Connect with us

Dalam Negeri

Pertamina Siap Sewakan FSO (Floating Storage & Offloading) untuk Produsen FAME

Published

on

FPSO OSX 1 Rio de Janeiro

Indoseafarers.comPT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapan untuk menyewakan FSO (Floating Storage & Offloading) kepada produsen bahan bakar nabati. Namun demikian, terkait kemungkinan pembiayaan sewa FSO ini nantinya akan menggunakan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit dimana saat ini masih menunggu hasil kajian dari pemerintah.

Alfian Nasution selaku Senior Vice President of Shipping Pertamina menyatakan bahwa pemerintah belum memutuskan beban biaya penyewaan kapal. “Itu keputusan pemerintah, yang jelas ada alokasi dana untuk kegiatan distribusi,” kata dia di Jakarta, Senin (19/11).

Menurut rencana, penyewaan FSO untuk APROBI (Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia) rencananya akan dilakukan secara business to business (B to B). Adapun skema baru penyaluran 112 titik menjadi 25 titik juga akan mulai diberlakukan mulai 1 Januari 2019.

Sebelumnya, Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan menyatakan perhitungan biaya sewa kapal sebagai floating storage lebih murah ketimbang mendistribusikannya ke 112 titik lokasi.

“Teorinya, tidak sebesar biaya pengiriman langsung, lebih baik ke titik yang lebih kecil,” kata Paulus di Jakarta, Senin (19/11).

Penyederhanaan pengiriman untuk 112 titik menjadi 25 lokasi mulai tahun depan bakal memudahkan rantai distribusi. “Itu untuk suplai 120 ribu kiloliter ke Balikpapan yang bakal bergerak ke wilayah timur,” ujarnya.

Kapal milik Pertamina berkapasitas 35 ribu kiloliter. Sementara tangki terapung di Balikpapan bakal berkapasitas sebesar 70 ribu kiloliter. Sehingga produsen bahan bakar nabati nantinya bakal mengirimkan FAME setiap dua minggu sekali.

Pernah bekerja sebagai Senior Service Engineer di PT. Wartsila Indonesia. Saat ini dia masih aktif berlayar sebagai Chief Engineer di perusahaan pelayaran Offshore Indonesia, dengan pekerjaannya saat ini tidak membuatnya berhenti menyalurkan hobinya sebagai salah satu admin dan penulis di Indoseafarers.com. Saling berbagi sesuatu yang menurutnya bermanfaat adalah merupakan salah satu impiannya. :)

Dalam Negeri

Tempuran Emas Tbk (TEMAS) berencana beli 3 Kapal Lagi

Published

on

Tempuran-Emas-(TEMAS)-Siap-Beli-3-Kapal-Lagi

Jakarta, Indoseafarers.com – PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TEMAS) atau Temas Line berencana beli 3 kapal tambahan dalam upaya untuk memperluas national network di tahun 2019 serta untuk mencapai target pendapatan di tahun ini sebesar Rp2,6 triliun.

Dari 3 unit kapal yang akan dibeli, Perseroan akan membeli 1 unit kapal dengan kapasitas volume pengangkutan 2.700-4.000 TEUs dan 2 unit lainnya berkapasitas 300-400 TEUs.

Selain target pendapatan Rp2,6 triliun Temas di tahun 2019 yang naik dari tahun 2018 sebesar Rp2,3 triliun, PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk juga melakukan kerja sama operasional (KSO) dengan perusahaan pelayaran Container Service Mentari Line, dengan KSO ini maka pelabuhan yang dilayani TEMAS di tahun 2019 bertambah menjadi 82 unit dari saat ini 41 pelabuhan.

Direktur Utama PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk Sutikno Khusumo mengatakan bahwa KSO ini akan meningkatkan konektivitas antarpulau.

“Perseroan ingin berkontribusi pada program pemerintah terkait pemeraraan ekonomi, khususnya di daerah-daerah 3TP (terluar, terpencil, terbelakang dan perbatasan),” ujar Sutikno Khusumo usai RUPS Tahunan perseroan di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Sutikno juga menambahkan bahwa sejauh ini tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren positif yang menandakan adanya peningkatan daya beli. “Hal ini berpeluang positif juga bagi kami, karena akan berdampak pada peningkatan volume angkutan peti kemas untuk distribusi barang,” papar Sutikno Khusumo.

Disisi lain, Direktur PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk Faty Khusumo mengungkapkan, untuk meningkatkan pelayanan dengan cakupan 82 pelabuhan,

“Selain itu, ada tambahan empat unit QC dan enam unit RTG serta kontainer. Untuk semua tambahan kapal tersebut, kami akan membelanjakan Rp 750 miliar,” ungkap Faty Khusumo.

Sebagaimana diketahui, pada 2018 TMAS mencatatkan pendapatan senilai Rp2,32 triliun atau meningkat 16 persen. Sedangkan, laba bersih di 2018 sebesar Rp34,82 miliar.

Sepanjang kuartal I-2019 mencatatkan peningkatan kinerja baik dari sisi pendapatan maupun laba. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada hari ini, perusahaan ini mencatat kenaikan pendapatan 8,94% dari Rp 558,25 miliar menjadi Rp608,16 miliar.

Pendapatan jasa pelayaran dan bongkar muat yang berasal dari pihak ketiga masih mendominasi pendapatan, jasa pelayaran mencatat Rp 404,02 miliar dan jasa bongkar muat mencapai Rp 223,5 miliar. Sedangkan jasa pelayaran pihak berelasi hanya berkontribusi sebesar Rp 13,28 miliar.

Beban jasa neto tercatat stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 510,85 miliar, sedangkan laba usaha tercatat naik dari Rp 64,05 miliar menjadi Rp 72,62 miliar.

Laba periode berjalan juga naik 24,68% dari Rp 33,94 miliar menjadi Rp 42,32 miliar dengan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 42,25 miliar.

Total aset perusahaan mengalami peningkatan sebesar Rp 3,54 miliar dibandingkan akhir tahun lalu menjadi Rp 2,84 triliun. Total aset lancar mengalami peningkatan Rp 42,2 miliar, sedangkan total aset tidak lancar turun Rp 38,66 miliar.

(Sumber: beritasatu.com dan kontan.co.id)

Continue Reading

Dalam Negeri

Untuk Tujuan Ekspansi Bisnis, BULL Bakal Beli Kapal Lagi

Published

on

By

PT-Buana-Lintas-Lautan-Tbk-(BULL)-Berencana-Beli-Aframax-Tanker

Indoseafarers.com – Jakarta – Dalam rangka ekspansi bisnis perusahaan, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) akan melakukan Right Issue atau akan menerbitkan sebanyak-banyaknya saham baru dari total saham yang tercatat dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). BULL berencana akan menerbitkan 3,40 miliar saham baru atau 31,78% dari total saham yang tercatat, total dana segar ditargetkan mencapai Rp 935 miliar.

Dana segar yang diraup akan digunakan untuk menambah armada kapalnya untuk memenuhi kebutuhan pengangkutan kapal minyak dan gas di dalam negeri. Namun Direktur Utama BULL, Wong Kevin berencana menambah armadanya dengan membeli sejumlah kapal bekas yang memiliki kapasitas di atas 70 ribu dwt untuk meningkatkan margin.

“Kita tidak akan beli kapal baru karena resiko besar. Kita juga akan fokus ke kapal lebih besar karena margin lebih besar 70-77% kalau kapal kecil 20-25%,” ungkapnya.

Kevin juga menambahkan bahwa penambahan dua kapal tersebut untuk menampung permintaan sewa kapal dari PT Pertamina (Persero).

Seperti yang dilansir oleh wartaekonomi, Kevin menambahkan “Rencananya menambah 1 kapal handysize dan 1 kapal aframax dalam waktu dekat. Mungkin ada penambahan kapal lain sesuai dengan kebutuhan Pertamina,” katanya, di Bandung, Sabtu (23/2/2019).

Kucurnya dana segar ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang berlangsung di Sampoerna Strategic Square Jakarta, Kamis (4/4/2019). Namun, dalam RUPSLB yang berlangsung hari ini, pemegang saham menyetujui tidak ada pembagian dividen.

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) saat ini memiliki 18 kapal dengan total kapasitas mencapai 883,361 dwt dengan usia rata-rata 18 tahun. Kapal-kapl itu diantaranya: 13 kapal Tanker (Kapal minyak), 3 kapal yang memuat kargo gas, 1 kapal FPSO dan 1 kapal lainnya adalah Chemical (kimia). Dengan adanya tambahan dua kapal nanti maka di akhir tahun ini armada perseroan akan menjadi sebanyak 20 kapal.

Soal dana segar yang akan didapati BULL, penjamin surat utangnya adalah 10 anak usaha perseroan yakni:

  1. PT Berlian Dumai Logistik
  2. PT Citrine Maritime
  3. PT Diamond Maritime
  4. PT Emerald Maritime
  5. PT Gemilang Bina Lintas Tirta
  6. PT Nusa Bhakti Jayaraya
  7. PT Pearl Maritime
  8. PT Ruby Maritime
  9. PT Sapphire Maritime
  10. PT Topaz Maritime.

*Dirangkum dari berbagai sumber.

Continue Reading

Breaking News

KM Bayu Permata Pembawa Logistik Pemilu Kandas di Bintan

Published

on

Kapal-KM-Bayu-Permata-yang-membawa-logistik-Pemilu-Kandas-di-Bintan

Indoseafarers.com – Kapal Motor (KM) Bayu Permata, kapal pembawa 26 koli logistik berisi Formulir C2, C7, Formulir Model DAA.1 dan Formulir Model DA.1 untuk Pemilu 2019 yang diperuntukan bagi Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau kandas di peraiaran Pulau Rusa, Kabupaten Bintan pada Jumat (29/3/2019).

kapal-km-bayu-permata-yang-kandas-di-peraiaran-pulau-rusa

Kepala Seksi Operasional Kantor Pencarian dan Keselamatan Tanjungpinang, Eko Suprianto, pada Jumat mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Polres Bintan, logistik pemilu itu dititipkan CV Anton Natuna ke Kapal Motor Bayu Permata.

Eko melanjutkan, Kantor Pencarian dan Pertolongan kelas A Tanjungpinang mengerahkan KN Bhisma menuju lokasi, dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

“Selanjutnya logistik Pemilu 2019 dipindahkan ke Kapal Kawai Ranai 1 untuk dibawa ke Ranai, Natuna. Sementara Kapal Bayu Permata yang kandas akan kembali ke Tanjungpinang untuk diperiksa kerusakannya,” tutupnya.

Disisi lain, Budi Cahyadi, selaku Kepala BNPP Kelas A Tanjungpinang  mengatakan bahwa informasi ini pertama kali didapat dari Sat Intelkam Polres Bintan. Saat itu juga tim SAR gabungan yang terdiri dari Satpolair Polres Bintan, personil Polsek Bintan Timur dan BNPP kelas A Tanjungpinang langsung berupaya melakukan evakuasi awak kapal dan logistik.

“Kejadian ini terjadi saat Mualim 1 KM Bayu Permata dan juru mudi melewati perairan Pulau Rusa Kecamatan Bintan Timur. Namun, tiba-tiba kapal ini hilang kendali sehingga mengakibatkan kapal kandas,” kata Budi melalui pesan singkat, Jumat.

Dilanjutkan bahwa untuk kru kapal tidak ada yang terluka.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Offshore News

Offshore Vessel

Featured News