Connect with us

OSVs

Total 104 Kapal Bourbon Kini Dalam Kondisi Layup

Published

on

Total 104 Kapal Bourbon layup

Indoseafarers.com – Tambahan 19 kapal Bourbon Offshore layup pada kuartal terakhir 2016. Total kapal Bourbon offshore yang saat ini masih dalam kondisi layup sebanyak 104 kapal terhitung selama hasil kuartal terakhir 2016.

104 total kapal yang dalam posisi layup adalah 73 kapal yang biasa digunakan untuk suport shallow water (laut dangkal), 27 kapal deep water (laut dalam) dan 4 subsea vessel.

Terbanyak adalah kapal untuk menyuport laut dangkal (Shallow Water) yakni sebanyak 14 kapal yang layup pada masa memasuki kuartal terakhir. Perusahaan mengungkapkan bahwa banyaknya kapal serta tambahan kapal dalam posisi layup karena efek dari sepinya permintaan pasar terhadap kapal-kapal support offshore, drilling baru ataupun maintenance yang berefek pada semua region, terutama pada pasar Afrika barat dan Asia. Namun pada kuartal terakhir, ada 2 Subsea Vessel yang berhasil mendapat charteran.

CEO Bourbon, Jacques De Chateauvieux mengatakan “Kenaikan harga minyak dan adanya kesepakatan batasan produksi minyak diharapkan dapat berefek positif pada investasi perusahaan minyak. Namun adanya aktivitas efek antisipasi akan terlambat pada waktunya”

Jacques De Chateauvieux menambahkan bahwa perusahaan tidak tinggal diam dengan keadaan saat ini dan sedang bekerja untuk mencari solusi dan inovasi lain untuk memenuhi ekspetasi pencharter untuk beradaptasi dengan harga minyak yang saat ini masih dibawah $60 per barel.

Pendapatan Bourbon seperti yang dilansir di situs resminya sebesar €244.4 million, turun sekitar 5.7% jika dibandingkan dengan kuartal yang sama pada tahun lalu.

Dia hanyalah seorang Pelaut yang juga masih aktif berlayar hingga saat ini. Hobinya yang gemar menulis dan membaca berita-berita terbaru, terupdate serta terhangat seputar Pelaut membuatnya memiliki ide untuk membuat situs ini bersama beberapa temannya.

By Company

Tingkat Utilisasi Kapal Wintermar Offshore Naik Menjadi 65% Pada Akhir Juli 2018

Published

on

Grafik-Utilisasi-Kapal-Wintermar-Offshore

Indoseafarers.comPublic Expose Update tertanggal 28th August 2018 dari situs resmi PT. Wintermar Offshore Marine Tbk melaporkan bahwa tingkat utilisasi kapal Wintermar Offshore kembali naik menjadi 65% pada akhir Juli didukung oleh tingkat utilisasi Kapal High Tier yang mencapai 90%, sementara tambahan kontrak baru telah mendorong nilai kontrak yang dimiliki menjadi US$77juta pada akhir Juli dari US$69 juta pada akhir Juni 2018.

Sejak kuartal kedua 2018, telah lebih banyak kontrak dimulai, yang mendongkrak tingkat utilisasi armada, khususnya Mid dan High Tier. Rata-rata utilisasi armada hingga July 2018 tercatat 65%, dibandingkan 64% yang dicapai pada akhir kuartal kedua 2018.

Beberapa perpanjangan kontrak untuk satu atau dua tahun kedepan telah dilakukan pada bulan Juli, sementara ada juga beberapa tambahan kontrak baru yang didapat sehingga meningkatkan jumlah kontrak yang dimiliki menjadi sebesar US$77juta pada akhir Juli 2018 dibandingkan US$69juta pada akhir bulan sebelumnya.

Grafik-Kontrak-Kapal-Wintermar-Offshore

Grafik Kontrak Kapal Wintermar Offshore

Strategi Perusahaan dalam menurunkan tingkat hutang, mendorong rasio pembiayaan bersih ke level 34% pada akhir Juli 2018 dibandingkan 50% pada awal tahun. Hal ini akan memperbaiki arus kas perusahaan dimasa mendatang dan memberi Perusahaan keleluasaan dalam membuat keputusan strategis.

Prospek Industri “Offshore Support Vessels (OSV)”

Secara global, saat ini terdapat lebih banyak proyek hulu migas yang telah dimulai. Harga minyak tetap kuat dikarenakan kekhawatiran perang dagang antara China dan Amerika Serikat sebagaimana isu-isu politik membatasi pasokan dari Venezuela dan Iran. Tarif sewa kapal di Laut Utara telah mulai menguat.

Di Asia, sudah ada perbaikan berkelanjutan pada utilisasi Rig yang ditunjukkan pada grafik dibawah. Namun, dikarenakan masih banyaknya kapasitas tersedia yang ditawarkan oleh Armada Lepas Pantai Asia, tetapi tarif sewa masih tetap lebih rendah dari yang diharapkan, walaupun titik terendah telah terlewati.

Di Indonesia, terjadi penundaan sampai akhir tahun 2018 dari beberapa kontrak jangka waktu lebih panjang yang sebelumnya diharapkan mulai di awal tahun ini. Ketika proyek-proyek ini dimulai pada awal tahun depan, kondisi penawaran yang berlebih akan berbalik, sehingga optimisme meningkatnya tarif sewa dapat terwujud tahun depan.

Prospek Industri “Offshore Support Vessels (OSV)”

Grafik-Prospek-Kapal-OSV-di-Asia

Grafik Prospek Kapal OSV di Asia

Continue Reading

Offshore

Pangsa Pasar Offshore Support Vessel (OSV) Diperkirakan Terus Naik Hingga 2023

Published

on

By

Kapal Offshore Support Vessel (OSV)

Indoseafarers.com – Menurut laporan terbaru yang diterbitkan oleh MarketsandMarkets, pasar kapal dukungan lepas pantai atau Offshore Support Vessel (OSV) diperkirakan akan tumbuh dari sekitar USD 20,06 Miliar pada 2018 menjadi USD 25,66 Miliar di tahun 2023.

Dalam laporan MarketsandMarkets, kegiatan lepas pantai yang saat ini sedang berlangsung di seluruh wilayah AS, China, Brasil, dan Laut Utara akan membantu pasar untuk memperluas CAGR sebesar 5,04 persen selama periode perkiraan tadi. Investasi eksplorasi dan produksi lepas pantai di Timur Tengah dan kawasan Asia Pasifik juga diharapkan memainkan peran penting dalam pertumbuhan pangsa pasar yang diperkirakan.

Segmen kapal AHTS diperkirakan memiliki pangsa pasar terbesar pada tahun 2018

Segmen kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) diperkirakan memiliki pangsa pasar terbesar di tahun 2018 ini, sementara segmen MPSV diproyeksikan tumbuh pada laju tercepat di antara semua jenis kapal.

Kapal AHTS adalah kapal Penarik, peletakan jangkar, pendukung tongkang, pendukung FPSO, memindah posisi anjungan pengeboran yang bergerak, mengangkut pasokan dan mendukung kegiatan pengeboran. Kapal ini juga bertugas sebagai kapal darurat siaga dan memiliki kemampuan sebagai pemadam kebakaran. Dengan fungsi multi purpose ini menjadikannya memiliki segmen terbesar dari kapal pendukung offshore lainnya. Permintaan penyewaan atau penggunaan kapal untuk aktivitas seperti pengeboran lepas pantai diproyeksikan akan pulih secara perlahan khususnya di laut dalam. Hal tentu karena harga minyak yang semakin stabil, dengan demikian akan dapat membantu pasar kapal AHTS.

Segmen Shallow Water (Laut Dangkal) adalah pasar yang tumbuh paling cepat dan diproyeksikan akan mendominasi.

Penggunaan OSV dalam proyek shallow water diperkirakan akan memimpin pasar, baik dalam hal nilai pasar dan juga pertumbuhannya. OSV diperkirakan akan banyak digunakan pada cekungan air dangkal (Shallow Water Basins) di Asia-Pasifik, Eropa dan Amerika Utara, ini akan memainkan peran utama dalam menggerakkan pasar OSV. Asia Pasifik diperkirakan menjadi pasar terbesar jika dilihat berdasarkan nilai penggunaan kapal OSV di tahun 2018, dan sebagian besarnya diperkirakan akan berada di negara Cina.

Upaya OPEC dalam menstabilkan harga minyak dinilai cukup berhasil, harga minyak saat ini dinilai cukup stabil dan masih berada diatas level $60. Operator minyak dan gas meningkatkan eksplorasi dan pengeluaran produksi di pasar luar negeri Cina, dengan alokasi belanja modal diperkirakan akan terus berlanjut. Pasar untuk OSV di Amerika Utara dan kawasan Timur Tengah juga diperkirakan akan tumbuh selama periode proyeksi karena fokus yang berkembang pada pengembangan cadangan lepas pantai untuk menggantikan bidang darat yang sudah waktunya.

Laporan yang diterbitkan oleh marketsandmarkets berdasarkan pengamatan penggunaan kapal dari pemain top di pasar dukungan lepas pantai (Offshore) seperti: Bourbon SA (Prancis), Seacor Marine (AS), Swire Group (Inggris), Tidewater (AS), Gulfmark Offshore (AS), Havila Shipping (Norwegia), Hornbeck Offshore (AS), The Maersk Group (Denmark) , Siem Offshore (Norwegia), Solstad Offshore (Norwegia), Vroon Group (Belanda), Edison Chouset Offshore (AS), Harvey Gulf International Marine (AS), dan Island Offshore Management AS (Norwegia).

Continue Reading

By Company

Miclyn Express Offshore (MEO) Dapat 2 Tahun Kontrak Untuk Kapal Mermaid Nusantara

Published

on

Miclyn-Express-Offshore-Mermaid-Nusantara
Miclyn Express Offshore (MEO) Dapat 2 Tahun Kontrak Untuk Kapal Mermaid Nusantara

Indoseafarers.comMiclyn Express Offshore (MEO) mengumumkan bahwa perusahaan telah mencapai kesepakatan bersama Shelf Subsea (Shelf) untuk charter kapal DP/ Subsea Fleet Mermaid Nusantara. Kapal Pendukung Dive berbendera Indonesia.

Berdasarkan informasi di situs resmi Miclyn Express Offshore (MEO) Mermaid Nusantara akan di charter selama 2 tahun dengan opsi diperpanjang.

Shelf mengontrak Nusantara untuk menyediakan layanan Diving dan Remotely Operation Vehicle (ROV) terpadu kepada klien yang ada di seluruh Asia Pasifik.

“Kami memulai ekspansi kami ke Asia pada 2016 dan dengan senang hati menjamin Nusantara untuk membantu kami memperluas jangkauan dan penawaran layanan kami,” kata Ketua Shelf, John Edwards. ” Dia (Mermaid Nusantara) adalah kapal yang telah mengembangkan rekam jejak yang hebat di seluruh wilayah dan kami memiliki kepercayaan untuk melanjutkan operasinya yang sukses dalam kemitraan dengan tim MEO”.

“Nusantara telah mendapat permintaan tinggi dalam beberapa tahun terakhir, kapal ini telah bekerja untuk beberapa Perusahaan Minyak dan Kontraktor Tier 1 di seluruh Asia,” kata Adam Clayton, Kepala Unit Bisnis MEO. “Dia adalah spesifikasi sempurna untuk proyek mid water IRM di Asia dan kami sangat senang telah mencapai kesepakatan dengan mitra baru kami.”

Mermaid Nusantara adalah kapal pendukung subsea dengan Length Overall (LOA) 79,8 meter, DP2 dengan Electric Driven Voith Schneider Propellers, dibangun dengan 15 men Saturation Diving System with SPHL, 3 men Diving Bell (Through Moonpool), helideck dan 700m2 clear deck area. Kapal tersebut akan dilengkapi dengan 2 ROV selama dalam masa kontrak.

Berikut sedikit data dari Mermaid Nusantara

PRINCIPAL PARTICULARS

  • Year Built 2010
  • Place Built Drydocks World, Singapore
  • Design Conan Wu & Associates, Singapore
  • Flag Indoensia, Batam
  • Length Overall 79.80 m
  • Length BP 79.48 m
  • Breadth Moulded 20.40 m
  • Depth Moulded 8.00 m
  • Draft (max) 5.60 m GENERAL
  • Freeboard (SLL) 2400 mm

DP SYSTEM

  • DP2, Converteam DPS-2 , 2 DGPS, Sonardyne USBL, Taut Wire 500 m
  • Depth, Fanbeam, 3 Anemometers, 2 Motions Sensors, Independent
  • Joystick System

DIVING & ROV SYSTEMS

  • Diving System: 15 men Saturation Diving System with SPHL, 3 men Diving Bell (Through Moonpool)
  • Below Decks HeO2 Storage: 39 Kelly Tubes x 200 Bar, approx. 17000 m³, On Deck O2 Storage
  • Gas Reclaim Systems: DGRS and Chamber Gas
  • Air Diving System: Dual LARS, Air DDC
  • Work Class or Other ROV: Optional, install as required
  • SPHL: 1 x 15 Divers, 4 Crew, Flyaway pack
  • Helideck Details: 12.8 T, 22 m, Ready for SIKORSKY 78/Super Puma

Data lengkap Mermaid Nusantara dapat dilihat disini

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Offshore News

Offshore Vessel

Featured News