Kapal Riset Kementerian ESDM KR Geomarin III

Persiapan Seismic 2D di Laut Arafura dan NTT, KR Geomarin III Lakukan Sea Trial

Indoseafarers.com – Sebagai persiapan penelitian di laut Arafura, Papua, kapal Riset Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) KR Geomarin III melakukan uji coba (sea trial). Uji coba ini dilakukan di Selat Sunda, Selat yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera di Indonesia, serta menghubungkan Laut Jawa dengan Samudera Hindia.

Menurut rencana, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (PPPGL), Badan Litbang Kementerian ESDM akan melakukan penelitian identifikasi cekungan sedimenter di dua perairan, yaitu Perairan Arafura, Papua dan OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion) di perairan Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan penelitian ini guna mendukung penyiapan wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (Migas).

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Publik Kementerian ESDM Sujatmiko mengatakan, pada sea trial ini, dilakukan juga uji coba peralatan survei yang digunakan untuk pengambilan data geologi dan geofisika kelautan. Salah satu metode survei yang digunakan dalam penelitian ini adalah Survei Seismik dua dimensi (2D).

“Survei seismik 2D merupakan survei dengan menggunakan peralatan seismik multikanal untuk mengetahui potensi sumber daya geologi dan luasan potensi sistem petroleum,” ujar Sujatmiko melalui pers rilis, Minggu (6/8/2017).

Di samping seismik 2D, dilakukan juga survei dengan menggunakan marine gravity meter. Gravuty meter (Gravimeter) merupakan instrumen yang digunakan dalam gravimetri untuk mengukur medan gravitasi lokal dari bumi. Alat ini mempunyai daya tarik tersendiri, karena hasil yang diperoleh yaitu data tentang model dan dimensi cekungan migas.

Sebuah gravimeter adalah jenis accelerometer, khusus untuk mengukur percepatan penurunan konstan gravitasi, yang bervariasi sekitar 0,5% di atas permukaan bumi.

Menggunakan alat ini akan menambah pemahaman tentang sistem petroleum yang merupakan konsep penting dalam bidang migas. “Peralatan ini membuka peluang besar untuk jasa layanan PPPGL di bidang eksplorasi migas,” katanya.

Sujatmiko menambahkan, informasi awal geologi tersebut dapat menghemat pembiayaan yang dikeluarkan untuk eksplorasi.

Dengan keterbatasan data dan informasi mengenai tatanan geologi dan geofisika, khususnya di wilayah perairan Laut Arafura, selatan Papua, maka penelitian cekungan sedimen yang dilakukan PPPGL diharapkan dapat menambah data dan informasi untuk mendukung penyiapan WK Migas.

Selain melakukan penelitian Identifikasi Cekungan sedimenter untuk mendukung penyiapan WK Migas, dilakukan juga pengambilan data temperatur air laut sebagai identifikasi data potensi OTEC.

“OTEC merupakan bagian dari energi baru terbarukan dan bersumber dari perbedaan temperatur air laut yang mudah ditemukan pada perairan laut tropis,” katanya.

Potensi OTEC di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia, tersebar di pantai barat Sumatera, Selatan Jawa, Sulawesi, Maluku Utara. Bali dan Lembata NTT. PPPGL telah mengkaji dan meneliti potensi OTEC pada 17 lokasi sebesar 41 GW.

Selain itu, potensi energi panas laut di perairan Indonesia diprediksi menghasilkan daya sekitar 240.000 MW. Indonesia bagian timur memiliki nilai T (perbedaan suhu) lebih besar dari Indonesia bagian barat.

Spesifikasi teknis KR Geomarin III:

  • Scientist and Technicians 29 orang
  • Total Complement onboard 51 orang
  • Length overall 61,7 m
  • Length between perpendiculars 55.00 m
  • Breadth moulded 12 m
  • Depth moulded 6 m
  • Draught design 3,7
  • Gross Register Tonnage 1300 GT
  • Maximum speed 13,5 knot
  • Service speed 12,5 knot.
  • Survey speed 4 knot.
  • Range at speed of 12,5 knot 5400 miles.
  • Endurance 30 hari
  • Control manoeuvre DP-1
  • Main engine 2 x 1000 HP
  • Propeller 2 x 4 blades CPP
  • Main generator 3 x 350 kW
  • Fuel oil tank (100%) 267 m3
  • Lub. oil tank (100%) 11 m3
  • Fresh water tank (100%) 124 m3
  • Ballast water tank (100%) 110 m3
  • Food/consumable/miscellaneous 17 Ton

KR Geomarin III dilengkapi dengan peralatan survei antara lain:

  • Dual Frequency Echo-sounder
  • Medium To Low Frequency Multi beam Echo-sounder
  • Chirp Deep Sea Sub-bottom Profiler
  • Side Scan Sonar
  • Magnetometer
  • Gravity meter
  • 2D Seismic System 480 Channel
  • 2D Seismic Navigation System
  • Onboard Seismic Data Processing
  • Sediment Coring System dan Onboard Laboratories

Sumber: Kabar News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *