Berita Offshore & Pelaut Indonesia.

Pengembangan Lapangan Gas Bison, Iguana, dan Gajah Puteri (BIGP) Telah Dimulai

0 41

Indoseafarers.com – Industri hulu migas nasional pada kuartal keempat tahun 2017 ini masih terus bergerak, pengembangan lapangan-lapangan gas yang ada terus digiatkan terutama pada blok atau laut Natuna. Pengembangan tiga lapangan gas laut Natuna saat ini adalah lapangan Bison, Iguana, dan Gajah Puteri (BIGP) yang terletak di Kepulauan Anambas.

Proyek pengembangan lapangan gas tersebut dioperasikan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) Premier Oil Natuna Sea BV ini merupakan kelanjutan dari pengembangan gas di Wilayah Kerja Natuna Sea Block “A”.

Kontrak jasa pembangunan telah ditandatangani Engineering Procurement Construction and Installation (EPCI) antara Premier dengan kontraktor pelaksana PT Timas Suplindo pada tanggal 10 Oktober 2017 lalu.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher, Kamis (12/10) mengatakan: “Ini merupakan progress penting bagi proyek tersebut, sekaligus menunjukkan bahwa industri hulu migas Indonesia masih menggeliat meskipun harga minyak dunia belum sepenuhnya pulih,”

Lingkup pekerjaan EPCI tersebut juga termasuk pekerjaan modifikasi di fasilitas Anjungan Pelikan WHP, Naga WHP, GB CPP dan AGX . Proyek tersebut meliputi pengembangan 3 sumur subsea masing-masing di Lapangan Bison, Iguana dan Gajah Puteri, pada kedalaman sekitar 80 m dari permukaan laut.

Produksi dari Lapangan Bison dan Iguana akan dialirkan melalui pipa masing-masing sejauh 8 km dan 6 km ke menuju Anjungan Pelikan sebelum diteruskan ke fasilitas Gajah Baru CPP untuk diproses. Sedangkan produksi dari Lapangan Gajah Puteri akan dialirkan melaui pipa sejauh 42 km ke Anjungan AGX dengan sistem kontrol dari Anjungan Naga.

Baca Juga

Proyek Pengembangan Gas BIGP ini akan menambah cadangan gas sekitar 80 BCF, dengan produksi maksimum sebesar 60 MMscfd dan produksi kondensat sekitar 1100 bopd.

Proyek tersebut diharapkan selesai pada akhir kuartal ketiga tahun 2019 untuk memenuhi komitmen penjualan gas yang telah ada.

Disisi lain, produksi minyak mentah tanah air diperkirakan tidak dapat mencapai target, hal ini berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

menurut data ESDM, produksi minyak nasional per Rabu lalu (4/10/2017) berada di level 780.942 barel per hari (bph), realisasi produksi rata-rata setiap bulan capai 784.395 bph atau lebih rendah dari rata-rata produksi tahunan yakni 805.451 bph.

Sumber: skkmigas.go.id

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Facebook Comments
Loading...