Berita Offshore & Pelaut Indonesia.

STCW-2010 Amandemen Manila Diperpanjang Sampai 1 Juli 2017

181

Indoseafarer.com – Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan, Kementerian Perhubungan (Kemhub) Dr. Wahju Satrio Utomo menjelaskan bahwa IMO akhirnya memperpanjang pemberlakukan STCW-2010 itu dengan berbagai pertimbangan. Diantaranya agar para negara anggota IMO dapat lebih memiliki waktu lagi untuk mengakomodir para pelautnya untuk segera melengkapi dan memutakhirkan sertifikasi kepelautan mereka, baik Certificate of Competency (COC) maupun Certificate of Proficiency (COP) sesuai dengan STCW Amandemen Manila 2010.

Hal ini disampaikan Tommy (sapaan akrab beliau) saat wisuda Perwira Pelaut BP3IP Jakarta, Rabu (18/1/2017). BPSDM Perhubungan menekankan bahwa kunci utama keberhasilan pembangunan Maritim Bangsa Indonesia ada pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang Transportasi Laut khususnya pelaut. Untuk itu saudara sekalian sebagai pelaut harus mampu membuktikannya dan menjadi kebanggaan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesan Tommy dalam acara wisuda Perwira Pelaut di BP3IP:

“Jadilah Pelaut yang bermartabat, yang tidak hanya terisi penuh dengan intelektual semata. Melainkan juga kecerdasan emosional yang berperan untuk menjadikan Saudara sebagai pelaut yang handal, memiliki daya saing serta profesional dan mengutamakan Safety, Security dan Service dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim, mandiri, tangguh, dengan berbasiskan kepentingan nasional,” kata Tommy.

Pesan Tommy kepada pelaut yang berlayar ocean going bahwa bawalah budaya bangsa Indonesia secara positif melalui akhlak dan etika. “Saudara merupakan duta bangsa di bidang maritim yang akan dikenal di berbagai belahan dunia tempat kalian bekerja nanti,” tukas Tommy.

Berbagai Konvensi International

Banyak aturan dan konvensi international di bidang kemaritiman. Semua itu harus ditaati seluruh negara di dunia yang menjadi anggota International Maritime Organization (IMO) termasuk Indonesia.

Baca Juga

The Standards of Training, Certification and Watchkeeping (STCW) yang pertama kali dikeluarkan oleh International Maritime Organization (IMO) pada tahun 1978, Safety of Life At Sea (SOLAS) tahun 1974, dan Marine Pollution (MARPOL) tahun 1972.

“Semua itu harus ditaati seluruh negara anggota IMO, termsuk Indonesia, BPSDM Perhubungan dan seluruh lembaga diklat kepelautan dibawah mutlak harus memenuhi syarat dan ketentuan tersebut,” kata Tommy serius.

Semua (konvensi international) itu, lanjutnya, merupakan konvensi internasional atau IMO tentang kemaritiman yang menyatakan bahwa masyarakat maritim mempunyai satu visi agar pelayaran itu terselenggara dengan aman, selamat dan lautan yang bersih bebas dari polusi.

“Terlebih untuk Konvensi STCW yang berkaitan dengan Standar Pelatihan, Sertifikasi dan Dinas Jaga Pelaut telah dilakukan amandemen pada tahun 1995, dan tahun 2010 yang dikenal dengan STCW Amandemen Manila 2010,” kata Tommy, sapaan akrab dia.

Pemberlakuan The Standards of Training, Certification and Watchkeeping (STCW) Amandemen Manila 2010 dilakukan secara bertahap mulai tanggal 1 Januari 2012 dan secara penuh mulai tanggal 1 Januari 2017, meskipun IMO kemudian memperpanjang masa berlaku menjadi tanggal 1 Juli 2017.

“Namun begitum jangan sampai mengendorkan semangat kerja kalina, dengan tetap belajar dan meningkatkan kemampuan sesuai aturan dan syarat yang diberlakukan IMO secara International. Keberhasilan karier Anda di kapal nanti akan sangat ditentukan oleh kinerja dan prestasi kalian semua. Jalian dituntut bekerja profesional dan mampu memberikan pelayanan prima kepada semua pihak terkait, terutama pengguna jasa,” tegas Tommy.

Sumber: Beritatrans

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Facebook Comments
Loading...