Connect with us

Offshore

Tipe-Tipe Kapal Offshore

Published

on

Indoseafarers.com – Segmen kapal lepas pantai (kapal offshore) selama beberapa dekade terakhir cukup meningkat signifikan karena eksplorasi di laut-laut dalam (deep water) dibanding sebelumnya.

Kali ini kita akan coba membahas tipe kapal offshore yang paling umum atau paling sering digunakan untuk melayani kegiatan lepas pantai seperti eksplorasi minyak, konstruksi lepas pantai, eskavasi (penggalian), pengeboran (drill), mendukung aktivitas penyelam serta kegiatan-kegiatan offshore lainnya.

Beberapa jenis dan tipe utama kapal offshore adalah: Anchor Handling Tug Supply (AHTS), Platform Supply Vessel (PSV), Drill Ship, kapal Pipe-laying dan beberapa jenis tipe kapal offshore lainnya. Kapal-kapal ini secara spesial di desain khusus sesuai kebutuhannya untuk mendukung aktivitas kegiatan lepas pantai tadi, panjang kapal-kapal tersebut berkisar antara 50 – 100 meter atau bahkan lebih.

Terlepas dari beberapa tipe kapal offshore yang umum ada juga jenis kapal lepas pantai ini yang memiliki karakteristik yang sangat spesifik. Dibawah ini adalah tipe-tipe kapal offshore:

  • AHT (Anchor, Handling Tug)
  • AHTS (Anchor, Handling, Tug & Supply)
  • Drill Ship
  • PSV (platform supply vessel)
  • Fire Fighting Vessel
  • Safety Stand by Vessel
  • Pipe-laying Vessel
  • ROV-Support Vessel (Remotely Operated underwater Vehicle)
  • Seismic Vessel
  • Diving Support Vessel
  • FPSO (Floating Production Storage & offtake)
  • FSO (Floating Storage & offtake)
  • Oil Well Production Test Vessel
  • Oil Well Stimulation Vessel

Dari jenis kapal offshore yang disebutkan diatas, kapal-kapal ini dapat dikelompokkan dalam empat kategori utama antara lain:

  1. Kapal Eksplorasi minyak dan drill (Oil Exploration and Drilling Vessels).
  2. Kapal pendukung.
  3. Kapal produksi.
  4. Kapal konstruksi (Special Purpose Vessels).

1. Kapal Eksplorasi dan Drill

Sesuai namanya, tugas dari jenis kapal ini adalah membantu dalam kegiatan eksplorasi dan pengeboran minyak di laut lepas. Jenis kapal ini adalah sebagai berikut:

  • Jack Up Vessels
  • Drill ship
  • Semi-submersible Vessels
  • Offshore Barge
  • Platform terapung
  • Tenders

2. Kapal Pendukung (Support Vessel)

Kapal pendukung ini bertugas untuk mengantar atau menjemput tenaga kerja (man power) yang dibutuhkan selama proses operasional di lepas pantai, membawa komponen-komponen atau bahan-bahan yang diperlukan ke rig (bahan konstruksi etc), mengembalikan bahan dan alat yang sudah tidak digunakan kembali ke base, membawa pasokan semen, barite, mengambil lumpur hasil dari aktivitas pengeboran dan lain sebagainya. Jenis kapal pendukung offshore seperti dibawah ini:

  • Anchor Handling Tug Supply (AHTS)
  • Anchor Handling Tug (AHT)
  • Platform Supply Vessels (PSV)
  • Accommodation Ships

3. Kapal Produksi (Offshore Production Vessel)

Kapal produksi offshore adalah kapal yang membantu dalam proses produksi di unit pengeboran lepas pantai, mereka berfungsi sebagai penampung, penyimpanan ataupun pembongkaran atau biasa yang kita tahu sebagai FPSOs (Floating, Production, Storage and Offloading). Tipe kapal ini adalah:

  • Single Point Anchor Reservoir (SPAR) platform
  • Floating Production Storage and Offloading (FPSO)
  • Tension Leg Platform (TLP)
  • Shuttle Tankers

4. Kapal Konstruksi (Offshore Construction Vessel)

Jenis kapal offshore ini adalah kapal-kapal yang membantu dalam proses pembangunan berbagai struktur laut lepas pantai. Kapal offshore tipe ini menyediakan bantuan penjangkaran, penentuan posisi kabel dan jalur pipa bawah air. Tipe kapal offshore ini adalah:

  • Kapal Diving (Diving Support Vessel)
  • Kapal Crane (Crane Vessel)
  • Pipe Laying Vessel

Dia hanyalah seorang Pelaut yang juga masih aktif berlayar hingga saat ini. Hobinya yang gemar menulis dan membaca berita-berita terbaru, terupdate serta terhangat seputar Pelaut membuatnya memiliki ide untuk membuat situs ini bersama beberapa temannya.

Breaking News

Satu Pekerja Eni Tewas Kecelakaan di Rig

Published

on

By

Barbara-F-Platform

Indoseafarers.com – Kantor berita Italia ANSA melaporkan pada hari Selasa (05/03/2019) bahwa satu orang pekerja tewas dan dua lainnya luka-luka setelah kecelakaan di rig Barbara F yang dikelola Eni sekitar 30 mil di lepas pantai Ancona, Italia.

Menurut sumber dan rekonstuksi awal peristiwa bahwa sebagian konstruksi Rig Barbara F runtuh dan jatuh ke laut. Konstruksi yang jatuh terdapat crane yang biasa digunakan di atas Rig bersama dengan crane operatornya yang masih berada di dalam ruang kemudi crane.

Pekerja Eni yang tewas (Crane operator) berusia 63 tahun ditemukan oleh penyelam di kedalaman sekitar 70 meter bersama bagian konstruksi platform yang jatuh tadi sehari setelah kejadian (Rabu 06/03/2019).

Bagian Rig yang runtuh juga mengenai dua orang yang berada di bawah rig yakni yang berada di kapal support Rig, namun menurut sumber keduanya dalam kondisi tidak kritis.

Insiden robohnya bagian konstruksi rig ini terjadi saat kegiatan pembongkaran bagian-bagian Rig Barbara F untuk di pindahkan/di angkut ke kapal offshore untuk di transer ke darat.

Penyebab insiden dan fakta-fakta di lapangan yang ada masih dalam tahap penyelidikan.

Continue Reading

Offshore

Agent Kapal di Samarinda Unjuk Rasa Tuntut Pelayanan Prima KSOP

Published

on

agent-kapal-menggelar-unjuk-rasa

Indoseafarers.com – Ratusan Agen kapal di Samarinda menilai  pelayanan yang diberikan oleh petugas Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas II Kota Samarinda mengalami penurunan, akibatnya keberangkatan kapal yang ditangani mereka banyak yang mengalami keterlambatan.

Para Agen menggelar unjuk rasa di halaman KSOP Klas II Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (28/2/2019).

Selain menggelar orasi, massa juga memasang spanduk tepat di pintu masuk kantor pelayanan publik KSOP.

Korlap aksi, Muchtar, Kamis (28/2/2019) mengungkapkan  “Ini bentuk keresahan dan kekecewaan kami, karena pelayanan yang tidak maksimal. Kita ngurus berkas perizinan pagi, keluarnya bisa sampai malam,”

Namun Muchtar mengakui bahwa kendati demikian, tidak ada kerugian material yang diderita oleh pihaknya maupun agent kapal lainnya.

“Kerugian material memang tidak ada, tapi kita kehabisan waktu untuk hanya untuk mengurus berkas perizinan. Kita menuntut pelayanannya saja,” tegasnya.

Capt Dwi Yanto selaku Kepala KSOP Klas II Samarinda menjelaskan bahwa aksi yang dilakukan oleh agent kapal terkait dengan pelayanan.

“Masalah pelayanan, memang agak tersendat karena ada beberapa instansi yang dikumpulkan oleh KPK, jadi kita harus berbenah. Sekarang antara instansi dengan yang lain harus saling terhubung,” jelasnya.

“Dulu memang tidak ada masalah, karena tidak dibenahi. Tapi tidak apa-apa, akan kita benahi ini,” sambungnya.

Dia mengaku tidak masalah jika KPK datang ke KSOP, pasalnya pihaknya telah melakukan pembenahan sistem pelayanan.

“Tidak apa-apa KPK kesini, karena kita sudah berbenah. Saat ini tinggal pertukaran data saja, jadi harus saling ngelink antar instansi,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Kaltim

Continue Reading

Dalam Negeri

Kini 10% Saham Blok ONWJ Resmi Beralih ke BUMD Jabar

Published

on

PHE-ONWY-Zulu_FIeld

Indoseafarers.com, JakartaPT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) telah menandatangani Perjanjian Pengalihan dan Pengelolaan 10% Participating Interest (PI) pada Wilayah Kerja Offshore North West Java (ONWJ) dengan PT Migas Hulu Jabar ONWJ (MUJ ONWJ).

Penandatanganan addendum perjanjian pengalihan PI 10% WK ONWJ yang dilakukan pada Rabu (6/2) merupakan tindak lanjut dari penandatanganan perjanjian pengalihan dan pengelolaa PI 10% yang dilaksanakan di Bandung, 19 Desember 2017 lalu.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H. Samsu menegaskan penandatanganan itu merupakan komitmen bersama untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan.

“Tujuan akhirnya adalah kemitraan yang sustainable antara industri dengan daerah. Pertamina, khususnya PHE sangat mengapresiasi proses ini agar dapat berjalan dengan baik. Kami berharap mendapat dukungan dari semua pihak, khususnya mitra dari daerah sebagai salah satu sistem pendukung. Dengan adanya kemitraan-kemitraan ini, semoga bisa bersinergi dan menjadi opportunity di lapangan sekaligus sebagai upaya memajukan perusahaan,” katanya, dalam keterangan resmi, Rabu (6/2).

Sementara itu Direktur Utama PHE, Meidawati mengatakan, dalam kegiatan pengelolaan seluruh wilayah kerja yang menjadi tanggung jawab PHE.

“Kami selalu menjalankan peraturan-peraturan sesuai dengan GCG termasuk di antaranya Permen ESDM 37/2016. PHE ONWJ mendukung penuh penyertaan Participating Interest 10% kepada pemerintah daerah. Penandatanganan addendum ini diharapkan menjadi awal baik untuk bersama-sama memajukan industri migas di Jawa Barat dan DKI Jakarta guna mendukung kebutuhan energi nasional dan kebutuhan pelaku industri,” ujarnya.

Adapun, produksi minyak dan gas bumi PHE ONWJ disalurkan seluruhnya untuk kebutuhan strategis nasional seperti BBM, pembangkit listrik dan bahan baku pembuatan pupuk.

Keterlibatan BUMD MUJ ONWJ juga merupakan partisipasi pertama dalam PSC Gross Split.

Dengan pengalihan PI ini, sinergi antara PHE ONWJ dengan MUJ ONWJ serta Pemerintah Daerah Jawa Barat dan DKI Jakarta diharapkan dapat memperlancar kegiatan operasi di Blok ONWJ.

Untuk diketahui, penandatanganan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PHE ONWJ, Meidawati dan Direktur Utama MUJ ONWJ, Ryan Alfian Noor dan disaksikan oleh Direktur Hulu PT Pertamina (Persero), Dharmawan H. Samsu dan Plt. Kepala Dinas ESDM Jawa Barat, Dr. Ir. H. Yerry Yanuar, MM.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Biro Investasi dan BUMD Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, Tim Akselerasi Pembangunan Jawa Barat, Ferdiman A P Bariguna, BPBUMD DKI Jakarta, diwakili Budi Purnama, Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta, diwakili oleh Nur Awal, Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PT Migas Hulu Jabar, PT Jakarta Propertindo, PT Bumi Bangun Wibawa Mukti, PT Petrogas Persada Karawang, PT Subang Sejahtera, dan PT Bumi Wiralodra Indramayu, selaku Pemegang Saham PT Migas Hulu Jabar ONWJ.

Hadir pula jajaran Dewan Komisaris dan Direksi MUJ ONWJ, serta Manajemen Dit Hulu Pertamina dan PHE serta PHE ONWJ. Acara penandatanganan tersebut dilakukan di Kantor Pusat PT Pertamina (Persero), Jakarta.

Source: Bisnis.com

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Offshore News

Offshore Vessel

Featured News