Connect with us

By Company

Miclyn Express Offshore (MEO) Dapat 2 Tahun Kontrak Untuk Kapal Mermaid Nusantara

Published

on

Miclyn-Express-Offshore-Mermaid-Nusantara
Miclyn Express Offshore (MEO) Dapat 2 Tahun Kontrak Untuk Kapal Mermaid Nusantara

Indoseafarers.comMiclyn Express Offshore (MEO) mengumumkan bahwa perusahaan telah mencapai kesepakatan bersama Shelf Subsea (Shelf) untuk charter kapal DP/ Subsea Fleet Mermaid Nusantara. Kapal Pendukung Dive berbendera Indonesia.

Berdasarkan informasi di situs resmi Miclyn Express Offshore (MEO) Mermaid Nusantara akan di charter selama 2 tahun dengan opsi diperpanjang.

Shelf mengontrak Nusantara untuk menyediakan layanan Diving dan Remotely Operation Vehicle (ROV) terpadu kepada klien yang ada di seluruh Asia Pasifik.

“Kami memulai ekspansi kami ke Asia pada 2016 dan dengan senang hati menjamin Nusantara untuk membantu kami memperluas jangkauan dan penawaran layanan kami,” kata Ketua Shelf, John Edwards. ” Dia (Mermaid Nusantara) adalah kapal yang telah mengembangkan rekam jejak yang hebat di seluruh wilayah dan kami memiliki kepercayaan untuk melanjutkan operasinya yang sukses dalam kemitraan dengan tim MEO”.

“Nusantara telah mendapat permintaan tinggi dalam beberapa tahun terakhir, kapal ini telah bekerja untuk beberapa Perusahaan Minyak dan Kontraktor Tier 1 di seluruh Asia,” kata Adam Clayton, Kepala Unit Bisnis MEO. “Dia adalah spesifikasi sempurna untuk proyek mid water IRM di Asia dan kami sangat senang telah mencapai kesepakatan dengan mitra baru kami.”

Mermaid Nusantara adalah kapal pendukung subsea dengan Length Overall (LOA) 79,8 meter, DP2 dengan Electric Driven Voith Schneider Propellers, dibangun dengan 15 men Saturation Diving System with SPHL, 3 men Diving Bell (Through Moonpool), helideck dan 700m2 clear deck area. Kapal tersebut akan dilengkapi dengan 2 ROV selama dalam masa kontrak.

Berikut sedikit data dari Mermaid Nusantara

PRINCIPAL PARTICULARS

  • Year Built 2010
  • Place Built Drydocks World, Singapore
  • Design Conan Wu & Associates, Singapore
  • Flag Indoensia, Batam
  • Length Overall 79.80 m
  • Length BP 79.48 m
  • Breadth Moulded 20.40 m
  • Depth Moulded 8.00 m
  • Draft (max) 5.60 m GENERAL
  • Freeboard (SLL) 2400 mm

DP SYSTEM

  • DP2, Converteam DPS-2 , 2 DGPS, Sonardyne USBL, Taut Wire 500 m
  • Depth, Fanbeam, 3 Anemometers, 2 Motions Sensors, Independent
  • Joystick System

DIVING & ROV SYSTEMS

  • Diving System: 15 men Saturation Diving System with SPHL, 3 men Diving Bell (Through Moonpool)
  • Below Decks HeO2 Storage: 39 Kelly Tubes x 200 Bar, approx. 17000 m³, On Deck O2 Storage
  • Gas Reclaim Systems: DGRS and Chamber Gas
  • Air Diving System: Dual LARS, Air DDC
  • Work Class or Other ROV: Optional, install as required
  • SPHL: 1 x 15 Divers, 4 Crew, Flyaway pack
  • Helideck Details: 12.8 T, 22 m, Ready for SIKORSKY 78/Super Puma

Data lengkap Mermaid Nusantara dapat dilihat disini

Dia hanyalah seorang Pelaut yang juga masih aktif berlayar hingga saat ini. Hobinya yang gemar menulis dan membaca berita-berita terbaru, terupdate serta terhangat seputar Pelaut membuatnya memiliki ide untuk membuat situs ini bersama beberapa temannya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By Company

Tingkat Utilisasi Kapal Wintermar Offshore Naik Menjadi 65% Pada Akhir Juli 2018

Published

on

Grafik-Utilisasi-Kapal-Wintermar-Offshore

Indoseafarers.comPublic Expose Update tertanggal 28th August 2018 dari situs resmi PT. Wintermar Offshore Marine Tbk melaporkan bahwa tingkat utilisasi kapal Wintermar Offshore kembali naik menjadi 65% pada akhir Juli didukung oleh tingkat utilisasi Kapal High Tier yang mencapai 90%, sementara tambahan kontrak baru telah mendorong nilai kontrak yang dimiliki menjadi US$77juta pada akhir Juli dari US$69 juta pada akhir Juni 2018.

Sejak kuartal kedua 2018, telah lebih banyak kontrak dimulai, yang mendongkrak tingkat utilisasi armada, khususnya Mid dan High Tier. Rata-rata utilisasi armada hingga July 2018 tercatat 65%, dibandingkan 64% yang dicapai pada akhir kuartal kedua 2018.

Beberapa perpanjangan kontrak untuk satu atau dua tahun kedepan telah dilakukan pada bulan Juli, sementara ada juga beberapa tambahan kontrak baru yang didapat sehingga meningkatkan jumlah kontrak yang dimiliki menjadi sebesar US$77juta pada akhir Juli 2018 dibandingkan US$69juta pada akhir bulan sebelumnya.

Grafik-Kontrak-Kapal-Wintermar-Offshore

Grafik Kontrak Kapal Wintermar Offshore

Strategi Perusahaan dalam menurunkan tingkat hutang, mendorong rasio pembiayaan bersih ke level 34% pada akhir Juli 2018 dibandingkan 50% pada awal tahun. Hal ini akan memperbaiki arus kas perusahaan dimasa mendatang dan memberi Perusahaan keleluasaan dalam membuat keputusan strategis.

Prospek Industri “Offshore Support Vessels (OSV)”

Secara global, saat ini terdapat lebih banyak proyek hulu migas yang telah dimulai. Harga minyak tetap kuat dikarenakan kekhawatiran perang dagang antara China dan Amerika Serikat sebagaimana isu-isu politik membatasi pasokan dari Venezuela dan Iran. Tarif sewa kapal di Laut Utara telah mulai menguat.

Di Asia, sudah ada perbaikan berkelanjutan pada utilisasi Rig yang ditunjukkan pada grafik dibawah. Namun, dikarenakan masih banyaknya kapasitas tersedia yang ditawarkan oleh Armada Lepas Pantai Asia, tetapi tarif sewa masih tetap lebih rendah dari yang diharapkan, walaupun titik terendah telah terlewati.

Di Indonesia, terjadi penundaan sampai akhir tahun 2018 dari beberapa kontrak jangka waktu lebih panjang yang sebelumnya diharapkan mulai di awal tahun ini. Ketika proyek-proyek ini dimulai pada awal tahun depan, kondisi penawaran yang berlebih akan berbalik, sehingga optimisme meningkatnya tarif sewa dapat terwujud tahun depan.

Prospek Industri “Offshore Support Vessels (OSV)”

Grafik-Prospek-Kapal-OSV-di-Asia

Grafik Prospek Kapal OSV di Asia

Continue Reading

By Company

Vallianz Holdings Limited Melihat Profit Perusahaan Terus Naik

Published

on

Vallianz-Holdings-Limited-Profit

Indoseafarer.com – Pendapatan bersih atau profit perusahaan offshore Vallianz holdings Limited pada kuartal kedua yang berakhir pada 30 September 2017 naik menjadi 5.3 juta US Dolar dari sebelumnya pada kuartal yang sama di tahun 2016 hanya 0.9 juta US Dolar.

Kenaikan profit Vallianz menurut CEO perusahaan, Ling Yong Wah, profit ini merupakan kenaikan yang sangat signifikan dimana sebelumnya perusahaan sempat goyah akibat pengaruh harga minyak dunia rendah.

Press Release resmi Vallianz tentang pendapatan bersih perusahaan dapat dilihat disini: http://vallianz.listedcompany.com/newsroom/20171106_192946_NULL_P3TMN7UNMYFQ5R33.1.pdf

Profit Vallianz Holdings Limited

Profit Vallianz Holdings Limited

Meskipun utilisasi kapal rendah selain kapal yang sedang beroperasi di wilayah Timur Tengah, namun kapal lain yang sedang beroperasi di wilayah timur tengah dengan kontrak jangka panjang dapat memberikan kontribusi pendapatan bagi perusahaan, selain itu juga kontrak yang sedang berlangsung merupakan kontrak panjang serta adanya beberapa kontrak baru lainnya.

CEO Vallianz Mr. Ling manambahkan bahwa, memang pasar minyak dunia telah menunjukan tanda awal pemulihan, namun sektor OSV (Offshore Support Vessel) yang ada saat ini masih tetap terlalu banyak, hal ini tentu akan menekan laju penggunaan kapal perusahaan dan juga kontrak-kontrak baru. Namun, terlepas dari latar belakang bisnis yang menantang ini, Vallianz telah melihat peningkatan kinerja operasional kuartal demi kuartal sejak September 2016.

Ini membuktikan “model bisnis tangguh” perusahaan yang berfokus pada kontrak kapal jangka panjang bersama perusahaan minyak nasional. “Ini juga merupakan bukti bahwa operasi kami di Timur Tengah dan upaya restrukturisasi terpadu berjalan dengan baik,” lanjut Ling.

Sebagai salah satu pemain OSV terbesar di Timur Tengah, Vallianz Holdings Limited yakin dapat memanfaatkan peluang bisnis dengan baik di wilayah tersebut.

“Kami terus berupaya meningkatkan daya saing kami di industri OSV melalui diferensiasi layanan dan armada kapal kami,” katanya.

Selain kontrak panjang yang sedang dijalani di wilayah Timur Tengah, perusahaan juga berencana untuk lebih fokus di masa depan untuk mendapatkan kontrak-kontrak lain di wilayah lain, seperti Asia Tengah.

Sebagai informasi, harga minyak dunia saat ini semakin membaik. Ini merupakan berita baik bagi dunia offshore terutama pelaut yang bekerja di kapal-kapal offshore. Harga minyak saat berita ini diturtunkan berada pada 63.56 USD/bbl untuk Brent Crude (ICE), sedangkan WTI Crude Oil (Nymex) berada di angka 56.96 USD/bbl.

Continue Reading

By Company

ConocoPhillips Raih Profit Pada Harga Minyak Mentah Yang Lebih Tinggi

Published

on

Conoco-Phillips
ConocoPhillips Kembali Meraih Profit Pada Harga Minyak Mentah Yang Lebih Tinggi

Indoseafarers.com – ConocoPhillips, perusahaan minyak dan gas yang berbasis di Amerika Serikat kembali memperoleh keuntungan pada kuartal ketiga 2017 dari kenaikan harga minyak mentah. Namun demikian, ConocoPhillips tetap memutuskan untuk mengurangi anggaran modal selama tahun ini.

Melalui situs resminya, ConocoPhillips melaporkan pendapatan kuartal ketiga tahun ini sebesar $420 juta dibandingkan dengan kuartal ketiga di tahun 2016 perusahaan merugi sebesar $1.04 Miliar.

Tidak termasuk spesial items, pendapatan disesuaikan kuartal ketiga 2017 adalah $0,2 miliar dibandingkan dengan kerugian kuartal keempat 2016 yang disesuaikan sebesar $0,8 miliar.

News Release ConocoPhillips dapat dilihat disini: News Release.

Menurut perusahaan, pendapatan meningkat karena realisasi harga yang lebih tinggi, pengurangan atau pemangkasan biaya, biaya eksplorasi yang lebih rendah, dampak dari disposisi serta tidak adanya dampak item khusus dari perubahan fungsional mata uang pajak di APLNG serta biaya restrukturisasi.

Total harga realisasi perusahaan adalah $39,49 per barrel of oil equivalent (BOE), dibandingkan dengan $29.78 per BOE pada kuartal ketiga tahun 2016, yang mencerminkan tingkat realisasi rata-rata yang lebih tinggi di semua komoditas.

Ryan Lance, chairman dan chief executive officer, mengatakan: “Meskipun prospek harga komoditas telah meningkat, kami tetap berkomitmen terhadap strategi disiplin kami. Kami berfokus pada arus-arus kas bebas, keuntungan finansial yang kuat, penciptaan nilai pemegang saham dan distribusi melalui siklus. ”

Hasil kuartal ketiga 2017 ini tidak termasuk Libya dimana 1.202 ribu barrels of oil equivalent per day (MBOED), turun 355 MBOED dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Tidak termasuk dampak volume kuartal ketiga dari disposisi tertutup dan ditandatangani sebesar 58 MBOED pada tahun 2017 dan 429 MBOED pada tahun 2016, pada dasarnya produksi meningkat 16 MBOED, atau 1,4 persen.

Produksi perusahaan meningkat dari peningkatan beberapa proyek besar serta beberapa multi program pengembangan, yang lebih dari mengimbangi penurunan normal lapangan kerja serta waktu henti saat badai.

Prediksi perusahaan untuk produksi pada kuartal keempat atau dalam setahun penuh 2017 adalah masing-masing di 1,195 hingga 1,235 MBOED dan 1,350 to 1,360 MBOED.

Sedangkan modal belanja telah diturunkan menjadi $4,5 miliar, penurunan ini adalah pengurangan 10 persen dari panduan awal.

Perusahaan berharap dapat mengurangi hutang perusahaan sehingga menjadi kurang dari $20 miliar pada akhir tahun 2017, disisi lain Conoco juga mengharapkan dapat membeli kembali saham perusahaan dalam setahun penuh sebesar $3 miliar, mempercepat kinerja pada basis saham yang disesuaikan dengan hutang perusahaan.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Offshore News

Offshore Vessel

Featured News