tahap kompresi, gas akan dinyalakan/dipicu untuk nyala oleh sejumlah kecil bahan bakar cair (diesel) yang disemprotkan melalui pilot fuel (liquid pilot fuel), sejumlah kecil bahan bakar dari pilot fuel ini disemprotkan dengan tekanan tinggi.

Dual-Fuel-Engine-Pilot-Fuel-Injection

Tekanan pilot fuel hingga 900 bar dimana waktu serta durasinya dikontrol secara elektronik, sistem pilot fuel ini juga terpisah dari line fuel utama dengan koneksi ke mesin yang berbeda.

Proses Dual Fuel Engine

Proses Dual Fuel Engine (Img credit: wartsila.com)

Dual Fuel Engine Pada Mode Backup (menggunakan bahan bakar Diesel)

Mesin dual fuel juga dilengkapi dengan backup fuel system, dimana ini adalah normal proses mesin diesel (seperti biasa). Bahan bakar di pompa menggunakan fuel injection pump dan disemprotkan kedalam cylinder atau ruang bakar melalui Injector (fuel injection valve). Disaat engine berjalan menggunakan bahan bakar gas, proses ini juga berjalan normal secara paralel namun tidak digunakan dan dalam kondisi standby. Sebaliknya, jika engine berjalan pada mode ini maka bahan bakar gas dan pilot fuel tadi juga tidak berfungsi atau tidak digunakan.

Switch over bahan bakar dari Diesel ke Gas

Untuk perpindahan bahan bakar dari diesel ke gas mesin harus sudah dalam keadaan terbeban dan beban harus berada dibawah 80% dari beban maksimum. Perpindahan diesel ke gas ini tidak akan mempengaruhi performa engine dan perpindahan tidak akan mengganggu beban yang dipikul mesin saat ini (perpindahan akan smooth). Jika bahan bakar telah menggunakan gas maka mesin dapat dibebankan hingga 100% tergantung dan sesuai keinginan.

Note: Perlu diketahui bahwa jika mesin sedang berjalan dengan menggunakan bahan bakar gas dan kemudian mesin ada masalah/alarm/sesuatu yang salah maka secara otomatis mesin akan switch over bahan bakar ke diesel (normal proses mesin diesel menggunakan backup system), jika sudah dalam keadaan seperti ini kita tidak dapat switch over bahan bakar kembali ke gas namun mesin harus distop terlebih dahulu untuk mereset system WECS atau electronicnya dan kemudian mulai dari awal hingga switch over kembali ke gas.

Continue Reading

Dalam Negeri

Persyaratan Diklat Pelaut Peningkatan ANT D dan ATT D di BP3IP

Published

on

Persyaratan-Mengikuti-Diklat-Pelaut-ANT-V-ATT-V-di-BP3IP-Jakarta

Indoseafarers.com – Dibawah ini adalah Persyaratan mengikuti diklat Pelaut peningkatan ANT D dan ATT D di BP3IP Jakarta.

Persyaratan Untuk Mengikuti Diklat Pelaut Peningkatan ANT D dan ATT D

  1. Umur minimal 18 Tahun
  2. Surat Keterangan Sehat Mata dan Telinga dari dokter BP3IP (Asli 1 Lembar dan Foto Copy 3 Lembar);
  3. Buku Pelaut (fotocopy 2 lembar)
  4. Surat Keterangan Masa Layar (asli 1 Lembar fotocopy 3 lembar)
    1. Diklat Pelaut D Nautika : 6 bulan di kapal niaga
    2. DDiklat Pelaut D Teknika : 6 Bulan di kapal
  5. Ijazah Umum : SMA/SMP Sederajat  (fotocopy legalisir rangkap 4)
  6. Sertifikat Proficiency (fotocopy rangkap 4)
    1. Diklat Pelaut D Nautika : BST
    2. Diklat Pelaut D Teknika: BST

Note: Untuk Update Persyaratan dan Biaya Diklat bisa lihat langsung di situs resmi BP3IP disini.

Continue Reading

Featured

Persyaratan Diklat Pelaut ANT V dan ATT V di BP3IP

Published

on

Persyaratan-Mengikuti-Diklat-Pelaut-ANT-V-ATT-V-di-BP3IP-Jakarta

Indoseafarers.com – Dibawah ini adalah Persyaratan mengikuti diklat Pelaut ANT V dan ATT V di BP3IP Jakarta.

Persyaratan Untuk Mengikuti Diklat Pelaut ANT V

  1. Fotocopy ijazah STCW 1978 Amandemen 2010 yang  di legalisir asli (3 lembar)
  2. Fotocopy ijazah versi STCW 1978 Amandemen 1995 ANT-Dasar yang telah dilegalisir minimal 1 tahun sebelumnya (3 lembar)
  3. Fotocopy Sertifikat Pendidikan dan Pelatihan Kepelautan (SPPK) sesuai sertifikat yang dimiliki ( 3 lembar).
  4. Surat kenal lahir / Akte Kelahiran (1 lembar)
  5. KTP atau tanda bukti diri lainnya yang sah ( 1 lembar)
  6. Memiliki masa layar yang diakui tidak kurang dari 24 bulan sebagai AB dek (Able Seafarer Deck/ABD) di kapal dengan ukuran GT.500 atau lebih (asli & foto copy 2 lembar)
  7. Memiliki surat keterangan bebas narkoba dari dokter
  8. Foto copy ijasah umum minimal SLTP/SLTA (3 lembar)
  9. Surat keterangan sehat mata dan telinga  oleh dokter yang ditunjuk BP3IP serta melampirkan pas photo ukuran 4×6 sebanyak (2 lembar)
  10. Berbadan sehat dengan surat keterangan kesehatan dari dokter (di BP3IP).
  11. Bagi calon peserta yang berasal dari pegawai pemerintah (PNS,TNI,POLRI,BUMN) wajib menyerahkan surat ijin belajar dari instasi masing-masing. ( 3 lembar)
  12. Foto Copy  sertifikat ketrampilan pelaut  (masing-masing 3 lembar)
  13. Melampirkan print out data pribadi dari www.pelaut.dephub.go.id
  14. Menunjukan semua dokumen asli kepelautan dan umum pada saat wawancara.
  15. Sertifikat Profisiensi : BST , SCRB , A F F , MFA , S.A .

Durasi Diklat selama 4 bulan

  • Biaya Formulir Rp. 150.000,-
  • Biaya Kesehatan Rp. 230.000,-
  • Biaya Diklat Rp. 10.800.000,-

Note: Untuk Update Persyaratan dan Biaya Diklat bisa lihat langsung di situs resmi BP3IP disini.

Persyaratan Untuk Mengikuti Diklat Pelaut ATT V

  1. Fotocopy ijazah STCW 1978 Amandemen 2010 yang  di legalisir asli (3 lembar)
  2. Fotocopy ijazah versi STCW 1978 AMK-PT yang telah dilegalisir minimal1 tahun sebelumnya (3 lembar)
  3. Fotocopy ijazah versi STCW 1978 Amandemen 1995 ATT- Dasar yang telah dilegalisir minimal 1 tahun sebelumnya (3 lembar)
  4. Fotocopy Sertifikat Pendidikan dan Pelatihan Kepelautan (SPPK) sesuai sertifikat yang dimiliki ( 3 lembar).
  5. Surat kenal lahir / Akte Kelahiran (1 lembar)
  6. KTP atau tanda bukti diri lainnya yang sah ( 1 lembar)
  7. Masa layar yang diakui tidak kurang dari 24 bulan sebagai AB mesin (Able Seafarer Engine) di kapal dengan mesin penggerak utama 750 KW atau lebih; ( asli & copy 2 lembar)
  8. Memiliki surat keterangan bebas narkoba dari dokter
  9. Foto copy ijasah umum minimal SLTP/SLTA (3 lembar)
  10. Surat keterangan sehat mata dan telinga  oleh dokter yang ditunjuk BP3IP serta melampirkan pas photo ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar.
  11. Berbadan sehat dengan surat keterangan kesehatan dari dokter (di BP3IP).
  12. Bagi calon peserta yang berasal dari pegawai pemerintah (PNS,TNI,POLRI,BUMN) wajib menyerahkan surat ijin belajar dari instasi masing-masing. ( 3 lembar)
  13. Foto Copy  sertifikat ketrampilan pelaut  (masing-masing 3 lembar)
  14. Melampirkan print out data pribadi dari www.pelaut.dephub.go.id
  15. Menunjukan semua dokumen asli kepelautan dan umum pada saat wawancara.
  16. Sertifikat Profisiensi : BST , SCRB , A F F , MEFA , AS .

Durasi Diklat selama 4 bulan

  • Biaya Formulir Rp. 150.000,-
  • Biaya Kesehatan Rp. 230.000,-
  • Biaya Diklat Rp. 10.800.000,-

Note: Untuk Update Persyaratan dan Biaya Diklat bisa lihat langsung di situs resmi BP3IP disini.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Offshore News

Offshore Vessel

Featured News