Connect with us

Articles

Smart Ship: Inikah Teknologi Kapal Masa Depan?

Published

on

Orion-LNG-fuelled-offshore-construction-vessel

Indoseafarers.com – Saat ini, dominasi oleh Teknologi pintar dan otomatisasi semakin berkembang di seantero dunia, mulai dari produksi industri hingga ke perangkat-perangkat rumah dan juga smartphone. Teknologi pintar dan otomatisasi tidak tanya berkembang pada sektor yang disebutkan diatas, tapi juga berkembang di sektor Maritim dan bahkan kapal yang dapat dioperasikan tanpa awak. Lebih dikenal bisa kita sebutkan dengan Smart ship atau kapal pintar.

Oskar Levander, Vice President of Innovation, Marine at Rolls-Royce

Oskar Levander, Vice President of Innovation, Marine at Rolls-Royce

Vice President of Innovation, Oskar Levander, dari sektor maritim Rolls-Royce, ketika ditanya saat wawancara bersama World Maritime News tentang perkembangan konsep Smart Ship saat ini yang beberapa waktu lalu telah di kenalkan ke publik dan bahkan beberapa perusahaan pelayaran telah melakukan ketertarikannya?

Kapan Smart Ship atau kapal tanpa awak (autonomous shipping) akan diluncurkan serta apa saja yang dibutuhkan agar hal itu bisa terjadi?

Lavender mengemukakan bahwa: Tahap pertama smartship, kami mempertimbangkan kapal yang dioperasikan menggunakan remot di perairan lokal terlebih dahulu dan direncanakan akan beroperasi pada tahun 2020 mendatang. Kemudian, pada tahun 2025 kami berharap kapal ini dapat beroperasi di laut lepas, sedangkan untuk target ke ocean going harapan kami lima tahun setelah itu. Tugs dan kapal Ferry adalah sektor komersil pertama yang kami incar.

smart-ships2

smart ship

Apa kunci teknologinya sehingga kapal tersebut bisa menjadi kenyataan?

Levander menjelaskan: Teknologi yang dibutuhkan agar kapal itu bisa menjadi kenyataan adalah “Teknologi sensor dan algoritmanya” yang saat ini telah ada di pasaran komersil sebagai sistem pendukungnya – kapal dengan ‘virtual captain’ – adalah tidak jauh lagi.

Levander melanjutkan, untuk membuat kapal tanpa awak atau smartship kami harus merubah semua level pengaturan. Untuk mendapat persetujuan pengaturan, mendukung pemilik kapal, operator dan juga pelaut dan juga penerimaan masyarakat luas, pengoperasian remote dan kapal tanpa awak harus benar-benar aman seperti kapal saat ini.

smart-ships3

smart ship

Tantangan sebenarnya untuk membangun konstruksi dan pengoperasian serta demonstrasi kapal pada level nasional perlu di eksplor, namun harus mempertimbangkan regulasi IMO serta perubahan-perubahan peraturan yang ada.

Melihat teknologi yang akan diterapkan cukup canggih, serta keterbatasan modal untuk investasi baru, bagaimana Anda menilai minat pemilik kapal untuk dapat berinvestasi pada jenis kapal ini? Apa keuntungan bagi pemilik kapal bila dibandingkan dengan jenis kapal yang ada saat ini? 

Levander: Kita akan coba menumbuhkan minat dunia untuk kapal jenis ini didorong dari potensi keuntungan yang ditawarkannya kepada pemilik kapal. Smartship diharapkan lebih aman, lebih efisien dan juga murah baik dari segi membangun kapal tersebut dan bahkan mengoperasikannya.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh perusahaan asuransi Allianz pada tahun 2012, antara 75 hingga 96 persen kecelakaan laut merupakan akibat dari kesalahan manusia (Human Error). Hal ini sering terjadi akibat kelelahan manusia. Kapal yang dikendalikan secara jarak jauh dan otonom tidak memiliki faktor ini (kelelahan manusia), dengan demikian dapat mengurangi kecelakaan kapal. resiko cedera manusia, dan resiko kematian serta kerusakan aset yang berharga.

Laporan Kejadian Kecelakaan Kapal

Dia hanyalah seorang Pelaut yang juga masih aktif berlayar hingga saat ini. Hobinya yang gemar menulis dan membaca berita-berita terbaru, terupdate serta terhangat seputar Pelaut membuatnya memiliki ide untuk membuat situs ini bersama beberapa temannya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Articles

Dual Fuel Engine, Bagaimana Cara Kerjanya?

Published

on

By

Dual Fuel Engine Wartsila 50DF

IndoseafarersDual fuel engine adalah mesin diesel yang dapat berjalan atau menggunakan dua jenis bahan bakar, yakni bahan bakar gas dan cair (diesel atau solar).

Ketika engine berjalan dalam mode gas atau sedang menggunakan bahan bakar gas, mesin berjalan sesuai dengan siklus Otto atau yang dikenal dengan Otto cycle.

Sedikit membahas, apa itu Siklus Otto? ini adalah siklus ideal untuk mesin torak dengan pengapian-nyala bunga api. Ini adalah siklus termodinamika yang paling umum ditemukan pada mesin mobil. Siklus Otto adalah deskripsi tentang apa yang terjadi pada massa gas karena mengalami perubahan tekanan, suhu, volume, penambahan panas, dan penghilangan panas. 

Balik lagi ke dual fuel engine, kali ini kita akan bahas dual fuel engine milik Wärtsilä, vendor mesin ini telah mengembangkan mesin yang menggunakan bahan bakar ganda sejak tahun 1987. Konsep pertamanya adalah mesin gas-diesel (GD) dengan injeksi gas tekanan tinggi. Kemudian diikuti oleh mesin gas generasi kedua pada awal 1990-an, dan pada tahun yang sama, wartsila juga memperkenalkan mesin gas murni yang menggunakan percikan api atau spark plug (SG) yang menggunakan gas tekanan rendah.


Note: Nonton video diatas yang menjelaskan tentang Dual Fuel Engine sebagai gambaran Anda


Untuk terobosan mesin dual-fuel (DF) baru diperkenalkan oleh Wärtsilä pada tahun 1995, dimana dirancang dengan menggabungkan fleksibilitas dan efisiensi bahan bakar serta menghasilkan daya tinggi dan efisiensi bahan bakar serta ramah terhadap lingkungan. Mesin dual fuel pertama untuk aplikasi di marine adalah Wärtsilä 32DF yang telah beroperasi pada tahun 2003.

Dual fuel engine pada start awal akan menggunakan bahan bakar liquid atau diesel, setelah mesin telah dibebani (memiliki beban) maka switch over atau perpindahan bahan bakar dari diesel ke gas dapa dilakukan tanpa harus atau tanpa ada pengaruhnya terhadap beban mesin ataupun menurunkan beban mesin terlebih dahulu (load reduction).

Dual Fuel Engine Pada Mode Gas (menggunakan bahan bakar gas)

Dalam mode gas ini, mesin akan memanfaatkan proses pembakaran ramping (lean burn). Gas akan dicampur dengan udara masuk (air inlet) sebelum masuk melalui inlet valve ke dalam cylinder atau ruang pembakaran. Setelah campuran gas dan udara tadi masuk kedalam ruang bakar dan setelah tahap kompresi, gas akan dinyalakan/dipicu untuk nyala oleh sejumlah kecil bahan bakar cair (diesel) yang disemprotkan melalui pilot fuel (liquid pilot fuel), sejumlah kecil bahan bakar dari pilot fuel ini disemprotkan dengan tekanan tinggi.

Dual-Fuel-Engine-Pilot-Fuel-Injection

Tekanan pilot fuel hingga 900 bar dimana waktu serta durasinya dikontrol secara elektronik, sistem pilot fuel ini juga terpisah dari line fuel utama dengan koneksi ke mesin yang berbeda.

Proses Dual Fuel Engine

Proses Dual Fuel Engine (Img credit: wartsila.com)

Dual Fuel Engine Pada Mode Backup (menggunakan bahan bakar Diesel)

Mesin dual fuel juga dilengkapi dengan backup fuel system, dimana ini adalah normal proses mesin diesel (seperti biasa). Bahan bakar di pompa menggunakan fuel injection pump dan disemprotkan kedalam cylinder atau ruang bakar melalui Injector (fuel injection valve). Disaat engine berjalan menggunakan bahan bakar gas, proses ini juga berjalan normal secara paralel namun tidak digunakan dan dalam kondisi standby. Sebaliknya, jika engine berjalan pada mode ini maka bahan bakar gas dan pilot fuel tadi juga tidak berfungsi atau tidak digunakan.

Switch over bahan bakar dari Diesel ke Gas

Untuk perpindahan bahan bakar dari diesel ke gas mesin harus sudah dalam keadaan terbeban dan beban harus berada dibawah 80% dari beban maksimum. Perpindahan diesel ke gas ini tidak akan mempengaruhi performa engine dan perpindahan tidak akan mengganggu beban yang dipikul mesin saat ini (perpindahan akan smooth). Jika bahan bakar telah menggunakan gas maka mesin dapat dibebankan hingga 100% tergantung dan sesuai keinginan.

Note: Perlu diketahui bahwa jika mesin sedang berjalan dengan menggunakan bahan bakar gas dan kemudian mesin ada masalah/alarm/sesuatu yang salah maka secara otomatis mesin akan switch over bahan bakar ke diesel (normal proses mesin diesel menggunakan backup system), jika sudah dalam keadaan seperti ini kita tidak dapat switch over bahan bakar kembali ke gas namun mesin harus distop terlebih dahulu untuk mereset system WECS atau electronicnya dan kemudian mulai dari awal hingga switch over kembali ke gas.

Continue Reading

Articles

Marhaban Ya Ramadhan Bagi Seluruh Pelaut Indonesia

Published

on

Ramadhan-di-tengah-Pandemi-Covid-19

Indoseafarers.com -- Pertama-tama kami dari tim situs Indoseafarers ingin mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan, selamat menunaikan ibadah puasa puasa 1441 Hijriah, mohon maaf lahir dan bathin bagi seluruh Pelaut Indonesia bersama keluarga dimana saja Anda berada saat ini.

Tahun ini merupakan tahun menantang bagi dunia dan terutama bagi kita para pelaut, perusahaan pelayaran, bagi negara maupun bagi dunia. Menantang ditengah-tengah Pandemi Covid-19, harga minyak dunia terjun bebas dan bahkan hingga minus, banyak pelaut yang dipulangkan akibat kapal tidak beroperasi, dan yang paling utama adalah disaat umat muslim di seluruh dunia menjalankan bulan suci Ramadhan.

Perusahaan-perusahaan pelayaran telah ketar-ketir dimasa menyebarnya Virus Corona di seluruh dunia, kebijakan-kebijakan yang diambil Pemerintah tentu sangat mempengaruhi perusahaan-perusahaan tersebut dan sudah tentu akan mempengaruhi juga karyawan laut atau pelaut.

Contoh sederhana di perusahaan saya sekarang, kebetulan perusahaan tempat saya bekerja adalah perusahaan dengan kapal-kapal support untuk pekerjaan lepas pantai (Offshore), kapal AHTS, AHT, PSV maupun kapal-kapal sejenis untuk pekerjaan lepas pantai. Saat ini, kapal-kapal ditempat saya bekerja sudah mulai nongkrong alias standby akibat tidak ada project. Kurang lebih saat ini sudah ada 6 kapal yang nongkrong akibat project lepas pantai di postpone entah sampai kapan. Bahkan ada salah satu kapal yang baru saja beroperasi untuk pekerjaan di selat Makassar milik ENI harus terpaksa dihentikan. Padahal baru saja sampai di lokasi pekerjaan. Dan sebentar lagi segera menyusul kapal-kapal lain yang kebetulan saat ini sedang beroperasi namun akan selesai masa kontraknya.

Selintas kabar berita yang saya dapat, diperkirakan masa-masa sulit ini akan berlangsung hingga… paling cepat bulan Agustus namun diperkirakan bisa lebih dan yang parahnya ada isu bahwa bisa jadi sampai tahun 2021 nanti.

Media-media Internasional bahkan sudah mulai menulis masa-masa kehancuran Offshore sudah datang saat ini. Bukan hanya offshore tapi juga perusahaan-perusahaan pelayaran Internasional seperti kapal pesiar dan masih banyak lagi. Proyek-proyek lepas pantai baik di laut dangkal (Shallow water) maupun laut dalam (Deep water) sudah berhenti beroperasi. Di Facebook, situs-situs besar yang saya ikuti rata-rata membagikan berita tentang kehancuran offshore, dunia perkapalan dan shipping industry.

Terlepas dari semua ini, saat ini marilah kita memfokuskan diri untuk menjalankan ibadah puasa, melakukan amalan-amalan Allah sehingga masalah Virus corona. Semoga ibadah puasa kita dilancarkan dan keberkahan Ramadhan dilimpahkan bagi kita semua.

Marhaban Ya Ramadhan, Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1441 H / 2020 M

Tonton Video Menarik Lainnya:

Continue Reading

Articles

Stern Tube: Memahami Stern Tube di Kapal

Published

on

By

Indoseafarers.com – Mari berbagi… kali ini saya akan berbagi apa itu Stern Tube dan fungsi dari Stern tube itu sendiri yang ada diatas kapal. Disini bukan berarti saya lebih pandai dan tahu dari pembaca, tetapi marilah kita sama-sama belajar. Dibawah setiap berita ataupun artikel terdapat kolom komentar dimana anda pun dapat berbagi pendapat, masukan ataupun kritik yang menurut anda kurang, salah atau kurang tepat sesuai pengetahuan anda. Ya silahkan saja agar kita sama-sama belajar untuk tambahan pengetahuan kita, bagi banyak orang dan tentunya dengan harapan dapat berguna di lingkungan kerja kita sehari-hari diatas kapal.

Sebagai orang mesin (Engine department) entah itu perwira mesin, oiler, wiper, mandor mesin, ETO atau bahkan mungkin orang deck: Master, CO, 2O dlsb sudah tentu pernah mendengar kata ini. Ya.. Stern Tube, tapi apakah kita tahu apa fungsi sebenarnya dari Stern tube itu sendiri? Atau mungkin bahkan bertanya dimana sebenarnya letak Stern tube itu berada di kamar mesin? Bagaimana juga dengan konstruksinya?

Seperti kita ketahui, ada beberapa bagian kapal yang terletak diluar lambung kapal. Bagian-bagian itu seperti Propeller (baling-baling), Rudder (kemudi). Propeller atau baling-baling merupakan bagian dari sistem propulsi kapal dimana saat bekerja akan berputar untuk menggerakkan kapal maju ataupun mundur. Baling-baling sendiri membutuhkan daya untuk dapat berputar yang didapat dari Main engine (mesin induk) yang terletak didalam kamar mesin. Ini artinya baling-baling yang berada diluar lambung kapal terhubung dengan mesin induk yang ada di kamar mesin. Keduanya dihubungkan dengan shaft propeller (Poros baling-baling). Gerak yang dihasilkan dari mesin utama diubah menjadi daya dorong ke baling-baling untuk mendorong/menggerakkan kapal melalui poros baling-baling tadi.

Jika dilihat dari beratnya, mesin utama dan baling-baling sangatlah berat, keduanya berada di dalam kapal tentu akan mempengaruhi stabilitas kapal. Nah.. untuk alasan inilah digunakanlah Stern Tube (tabung poros) dan poros baling-baling (Shaft propeller). Secara singkatnya, poros baling-baling digunakan untuk menghubungkan mesin kapal dan baling-baling. Tabung poros (Stern Tube) adalah tabung (lubang) sempit yang ada di struktur lambung kapal yang terletak antara ujung buritan kapal sampai ujung sekat kamar mesin dimana poros baling-baling melewatinya untuk menghubungkan mesin induk dan baling-baling.

Kita akan lanjut ke fungsi dari Stern Tube, kontruksinya serta apasaja yang ada pada Stern tube tadi. Namun sebelumnya, dibawah ini untuk mencegah salah pengertian kita akan singkat Stern Tube menjadi ST. Sedikit penjelasan; singkatan ST untuk arti dari peralatan lain dikapal juga ada yakni Stern Thruster. Stern Thruster biasanya digunakan untuk kapal-kapal offshore ataupun kapal penumpang misalnya yang berfungsi untuk memudahkan olah gerak kapal. Untuk kapal offshore berfungsi atau digunakan untuk on DP/DP mode (Dynamic Positioning).

Stern-Tube

Gambar Posisi Stern Tube

Beberapa fungsi dari ST sebagai berikut:
  • Melindungi poros dari benturan – benturan benda keras yang ada di sekitar poros.
  • Sebagai tempat dudukan bantalan poros baling-baling (shaft propeller).
  • Sebagai media pelumasan poros propeller.
  • Dengan bearing, ST juga berfungsi sebagai penyekat terjadi kebocoran.
Konstruksi ST

Konstruksi ST memiliki bentuk dan pengaturan khusus untuk akomadasi ruang poros baling-paling (shaft propeller), terletak antara ujung buritan kapal sampai ujung sekat kamar mesin. Berbentuk ramping hingga ke ujung buritan dan poros baling-baling juga berada di tingkat/tempat yang sama. Ujung depan ST ditunjang oleh aft peak bulk head dan ujung belakang dari ST ditunjang oleh rangka buritan kapal.

Konstruksi-Stern-Tube

Konstruksi Stern Tube, Bearing, Pelumasan dan Cooling.

Bearing ST, Bantalan dan Seal

Berat total dari poros baling-baling didalam ST diangkat atau ditunjang oleh bearing yang dikenal dengan ST bearing, sedangkan berat total dari ST dan bearing ditunjang oleh rangka kapal diujung buritan. Ada dua ST bearing atas/bawah (lower/upper bearing) yang menunjang ST tadi, fungsinya adalah agar poros baling-baling (propeller shaft) berputar dengan baik (smooth rotation). Pada ST terdapat juga sistem pelumasan oli dari/ke bearing yang berfungsi untuk melumasi bearing saat poros baling-baling berputar. Oli yang digunakan untuk melumasi bearing ST juga didinginkan oleh media air (fresh water).

Konstruksi-ST

Konstruksi Bearing ST dan Sealnya.

Selain bearing, part yang tidak kalah penting di ST adalah oil sealing glands yang dikenal dengan stern glands (ST Seal) yang berfungsi untuk mencegah masuknya air laut kedalam kapal atau sebaliknya mencegah keluarnya oli pelumas keluar/laut sehingga menyebabkan terjadinya polusi karena kebocoran oli dari pelumasan bearing ST tadi.

Kesimpulan
  1. Stern Tube adalah tabung (lubang) sempit yang ada di struktur lambung kapal yang terletak antara ujung buritan kapal sampai ujung sekat kamar mesin dimana poros baling-baling melewatinya untuk menghubungkan mesin induk dan baling-baling.
  2. Fungsi Stern Tube:
    • Melindungi poros dari benturan – benturan benda keras yang ada di sekitar poros baling-baling.
    • Sebagai tempat dudukan bantalan poros baling-baling (shaft propeller).
    • Sebagai media pelumasan poros propeller.
    • Dengan bearing, ST juga berfungsi sebagai penyekat terjadi kebocoran air laut masuk kedalam kapal atau kebocoran minyak pelumas keluar ke air laut sehingga terjadi polusi.
  3. Konstruksi ST memiliki bentuk dan pengaturan khusus untuk akomadasi ruang poros baling-paling (shaft propeller), terletak antara ujung buritan kapal sampai ujung sekat kamar mesin. Berbentuk ramping hingga ke ujung buritan dan poros baling-baling juga berada di tinkat/tempat yang sama. Ujung depan ST ditunjang oleh aft peak bulk head dan ujung belakang dari ST ditunjang oleh rangka buritan kapal.
  4. Terdapat bearing di ST (lower and upper bearing) yang berfungsi untuk menjaga poros baling-baling berputar dengan smooth.
  5. Terdapat sistem pelumasan oli maupun sistem pendingin di ST untuk melumasi bearing ST dan pendingin sebagai media pendingin oli yang melumasi bearing ST.

Secara garis besar inilah Stern Tube yang ada diatas kapal. Saran, kritik, tanggapan, masukan… apasaja silahkan anda dapat berbagi melalui kolom komentar dibawah. Semoga bermanfaat.

Referensi: Enginemechanis

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Offshore News

Offshore Vessel

Featured News