Connect with us

Internasional

Pelaut Vietnam Di Bunuh, Presiden Filipina Ancam Makan Anggota Abu Sayyaf Hidup-hidup

Published

on

presiden-filipina_Duterte

Indoseafarers.com – Berkaitan dengan kejadian pemenggalan kepala dua pelaut Vietnam oleh kelompok separatis Abu Sayyaf, Presiden Filipina Rodrigo Duterte marah besar. Ia bahkan mengancam memakan hidup-hidup para teroris yang melakukan penculikan dan pemancungan dua pelaut Vietnam tersebut.

Pidatonya pada Rabu malam dihadapan pejabat setempat mengatakan: “Saya akan makan hati mereka, jika Anda menginginkan itu. Beri saya garam dan cuka dan saya akan memakannya di depan Anda,”

Ia melanjutkan: “Saya makan semuanya, saya tidak pilih-pilih. Saya makan apa pun yang tidak bisa ditelan,”. Sambil memegang telepon genggam dengan foto dua pelaut Vietnam yang terbunuh, Duterte menunjukkan kemarahannya dan mengecam aksi para teroris itu.

“Apakah kita membiarkan diri kita diperbudak oleh orang-orang ini? Anak pelacur!” sambungnya.

Baca juga:

Penculikan dua pelaut Vietnam terjadi pada November 2016 lalu, keduanya adalah Anak Buah Kapal (ABK) dari kapal Cargo yang melintasi wilayah perairan berbahaya Filipina itu. Sisa jasad mereka ditemukan oleh tentara Filipina di wilayah selatan Mindanao. Militer Filipina menuding pembunuhan itu dilakukan oleh gerombolan Abu Sayyaf yang terkenal sebagai penculik yang kerap meminta uang tebusan, dan berkedudukan di wilayah tersebut.

Kelompok Abu Sayyaf terkenal sangat meresahkan, mereka menculik untuk meminta uang tebusan. Jika tidak memberi, tidak segan-segan kelompok ini akan membunuh. Kelompok ini terbentuk pada tahun 1990-an dengan sokongan dana dari gembong teroris Al-Qaeda, Osama bin Laden. Sejak tahun lalu, Presiden Filipina, Duterte telah memerintahkan serangan militer terhadap Abu Sayyaf dan kelompok militan lainnya di Filipina selatan.

Abu Sayyaf menjadi musuh beberapa negara, termasuk Indonesia karena kerap menculik pelaut yang melintasi wilayah perairan kekuasaan mereka. Presiden filipina, Duterte sangat benci terhadap kelompok ini, ia kerap menggunakan bahasa ekstrem untuk meluapkan emosinya ketika berbicara tentang kelompok militan tersebut.

Kelompok ini tahun lalu juga melakukan pengeboman di davao, kota kelahiran Duterte. Dalam peritiwa itu, 15 orang tewas. Saat itu Duterte juga mengatakan akan memakan teroris Abu Sayyaf yang hidup.

Pemerintah Vietnam telah menyatakan kekhawatiran terkait serangkaian penculikan di laut lepas yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf. Hal ini disampaikan saat Duterte mengunjungi Hanoi tahun lalu.

Mendengar dua pelautnya yang dibunuh oleh Abu Sayyaf, Rabu kemarin, Kementerian Luar Negeri Vietnam mengeluarkan kecaman atas aksi pembunuhan itu, dan mendesak otoritas Filipina menerapkan hukum yang berat terhadap pelaku pembunuhan.

Salah satu dari enam awak kapal berhasil diselamatkan bulan lalu, dan tiga lainnya ditahan oleh militer Filipina. Dikatakan teroris Abu Sayyaf masih memiliki 22 sandera lainnya, termasuk delapan orang Vietnam lainnya.

Dia hanyalah seorang Pelaut yang juga masih aktif berlayar hingga saat ini. Hobinya yang gemar menulis dan membaca berita-berita terbaru, terupdate serta terhangat seputar Pelaut membuatnya memiliki ide untuk membuat situs ini bersama beberapa temannya.

Internasional

Mengintip Kapal Pesiar Mewah Spectrum Of The Seas Milik Royal Caribbean International

Published

on

By

Kapal-Pesiar-Mewah-Spectrum-Of-The-Seas-Royal-Caribbean-International

Royal Caribbean International, perusahaan kapal pesiar Norwegia-Amerika Serikat yang berbasis di Miami, Florida, secara resmi baru saja menerima kapal pesiar baru ke-26 dalam jajaran armada kapal pesiar perusahaan.

Seperti armada kapal lainnya yang selalu memiliki nama dengan akhiran “of the Seas”, kapal ke-26 ini adalah Spectrum Of The Seas, kapal pesiar yang diklaim Royal Caribbean sebagai “First Of The Quantum Ultra Class Ships” (kapal kelas Quantum Ultra). Acara peluncuran Spectrum Of The Seas berlangsung di Bremerhaven, Jerman.

Para petinggi Royal Caribbean International; Ketua dan CEO Royal Caribbean Cruises Ltd. Richard D. Fain bersama Presiden dan CEO Royal Caribbean International Michael Bayley menerima kapal baru itu dari Managing Director galangan Meyer Werft dalam upacara serah terima resmi.

Spectrum-Of-The-Seas-Milik-Royal-Caribbean-International

Representation Image – Credits- Royal Caribbean International

“Kami sangat senang menyambut Spectrum of the Seas, kapal Quantum Ultra kelas pertama kami untuk masuk dalam keluarga armada Royal Caribbean,” kata Michael Bayley.

“Kami sekali lagi menggabungkan desain kapal revolusioner dengan teknologi terbaru dan menyiapkan kapal ini untuk melayani pasar Cina. Kami senang tamu-tamu yang pesiar menggunakan kapal kami dapat membuat kenangan luar biasa bersama keluarga mereka.”

Dirancang dan dibangun untuk memberikan pengalaman liburan tak terlupakan bagi tamu-tamunya, Spectrum adalah kapal pesiar “First Of The Quantum Ultra Class Ships” (kapal pesiar pertama kelas Quantum Ultra).

Data Spectrum Of The Seas

  • Gross Tonnage – 169,000
  • Length – 347.1 Meters
  • Decks – 18
  • Speed – 22 Knots
  • Passenger Cabins – 2,137
  • Outside Cabins – 1,759
  • Inside Cabin – 378
  • Restaurants – 18
  • Bars & Lounges – 12

Yang Mewah dari Spectrum Of The Seas

Fasilitas-Spectrum-Of-The-Seas

Img Credit: Royal Caribbean International

  1. Spectrum menawarkan kelas pertama area eksklusif suite khusus dari Royal Caribbean, eksklusif suite ini menyajikan akomodasi suite Golden dan Silver pribadi yang berada di ujung depan geladak 13 hingga 16 kapal. Para pelancong yang memesan suite mewah ini akan memiliki akses kartu kunci khusus, lift pribadi dan restoran serta lounge mewah. Selain berbagai fasilitas eksklusif, para tamu juga akan memiliki akses ke The Balcony – ruang luar pribadi untuk berjemur dan bersantai di daerah tersebut. The Balcony menawarkan pemandangan terbaik di atas kapal. Ada juga The Boutique, adalah area tempat perbelanjaan bagi para wisatawan.
  2. Ultimate Family Suite dua tingkat seluas 260 m² yang dapat menampung hingga 11 orang. Ruang ini terdapat 3 tempat tidur suite termasuk kamar tidur utama dan dua kamar tidur tambahan untuk anggota keluarga lainnya. Bagi anak-anak terdapat ruang ramah anak tersendiri di lantai atas, lengkap dengan in-suite slide atau perosotan anak yang akan membawa mereka langsung ke ruang tamu di bawah. Selain itu terdapat juga ruang rekreasi yang dilengkapi dengan peralatan surround-sound untuk karaoke, nonton film, atau bermain video game.
  3. Konsep makan inovatif Sichuan Red – Menyajikan santapan spesial dari Sichuan, Cina, ruang teh tradisional Leaf and Bean serta ruang tamu kafe menawarkan berbagai teh tradisional Cina, serta minuman dan makanan kahs Cina lainnya.
  4. SeaPlex, ruang olahraga besar yang dilengkapi permainan keluarga seperti bumper cars, roller skating dan basket.
  5. Ikonik Sky Pad, virtual reality (VR), bermain trampolin bungee yang terletak di bagian belakang kapal, kapsul kaca untuk pemandangan panorama bawah laut, simulator skydiving dan simulator selancar FlowRider.
  6. Two70 dengan jendela luas yang menawarkan pemandangan lautan 270 derajat. Two70 ini menampilkan teknologi khas Vistarama, yang mengubah jendela panorama menjadi permukaan proyeksi yang menampilkan pertunjukan digital spektakuler.

Spectrum Of The Seas dapat menampung hingga 4.246 tamu di hunian ganda dan 1.551 kru kapal. Spectrum akan menjadi kapal pesiar terbesar dan termahal di Asia. Home port kapal ini di Shanghai, Cina dan menurut rencana akan dibawa kesana pada 3 Juni 2019 mendatang.

Namun sebelum ke Shanghai, Spectrum akan berlayar membawa tamu dari Global Odyssey selama 46 malam dengan rute pelayaran dari Barcelona, Spanyol ke Shanghai, Cina dengan singgah di beberapa pelabuhan menarik seperti Aqaba, Yordania; Dubai, Uni Emirat Arab; Muscat; Oman, Cochin, India dan Georgetown, Malaysia.

Rute-Spectrum-Of-The-Seas

Img Credit: Royal Caribbean International

Setelah itu kapal ini akan berada di home port awalnya untuk menawarkan liburan khusus lainnya bagi para pelancong.

Continue Reading

Featured

Superyacht Equanimity Skandal 1MDB Dibeli Operator Kasino Genting Malaysia.

Published

on

By

Superyacht-Equanimity

Indoseafarers.com, Jakarta – Masih ingat Kapal pesiar kelas menengah mewah, Superyacht Equanimity yang disita Bareskrim Polri pada Februari 2018 di perairan Bali? Kapal pesiar menengah mewah yang disita penyidik Bareskrim Polri untuk FBI karena kasus korupsi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB)?

Kapal tersebut hari ini (4/4/19) sudah disetujui atau disepakati oleh pengadilan di Kuala Lumpur untuk dijual dan dilepas kepada operator kasino Genting Malaysia Berhad seharga US$126 juta atau sekitar Rp1,7 triliun.

Seperti dilansir Channel NewsAsia, menurut Jaksa Agung Malaysia, Tommy Thomas, penjualan kapal pesiar bernama Equanimity atau Superyacht Equanimity, kapal dengan panjang 91,50 m (300,2 kaki) itu sudah disetujui oleh pengadilan di Kuala Lumpur. Proses pembayaran dan penyerahan kapal akan dilakukan oleh pengadilan pada akhir April.

Jaksa Agung Tommy mengeluarkan penyataan bahwa “Penawaran ini adalah yang terbaik setelah lima bulan masa penawaran sejak Oktober 2018, sejak Equanimity pertama kali ditawarkan. Kami menerima banyak penawaran, tetapi sedikit yang menawar di atas US$100 juta,”.

Equanimity dipindahkan ke Malaysia melaluli Batam pada Agustus 2018 setelah ditangkap oleh otoritas Indonesia atas permintaan Departemen Kehakiman AS (US Department of Justice). Kapal tersebut disita karena pemerintah Malaysia menuduh bahwa kapal tersebut dibeli menggunakan uang yang dikorupsi dari dana negara 1MDB. Kapal tersebut saat ini ditambatkan di Pelabuhan Klang, Malaysia, di daerah Angkatan laut Malaysia. Thommy menegaskan, “Angkatan Laut, bersama dengan Polisi Malaysia, memastikan keamanan dan keselamatan Kapal saat ditahan, bahkan dengan hati-hati mengawalnya selama uji coba laut oleh calon pembeli.”

Dana negara Malaysia 1MBD saat itu diadakan pada tahun 2009 dengan tujuan untuk membantu pembangunan ekonomi di negara tersebut namun dilaporkan bahwa miliaran dolar telah digelapkan. Kasus ini melibatkan Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak yang kemudian menghadapi persidangan atas dugaan keterlibatannya dalam skandal keuangan tersebut. Tokoh kunci lain dalam kasus ini adalah Low Taek Jho, alias Jho Low, ia adalah pemilik Superyacht itu.

Jho diduga membeli Equanimity seharga US$250 juta, Jho Low sendiri hingga saat ini masih buron.

Equanimity adalah superyacht pertama yang dibangun dengan standar Passenger Yacht Code (PYC). Kapal ini dapat menampung hingga 26 pelancong dan 28 anggota awak. Menggunakan Mesin diesel MTU 20V4000 M73, 4.828 hp, dengan kecepatan tertinggi 19,5 knot. Jika kapal ini menggunakan kecepatan jelajah sebesar 16 knot, maka ia dapat menjangkau daerah lebih jauh lagi karena kapasitas total tangki bahan bakarnya hingga 271.000 liter atau 271 ton.

Equanimity-Superyacht

Superyacht Equanimity

Diluncurkan di Belanda pada tahun 2014, Equanimity dibangun di galangan Oceanco, Alblasserdam, Belanda. Saat pembangunan kapal, Oceanco, spesialis dalam membangun kapal pesiar khusus (yacht) yang panjangnya 80 hingga 140 meter sebagai yang bertanggung jawab untuk desain eksterior superyacht tersebut sedangkan Winch Design spesialis desain untuk kapal pesiar, pesawat terbang dan properti bertanggung jawab untuk desain interior.

Superyacht Equanimity dilengkapi dengan interior dari marmer dan berlapis emas, spa, sauna, serta kolam renang sepanjang 20 meter. Didalammya ada juga bioskop serta landasan untuk helikopter.

Continue Reading

Internasional

Kapal Pesiar MV. Sun Princess Dengan 2.191 Penumpang Singgah di Lombok

Published

on

MV.-Sun-Princess

Indoseafarers.comMV. Sun Princess, kapal pesiar buatan tahun 1995 yang dioperasikan oleh Princess Cruises pada Jumat (15/3/19) kemarin mengunjungi Pelabuhan Lembar di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rute pelayaran MV. Sun Princess dimulai dari Darwin, Australia yang akan menuju ke Pelabuhan Phu My di Ho Chi Minh City, Vietnam dengan menyinggahi Lombok.

2.191 Wisatawan disambut tarian adat Lombok, ‘gendang beleq’.

Wisatawan dari Kapal Pesiar MV. Sun Princess

Wisatawan dari Kapal Pesiar MV. Sun Princess.

Faruq Hidayat, selaku Sekretaris Perusahaan Pelindo III menyampaikan bahwa cruise tersebut membawa 2.191 penumpang turis mancanegara dengan 855 orang kru kapal. Panjang badan kapal tersebut mencapai 261 meter dengan tinggi 56 meter dan berbobot hingga 77.441 gross tonnage.

Wisatawan Kunjungi Lombok

Faruq Hidayat melanjutkan, dengan melihat kapasitas penumpang dan ukuran kapal, ia melanjutkan MV. Sun Princess tergolong cruise mewah dan dioperatori oleh operator berpengalaman, Princess Cruises.

“Hal ini menunjukkan Pulau Lombok tetap menjadi destinasi wisata pilihan di industri wisata kapal pesiar,” katanya dalam siaran pers, Jumat (15/3).

Selain itu, Kapala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal juga mengatakan, selama berada di Lombok ribuan wisatawan ini akan berkunjung ke delapan destinasi wisata di Lombok.

“Kali ini paketnya adalah one day tour, paket satu hari berada di Lombok,” kata Faozal di Pelabuhan Lembar, Jumat (15/3/2019).

Menurut rencana, 2.191 Wisatawan tadi akan berkunjung ke beberapa destinasi wisata seperti di Lombok seperti museum, pasar seni Sesela, Pura Lingsar, Taman Narmada, Senggigi dan Desa Adat Sade, hingga menikmati keindahan pantai di kawasan Mandalika dan Gili Trawangan. Faozal mengatakan, ini adalah kapal pesiar keenam yang masuk ke Lombok sepanjang tahun 2019, pascagempa mengguncang Lombok Juli 2018.

Faozal menegaskan, memang pascagempa jumlah wisatawan menurun dibanding dengan tahun-tahun sebelum gempa. Tetapi tidak ada pembatalan paket kapal pesiar sepanjang tahun 2019 ini.

“Memang jumlahnya menurun dari tahun sebelumnya. Itu wajar saja karena mereka menunggu apakah kita selesai recovery atau belum,” kata Faozal.

Sebagai informasi bahwa penyelenggaraan kunjungan kapal pesiar ke Indonesia, operatornya adalah PT. Pelindo III. Catatan Pelindo III tahun ini akan ada 153 kunjungan kapal pesiar ke Indonesia.

Untuk Lombok sendiri, berdasarkan data Pelindo III, jumlah kunjungan cruise di Pelabuhan Lembar pada tahun 2017 sebanyak 8 kapal. Kemudian meningkat tipis menjadi 9 kapal di tahun 2018. Pada tahun 2019 ini ditargetkan akan ada 14 kapal pesiar internasional yang berlabuh di gerbang laut pariwisata Pulau Lombok tersebut.

Operator kunjungan di Lombok adalah Paradise, Paradise mencatat, ada sekitar 5.000 wisatawan mancanegara masuk ke Lombok sejak awal tahun ini.

“25 Maret masih ada kapal lagi, dalam waktu dekat kurang lebih ada 11 kapal yang sudah konfirmasi akan ke Lombok,” kata Heri Nur Cahyono, tour operator Lombok Paradise.

Menurut Heri, dengan kedatangan wisatawan mancanegara menunjukkan bahwa Lombok sudah layak untuk dikunjungi. “Tamu-tamu bule saja berani datang ke Lombok apalagi tamu domestik. Saya berharap Lombok lebih bangkit lagi dan lebih banyak tamunya,” tambah Heri.

Faozal meninjau langsung di pelabuhan guna menunjang lancarnya kunjungan ­cruise, ia juga menambahkan, Dinas Pariwisata Provinsi NTB selalu bekerjasama dengan instansi terkait untuk melakukan penyiapan 3A yakni atraksi, amenitas, aksesibilitas atau ragam atraksi wisata, fasilitas penujang akomodasi, dan konektivitas infrastruktur untuk mencapai destinasi.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Offshore News

Offshore Vessel

Featured News