Connect with us

Offshore Company

TechnipFMC Menang Kontrak EPCIC di Sabah, Malaysia

Published

on

technipfmc
TechnipFMC Menang Kontrak EPCIC di Sabah, Malaysia

Indoseafarers.com – TechnipFMC (NYSE: FTI) dan (PARIS: FTI) menang kontraksubsea oleh Murphy Sabah Oil untuk Proyek Pengembangan Gas Tahap 1A Blok H. Proyek ini nantinya akan berlokasi di lepas pantai Sabah, Malaysia, pada kedalaman air sekitar 1.300 meter.

Kontrak akan mencakup Engineering, Pengadaan, Konstruksi, Instalasi dan Commissioning (Engineering, Procurement, Construction, Installation and Commissioning – EPCIC) dari umbilicals, riser dan flowlines serta transportasi dan pemasangan perangkat keras (hardware) subsea dan kontrolnya.

Hallvard Hasselknippe, Presiden proyek Subsea TechnipFMC berkomentar: “Kami senang bisa mendapatkan kontrak ini dari Murphy Sabah Oil dimana kami diberi kesempatan untuk menunjukkan kekuatan dan kemampuan deepwater kami di Malaysia.”

Untuk diketahui bahwa order proyek ini oleh TechnipFMC telah dibukukan dalam hasil kuartal kedua perusahaan.

Tentang TechnipFMC

TechnipFMC adalah salah satu perusahaan lepas pantai yang merupakan pemimpin global di subsea, onshore/offshore, dan surface projects. Dengan teknologi dan sistem produksi eksklusif yang dimiliki oleh perusahaan, keahlian terpadu, serta solusi menyeluruh, Technip dapat mengubah proyek klien menjadi lebih ekonomis.

Perusahaan ini secara unik dapat memposisikan keberadaannya untuk dapat memberikan efisiensi yang lebih besar sepanjang siklus proyek berjalan dan seterusnya. Melalui teknologi inovatif dan peningkatan efisiensi yang ditawarkan kepada klien, perusahaan ini mampu membuka kemungkinan mendapat proyek baru bagi klien dan juga klien-klien lain dalam mengembangkan sumber daya minyak dan gas mereka.

Perusahaan ini memiliki lebih dari 40.000 karyawan dimana setiap karyawan memiliki komitmen yang mantap kepada klien serta budaya inovasi yang terarah, konvensi industri yang menantang, dan memikirkan bagaimana hasil terbaik dapat dicapai.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang perusahaan ini dan bagaimana mereka dapat meningkatkan kinerja industri energi dunia, Anda dapat kunjungi situs resmi Technip di TechnipFMC.com atau ikuti mereka di Twitter @TechnipFMC.

Dia hanyalah seorang Pelaut yang juga masih aktif berlayar hingga saat ini. Hobinya yang gemar menulis dan membaca berita-berita terbaru, terupdate serta terhangat seputar Pelaut membuatnya memiliki ide untuk membuat situs ini bersama beberapa temannya.

By Company

Tingkat Utilisasi Kapal Wintermar Offshore Naik Menjadi 65% Pada Akhir Juli 2018

Published

on

Grafik-Utilisasi-Kapal-Wintermar-Offshore

Indoseafarers.comPublic Expose Update tertanggal 28th August 2018 dari situs resmi PT. Wintermar Offshore Marine Tbk melaporkan bahwa tingkat utilisasi kapal Wintermar Offshore kembali naik menjadi 65% pada akhir Juli didukung oleh tingkat utilisasi Kapal High Tier yang mencapai 90%, sementara tambahan kontrak baru telah mendorong nilai kontrak yang dimiliki menjadi US$77juta pada akhir Juli dari US$69 juta pada akhir Juni 2018.

Sejak kuartal kedua 2018, telah lebih banyak kontrak dimulai, yang mendongkrak tingkat utilisasi armada, khususnya Mid dan High Tier. Rata-rata utilisasi armada hingga July 2018 tercatat 65%, dibandingkan 64% yang dicapai pada akhir kuartal kedua 2018.

Beberapa perpanjangan kontrak untuk satu atau dua tahun kedepan telah dilakukan pada bulan Juli, sementara ada juga beberapa tambahan kontrak baru yang didapat sehingga meningkatkan jumlah kontrak yang dimiliki menjadi sebesar US$77juta pada akhir Juli 2018 dibandingkan US$69juta pada akhir bulan sebelumnya.

Grafik-Kontrak-Kapal-Wintermar-Offshore

Grafik Kontrak Kapal Wintermar Offshore

Strategi Perusahaan dalam menurunkan tingkat hutang, mendorong rasio pembiayaan bersih ke level 34% pada akhir Juli 2018 dibandingkan 50% pada awal tahun. Hal ini akan memperbaiki arus kas perusahaan dimasa mendatang dan memberi Perusahaan keleluasaan dalam membuat keputusan strategis.

Prospek Industri “Offshore Support Vessels (OSV)”

Secara global, saat ini terdapat lebih banyak proyek hulu migas yang telah dimulai. Harga minyak tetap kuat dikarenakan kekhawatiran perang dagang antara China dan Amerika Serikat sebagaimana isu-isu politik membatasi pasokan dari Venezuela dan Iran. Tarif sewa kapal di Laut Utara telah mulai menguat.

Di Asia, sudah ada perbaikan berkelanjutan pada utilisasi Rig yang ditunjukkan pada grafik dibawah. Namun, dikarenakan masih banyaknya kapasitas tersedia yang ditawarkan oleh Armada Lepas Pantai Asia, tetapi tarif sewa masih tetap lebih rendah dari yang diharapkan, walaupun titik terendah telah terlewati.

Di Indonesia, terjadi penundaan sampai akhir tahun 2018 dari beberapa kontrak jangka waktu lebih panjang yang sebelumnya diharapkan mulai di awal tahun ini. Ketika proyek-proyek ini dimulai pada awal tahun depan, kondisi penawaran yang berlebih akan berbalik, sehingga optimisme meningkatnya tarif sewa dapat terwujud tahun depan.

Prospek Industri “Offshore Support Vessels (OSV)”

Grafik-Prospek-Kapal-OSV-di-Asia

Grafik Prospek Kapal OSV di Asia

Continue Reading

By Company

Vallianz Holdings Limited Melihat Profit Perusahaan Terus Naik

Published

on

Vallianz-Holdings-Limited-Profit

Indoseafarer.com – Pendapatan bersih atau profit perusahaan offshore Vallianz holdings Limited pada kuartal kedua yang berakhir pada 30 September 2017 naik menjadi 5.3 juta US Dolar dari sebelumnya pada kuartal yang sama di tahun 2016 hanya 0.9 juta US Dolar.

Kenaikan profit Vallianz menurut CEO perusahaan, Ling Yong Wah, profit ini merupakan kenaikan yang sangat signifikan dimana sebelumnya perusahaan sempat goyah akibat pengaruh harga minyak dunia rendah.

Press Release resmi Vallianz tentang pendapatan bersih perusahaan dapat dilihat disini: http://vallianz.listedcompany.com/newsroom/20171106_192946_NULL_P3TMN7UNMYFQ5R33.1.pdf

Profit Vallianz Holdings Limited

Profit Vallianz Holdings Limited

Meskipun utilisasi kapal rendah selain kapal yang sedang beroperasi di wilayah Timur Tengah, namun kapal lain yang sedang beroperasi di wilayah timur tengah dengan kontrak jangka panjang dapat memberikan kontribusi pendapatan bagi perusahaan, selain itu juga kontrak yang sedang berlangsung merupakan kontrak panjang serta adanya beberapa kontrak baru lainnya.

CEO Vallianz Mr. Ling manambahkan bahwa, memang pasar minyak dunia telah menunjukan tanda awal pemulihan, namun sektor OSV (Offshore Support Vessel) yang ada saat ini masih tetap terlalu banyak, hal ini tentu akan menekan laju penggunaan kapal perusahaan dan juga kontrak-kontrak baru. Namun, terlepas dari latar belakang bisnis yang menantang ini, Vallianz telah melihat peningkatan kinerja operasional kuartal demi kuartal sejak September 2016.

Ini membuktikan “model bisnis tangguh” perusahaan yang berfokus pada kontrak kapal jangka panjang bersama perusahaan minyak nasional. “Ini juga merupakan bukti bahwa operasi kami di Timur Tengah dan upaya restrukturisasi terpadu berjalan dengan baik,” lanjut Ling.

Sebagai salah satu pemain OSV terbesar di Timur Tengah, Vallianz Holdings Limited yakin dapat memanfaatkan peluang bisnis dengan baik di wilayah tersebut.

“Kami terus berupaya meningkatkan daya saing kami di industri OSV melalui diferensiasi layanan dan armada kapal kami,” katanya.

Selain kontrak panjang yang sedang dijalani di wilayah Timur Tengah, perusahaan juga berencana untuk lebih fokus di masa depan untuk mendapatkan kontrak-kontrak lain di wilayah lain, seperti Asia Tengah.

Sebagai informasi, harga minyak dunia saat ini semakin membaik. Ini merupakan berita baik bagi dunia offshore terutama pelaut yang bekerja di kapal-kapal offshore. Harga minyak saat berita ini diturtunkan berada pada 63.56 USD/bbl untuk Brent Crude (ICE), sedangkan WTI Crude Oil (Nymex) berada di angka 56.96 USD/bbl.

Continue Reading

Offshore Company

DeepOcean Dapat Kontrak Panjang Dari Aker BP

Published

on

Deep-Ocean
DeepOcean Dapat Kontrak IMR Panjang Dari Aker BP

Indoseafarers.com – DeepOcean AS, adalah anak perusahaan dari DeepOcean Group Holding BV, mendapatkan kontrak panjang untuk proyek inspeksi, maintenance dan perbaikan bawah laut (subsea), Inspection, Maintenance & Reoair (IMR) frame/kerangka platfor oleh Aker BP ASA.

Kontrak tersebut mencakup penyediaan dan dukungan berbagai operasi bawah laut untuk semua proyek yang dimiliki dan dioperasikan oleh Aker BP di Norwegian Continental Shelf, termasuk didalamnya seperti layanan perencanaan, rekayasa serta manajemen proyek darat.

Nilai kontrak tersebut sekitar NKr 300 juta selama tiga tahun pertama, dengan pilihan kontrak dapat diperpanjang selama enam tahun kedepan.

Kontrak ini melibatkan volume kerja minimum yang mengikat per tahunnya. Perusahaan DeepOcean akan mempekerjakan berbagai keperluan jenis kapal untuk mensuport pekerjaan tersebut.


Sebagai informasi, Aker BP mengoperasikan banyak aset dan yang termasuk didalamnya seperti: Valhall, Ula, Ivar Aasen, Alvheim, Tambar, Hod dan Skarv.

Aker BP ASA adalah perusahaan eksplorasi dan pengembangan minyak yang berfokus pada sumber minyak bumi di Norwegian Continental Shelf. Perusahaan ini hadir di seluruh Norwegia. Kantor pusat Aker berada di Fornebu dengan kantor tambahan di Trondheim, Stavanger, Oslo dan Harstad. Perusahaan ini mempekerjakan lebih dari 1.300 karyawan.

Sedangkan… DeepOcean…

DeepOcean adalah perusahaan yang berbasis di Amsterdam, Belanda yang menyediakan layanan bawah laut yang terkait dengan konstruksi lepas pantai (offshore) seperti penggalian dan peletakan produk fleksibel (Umbilicals, Risers, Cables), inspeksi, perawatan & perbaikan serta dekomisioning. Sekitar 1.400 karyawannya mengelola dan mengoperasikan armada Kapal, Trencher ROV dan Bawah Laut.

DeepOcean beroperasi sebagian besar di industri Minyak & Gas dan Lepas Pantai Terbarukan secara global, dengan sejumlah kantor yang berada di seluruh dunia.

Perusaan asal Amsterdam ini didirikan pada bulan Mei 2011. Group perusahaan ini dibentuk setelah penggabungan survei, IMR (Inspection, Maintenance & Repair – inspeksi, perawatan dan perbaikan) dan layanan dekomisioning, perusahaan intervensi laut CTC Marine Projects dan layanan penarik dan pasokan dari Trico Supply. Group perusahaan ini memiliki track record yang mapan dari tahun 1990an.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Offshore News

Offshore Vessel

Featured News