Connect with us

Maritim News

STIP Jalin Kerjasama dengan PT. Hoegh LNG Lampung

Published

on

STIP Jalin Kerjasama dengan PT. Hoegh LNG Lampung

Jakarta, Indoseafarers.com – Jakarta 19 Juni 2019, Bertempat di ruang Maritim STIP Jakarta Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta  Capt. Marihot Simanjuntak, MM dan Irman Darmawan Rumadja  selaku Presiden Direktur PT. Hoegh LNG Lampung, melakukan penandatanganan kerjasama dalam program Praktek Kerja Nyata dan penyerapan SDM lulusan STIP. PT. Hoegh LNG Lampung yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang Maritim dan Gas.

Penandatanganan-MOU-STIP-dan-PT.-Hoegh-Lampung
Penandatanganan MOU STIP dan PT. Hoegh LNG Lampung (Img Credit: STIP Jakarta)

Ketua STIP Jakarta menyampaikan “dari  kerjasama ini diharapkan nantinya STIP dapat mengirimkan para Taruna/Taruni untuk melaksanakan kegiatan praktek kerja nyata di kantor perusahaan maupun di atas kapal yang dimiliki oleh PT. Hoegh LNG Lampung.Sehingga Taruna mendapatkan dan mempelajari hal baru sehingga terpenuhi kegiatan praktek kerja nyata yang diwajibkan oleh STIP.Sedangkan perwakilan PT.Hoegh LNG Lampung dalam sambutannya menyampaikan” semoga sinergi ini bisa cocok dan terjalin sangat baik sehingga apa yang menjadi salah satu tujuan kerjasama ini dapat tercapai sesuai harapan kita semua, khususnya para Taruna Taruni dapat melaksanakan praktek kerja nyata dan  memberikan kesempatan pada lulusan STIP untuk meniti karir di PT. Hoegh LNG Lampung.

Sumber: STIP Jakarta

Dia hanyalah seorang Pelaut yang juga masih aktif berlayar hingga saat ini. Hobinya yang gemar menulis dan membaca berita-berita terbaru, terupdate serta terhangat seputar Pelaut membuatnya memiliki ide untuk membuat situs ini bersama beberapa temannya.

Breaking News

Kapal RORO Rute Dumai-Malaka Beroperasi Akhir 2019

Published

on

By

Kapal-RORO-Rute-Dumai-Malaka-Beroperasi-Desember-2019

Indoseafarers.com – Indonesia melalui Kementerian Perhubungan Cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menargetkan akan mengoperasikan kapal Roll On-Roll Off (RoRo) rute Dumai-Malaka pada akhir 2019 ini.

Hal ini dilakukan sebagai komitmen dalam rangka wujudkan konektivitas antarnegara, khususnya di Asia Tenggara.

Rencana ini disampaikan pada pertemuan 3rd Task Force Melaka-Dumai RoRo Ferry Operation Meeting yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada kamis (4/4) kemarin oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha, sebagai Ketua Delegasi Indonesia.

“Roro Dumai-Malaka ini diharapkan dapat diimplementasikan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Indonesia dan Malaysia pada akhir tahun ini,” kata Arif dalam keterangan tertulis, Kamis (4/4/2019).

Pada pertemuan sebelumnya, salah satu pembahasan adalah terkait Standar Operasi dan Prosedur (SOP) dari Customs, Immigration, Quarantine and Security (CIQS) di kedua negara. Telah disepakati, bahwa kedua negara harus melaksanakan dan mempraktekan persyaratan CIQS yang telah ada dan dilaksanakan di negara masing-masing.

Arif menjelaskan “Oleh karena itu, kita tidak akan merancang SOP atau peraturan baru, namun hanya akan menyamakan SOP di pelabuhan masing-masing negara. Semua Departemen CIQS akan bekerja sama dengan operator pelabuhan masing-masing, dan nantinya akan mendapatkan tinjauan dan umpan balik terkait persyaratan teknis dan administrasi CIQS, dalam pengimplementasian RoRo Dumai-Malaka di pelabuhan masing-masing,”

Persyaratan peraturan transportasi darat juga menjadi highlight pembahasan antara Indonesia dan Malaysia. Kedua negara sepakat untuk menyempurnakan aturan-aturan yang ada tentang transportasi darat di negara masing-masing.

Selain itu menurutnya harus ditetapkan Standar Operasi Prosedur sebelum layanan RoRo Dumai-Malaka diimplementasikan, termasuk yang terkait dengan pembatasan jenis-jenis kendaraan yang boleh memasuki kedua negara.

“Terkait hal tersebut, kita telah sepakat untuk membentuk sub-committee yang akan membahas khusus mengenai transportasi jalan dengan masa waktu kerja selama empat bulan,” ungkapnya.

Arif melanjutkan, Sub-Committee ini akan melakukan kunjungan ke Dumai pada Juli mendatang untuk melakukan site visit terkait kondisi jalan di Dumai.
“RoRo Dumai-Malaka ini diharapkan dapat diimplementasikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia dan Malaysia pada akhir tahun ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Arif menjelaskan awalnya Indonesia dan Malaysia telah sepakat untuk meresmikan pengimplementasian Rute RoRo rute Dumai-Malaka ini, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), pada kuartal 1 2019, namun pada pertemuan Sub-Regional Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-The Philippines-East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA), negara-negara BIMP sepakat untuk memperpanjang pembahasan terkait MoU tersebut.

“Hal ini disebabkan karena MoU tersebut tidak hanya akan terbatas pada Indonesia dan Malaysia semata, namun juga Brunei Darussalam dan Filipina sebagai kerangka kerja untuk rute-rute yang akan diajukan di masa mendatang oleh negara-negara BIMP dan IMT,” pungkas Arif.

Sebagai informasi, Rute RoRo Dumai-Malaka ini merupakan pilot project untuk ASEAN Single Shipping Market (ASSM). Indonesia telah melakukan pembahasan intensif terkait persiapan pengoperasian RoRo Dumai-Malaka ini, sejak diselenggarakannya 2nd Join Task Force Meeting di Pekanbaru, Indonesia pada September 2018.

Adapun pada 3rd Task Force Melaka-Dumai RoRo Ferry Operation Meeting ini, delegasi Indonesia meliputi perwakilan dari Kantor Pusat Ditjen Perhubungan Laut, Kantor KSOP Kelas I Dumai, Ditjen Perhubungan Darat, Atase Perhubungan Kuala Lumpur, Kementerian Luar Negeri, PFKKI Kemenhub, Ditjen Bea Cukai, PT Pelindo I (Persero), PT ASDP Ferry, serta Pemerintah Daerah Provinsi Riau.

Continue Reading

Dalam Negeri

Untuk Tujuan Ekspansi Bisnis, BULL Bakal Beli Kapal Lagi

Published

on

By

PT-Buana-Lintas-Lautan-Tbk-(BULL)-Berencana-Beli-Aframax-Tanker

Indoseafarers.com – Jakarta – Dalam rangka ekspansi bisnis perusahaan, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) akan melakukan Right Issue atau akan menerbitkan sebanyak-banyaknya saham baru dari total saham yang tercatat dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). BULL berencana akan menerbitkan 3,40 miliar saham baru atau 31,78% dari total saham yang tercatat, total dana segar ditargetkan mencapai Rp 935 miliar.

Dana segar yang diraup akan digunakan untuk menambah armada kapalnya untuk memenuhi kebutuhan pengangkutan kapal minyak dan gas di dalam negeri. Namun Direktur Utama BULL, Wong Kevin berencana menambah armadanya dengan membeli sejumlah kapal bekas yang memiliki kapasitas di atas 70 ribu dwt untuk meningkatkan margin.

“Kita tidak akan beli kapal baru karena resiko besar. Kita juga akan fokus ke kapal lebih besar karena margin lebih besar 70-77% kalau kapal kecil 20-25%,” ungkapnya.

Kevin juga menambahkan bahwa penambahan dua kapal tersebut untuk menampung permintaan sewa kapal dari PT Pertamina (Persero).

Seperti yang dilansir oleh wartaekonomi, Kevin menambahkan “Rencananya menambah 1 kapal handysize dan 1 kapal aframax dalam waktu dekat. Mungkin ada penambahan kapal lain sesuai dengan kebutuhan Pertamina,” katanya, di Bandung, Sabtu (23/2/2019).

Kucurnya dana segar ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang berlangsung di Sampoerna Strategic Square Jakarta, Kamis (4/4/2019). Namun, dalam RUPSLB yang berlangsung hari ini, pemegang saham menyetujui tidak ada pembagian dividen.

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) saat ini memiliki 18 kapal dengan total kapasitas mencapai 883,361 dwt dengan usia rata-rata 18 tahun. Kapal-kapl itu diantaranya: 13 kapal Tanker (Kapal minyak), 3 kapal yang memuat kargo gas, 1 kapal FPSO dan 1 kapal lainnya adalah Chemical (kimia). Dengan adanya tambahan dua kapal nanti maka di akhir tahun ini armada perseroan akan menjadi sebanyak 20 kapal.

Soal dana segar yang akan didapati BULL, penjamin surat utangnya adalah 10 anak usaha perseroan yakni:

  1. PT Berlian Dumai Logistik
  2. PT Citrine Maritime
  3. PT Diamond Maritime
  4. PT Emerald Maritime
  5. PT Gemilang Bina Lintas Tirta
  6. PT Nusa Bhakti Jayaraya
  7. PT Pearl Maritime
  8. PT Ruby Maritime
  9. PT Sapphire Maritime
  10. PT Topaz Maritime.

*Dirangkum dari berbagai sumber.

Continue Reading

Dalam Negeri

Kemenhub Siapkan Mudik Gratis Lebaran 2019 (1440 H)

Published

on

Kemenhub-Siapkan-Mudik-Lebaran-Gratis-2019

Indoseafarers.com – Kemenhub Siap Menggelar Penyelenggaraan mudik gratis lebaran 2019 (1440 H) menggunakan Angkutan kapal laut bagi pengendara sepeda motor yang akan dibuka pendaftaran pada tanggal 1 April 2019.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo menyampaikan bahwa pelaksanaan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2019 adalah tugas mulia yang harus dikerjakan dengan rasa tanggung jawab tinggi, karena diprediksi akan terjadi kenaikan jumlah penumpang sebanyak 87.893 orang atau 4.8% lebih tinggi dibandingkan realisasi jumlah penumpang tahun 2018 yang berjumlah 1.830.289 orang.

Meski Hari Raya Idul Fitri 1440 H masih beberapa bulan lagi, tapi sejak dini pemerintah telah melakukan persiapan untuk memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2019 agar dapat berjalan dengan aman, selamat, tertib dan nyaman.

Lebih lanjut, Agus juga menginstruksikan seluruh jajarannya agar lebih intensif dalam melaksanakan uji kelaiklautan kapal di seluruh pelabuhan, terutama pada pelabuhan yang melayani angkutan laut lebaran, termasuk pelabuhan penyeberangan.

Untuk memastikan perjalanan mudik dapat berjalan dengan aman, selamat, tertib dan nyaman serta dapat mengurangi kepadatan dan kecelakaan yang terjadi pada masa angkutan lebaran tahun 2019 ini, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kembali mengadakann Program Mudik Gratis Sepeda Motor Dengan Kapal Laut Tahun 2019.

Nah bagi anda yang berencana mudik menggunakan motor, dibawah ini ada beberapa informasi penting terkait ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemudik yang mau mendaftar mudik gratis dengan kapal bagi pengendara sepeda motor. Yaitu :

1) Pendaftaran mudik gratis bagi pengendara sepeda motor dapat dilakukan secara online mulai 1 April 2019, melalui website: http://mudikgratis.dephub.go.id, dan  Pendaftaran Offline pada Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok  dan Lokasi lainnya yang dianggap menjadi titik pemudik sepeda motor.

2) Pemudik yang mendaftar harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Memiliki STNK dan  SIM yang sah;
  • Kondisi motor layak jalan;
  • Tidak boleh ada modifikasi/aksesoris tambahan pada kendaraan yang dapat mengganggu proses lashing;
  • Harus ada penyangga/standar tengah (standar dua);
  • Harus dilengkapi dengan pegangan belakang;
  • Ukuran roda dan ban standar atau sesuai spesifikasi pabrik;
  • Tidak diperbolehkan adanya box samping kiri, kanan maupun belakang;
  • Jumlah helm harus sesuai jumlah penumpang;
  • Bensin sepeda motor pada saat akan diangkut harus dalam keadaan maksimal 1 (satu) liter/motor;
  • Kunci motor dapat dititipkan kepada petugas/panitia pelaksana.

3) Setelah melakukan pendafataran online, peserta mudik wajib melakukan verifikasi data dengan membawa bukti pendaftaran online dan kelengkapan persyaratan administrasi (SIM C, STNK, KTP, KK) paling lambat 7 hari kerja di lokasi-lokasi yang telah ditentukan pada pukul 09.00 – 16.00.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Offshore News

Offshore Vessel

Featured News