Connect with us

Breaking News

Mantan Dirut PT Pertamina Jadi Tersangka Kasus Korupsi Blok Minyak Australia

Published

on

Mantan-Dirut-Pertamina-persero-Karen-Agustiawan

Indoseafarers.com – Karen Galaila Agustiawan, mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) periode 2009-2014 ditetapkan sebagai tersangka baru oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi investasi perusahaan di Blok Basker Manta Gummy (BGM) Australia tahun 2009. Kasus ini diduga merugikan keuangan negara hingga Rp 568 miliar.

Penetapan Karen sebagai tersangka dibenarkan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Muhammad Rum. Rum mengatakan bahwa penetapan tersangka Karen berdasarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Tap-13/F.2/Fd.1/03/2018 tanggal 22 Maret 2018. “Sampai sekarang sudah 67 saksi diperiksa oleh penyidik,” kata Rum pada Rabu, 4 April 2018.

Selain Karen, Kejagung juga menetapkan dua tersangka lain yaitu Chief Legal Councel and Compliance PT Pertamina (Persero), Genades Panjaitan dan mantan Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Frederik Siahaan. Ketiga tersangka dijerat menggunakan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 UU No.31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Adi Toegarisman di kantornya, Kamis (5/4) menegaskan penetapan Karen Agustiawan dan tiga mantan petinggi Pertamina lainnya sebagai tersangka sudah sesuai prosedur yang ada. Menurut Adi, terdapat dua alat bukti yang membuat Karen dan yang lainnya menjadi tersangka.

“Kemudian didapat pada saat proses itu, dua alat bukti permulaan. Yang berkaitan dengan itu kita tergambar, siapa yang bisa dipertanggungjawabkan. Salah satunya mantan direktur utama itu,” ujar Adi Toegarisman.


Karen Agustiawan, wanita kelahiran Bandung ini pada tahun 2011/2012 oleh majalah bisnis dan finansial Amerika Serikat Forbes. Forbes memasukan Karen sebagai yang pertama di dalam daftar Asia’s 50 Power Businesswomen. Setelah mengundurkan diri dari PT Pertamina, Karen menjadi guru besar di Harvard University, Boston, Amerika Serikat.
Lulus dari jurusan Teknik Fisika Fakultas Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung tahun 1983, Karen memulai kariernya sebagai profesional di Landmark Concurrent Solusi Indonesia sebagai business development manager (1998-2002), dan Halliburton Indonesia sebagai commercial manager for consulting and project management (2002-2006).

Sebelumnya, selain ketiga tersangka diatas, Kejagung telah menetapkan tersangka BK, mantan Manager Merger & Acquisition (M&A) Direktorat Hulu PT. Pertamina (Persero). “Sampai sekarang sudah 67 saksi diperiksa oleh penyidik,” kata Rum, Rabu (4/4).

Kasus itu berawal pada 2009, ketika Pertamina melakukan akuisisi (Investasi Non-Rutin) berupa pembelian sebagian aset milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia berdasarkan Agreement for Sale and Purchase-BMG Project tanggal 27 Mei 2009.

Dalam pelaksanaannya, ada dugaan penyimpangan dalam pengusulan investasi yang tidak sesuai dengan pedoman investasi dalam pengambilan keputusan investasi tanpa adanya studi kelayakan berupa kajian secara lengkap atau Final Due Dilligence dan tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris.

Akibatnya, peruntukan dan penggunaan dana sejumlah US$ 31.492.851 serta biaya-biaya yang timbul lainnya (cash call) sejumlah US$ 26.808.244 tidak memberikan manfaat ataupun keuntungan kepada Pertamina dalam rangka penambahan cadangan dan produksi minyak nasional.

Akibatnya PT Pertamina (Persero) dirugikan hingga sebesar US$ 31.492.851 dan Aus$ 26.808.244 atau setara dengan Rp 568.066.000.000 menurut perhitungan Akuntan Publik.

Masih aktif berlayar sebagai Chief Officer di salah satu perusahaan Offshore di Indonesia. Dalam kesibukan aktivitasnya, ia juga aktif menulis di situs ini.

Breaking News

Ini Spesifikasi Biodiesel B30 Yang Harus Dipenuhi

Published

on

Ini-Spesifikasi-Biodiesel-B30-yang-Harus-Dipenuhi

Indoseafarers.com -- Setelah berhasil dengan Biodiesel B20, dan uji coba implementasi serta penerapan Biodiesel B30 ditahun 2020 ini, pemerintah Indonesia sedang bekerja keras untuk memangkas impor bahan bakar minyak dari negara lain guna mencukupi kebutuhan energi nasional. Pemerintah juga telah menetapkan standar dan mutu (spesifikasi Biodiesel B30) berdasar Standar Nasional Indonesia (SNI) 7182: 2015 dibawah ini.

Baca: Implementasi Biodiesel B30 Resmi Sejak 23 Desember 2019

Spesifikasi Biodiesel B30 Yang Harus Dipenuhi:

  1. Massa jenis pada 40 derajat celcius harus memiliki 850 -- 890 Kg/m3
  2. Viskositas kinematik pada 40 derajat celcius harus memiliki 2,3 -- 6,0 mm2/s (cSt)
  3. Angka Setana menimal 51
  4. Titik nyala (mangkok tertutup) memiliki minimal 130 derajat celcius
  5. Korosi lempeng tembaga (3 jam pada 50 derajat celcius) harus nomor satu
  6. Residu Karbon dalam percontoh asli memiliki maksimal 0,05 %- massa; atau dalam 10% ampas ditilasi 0,3%- massa
  7. Termperatur distilasi 90% maksimal 360 derajat celcius
  8. Abu tersulfatkan maksimal 0,02%-massa
  9. Belerang maksimal 10 mg/kg
  10. Fosfor maksimal 4 mg/kg
  11. Angka asam maksimal 0,4 mg-KOH/g
  12. Gliserol bebas maksimal 0,02%-massa
  13. Gliserol total maksimal 0,24%-massa
  14. Kadar ester metil minimal 96,5%-massa
  15. Angka ioudium maksimal 115%-massa (g-12/100 g)
  16. Kestabilan oksidasi periode induksi metode rancimat 600 menit; atau periode induksi metode petro oksi 45 menit.
  17. Monogliserida maksimal 0,55%-massa
  18. Warna maksimal 3 dengan metode uji ASTM D-1500
  19. Kadar air maksimal 350 ppm dengan metode uji D-6304
  20. CFPP (Cold FIlter Plugging Point) maksimal 15 derajat celcius dengan metode uji D-6371
  21. Logam I maksimal 5 mg/kg dengan metode uji EN 14108/14109, EN 14538
  22. Logam II maksimal 5 mg/kg dengan metode uji EN 14538
  23. Total Kontaminan maksimal 20 mg/liter dengan metode uji ASTM D 2276, ASTM D 5452, ASTM D 6217.

Baca: Mengenal Biodiesel B20 Untuk Mesin Diesel di Kapal

Program Biodiesel B30 merupakan implementasi pertama didunia, Program biodiesel hingga nanti B100 merupakan bahan bakar masa depan. Energi terbarukan dibanding dengan energi berbasis fosil yang selama ini negara kita masih sangat bergantung pada energi ini. Energi fosil diperkirakan akan habis di tahun 2025 -- 2030.

Implementasi Biodiesel di beberapa negara. (image credit: Kementerian ESDM)

Tonton Video Menarik Tabrakan Kapal, Tenggelam, Terbakar

Continue Reading

Breaking News

Implementasi Biodiesel B30 Resmi Sejak 23 Desember 2019

Published

on

Biodiesel B20, Biodiesel B30

Indoseafarers.com -- Program Biodiesel B30 sudah diresmikan penerapannya oleh Presiden Joko Widodo di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) COCO  3112802 di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, pada Senin, 23 Desember 2019.

Tahukah kamu bahwa Indonesia masih bergantung pada energi berbasis Fosil? Ya, bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam masih menjadi sumber energi yang dominan di negeri ini.

Lalu bagaimana dengan persediaan energi fosil yang selama ini kita gunakan? Energi ini kian hari semakin berkurang, dan diperkirakan akan habis di tahun 2025.

Negara kita sedang dalam krisis energi, kebutuhan minyak mentah dalam negeri mencapai hingga 1,8 juta barel per harinya, sedangkan di tahun 2019, menurut data dari Trading Economics, produksi minyak bumi Indonesia berada pada angka 659 ribu bph (barel per hari). Ini berarti Indonesia harus mengimpor kekurangan kebutuhan per hari sebesar 1,1 juta barel.

Baca: Mengenal Biodiesel B20 Untuk Mesin Diesel di Kapal
Video: Ini Fakta-Fakta Tentang Biodiesel B20

Pertumbuhan konsumsi bahan bakar untuk minyak jenis solar tiap tahunnya meningkat sebesar 5 persen.

Konsumsi solar berdasarkan data Badan Pengelola Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), pada tahun 2019 sepanjang bulan januari mencapai 7,56 juta kiloliter (KL) atau 52 persen dari kuota yang ditetapkan.

Dengan kondisi seperti ini, tentunya akan menghambat pembangunan di Indonesia. Jika demikian akankah Indonesia terus bertahan dengan bahan bakar Fosil? Dimana jumlah penduduk yang terus bertambah dari tahun ke tahun dan pertumbuhan ekonomi yang tentunya harus terus meningkat dan sejalan dengan kebutuhan energi Indonesia?

Negara kita tentunya perlu strategi yang tepat dan cepat untuk menanggulangi krisis energi yang memadai dan berkelanjutan.

Sebenarnya, potensi energi terbarukan di Indonesia tersebar di seluruh wilayah, terdapat beragam sumber daya energi yang dapat menjadi solusi ketahanan energi nasional, sumber daya alam terbarukan.

Ya, salah satunya adalah Biodiesel. Biodiesel dihasilkan dari bioenergi yang didapat dari organisme biologis atau bahan organik. Secara umum, bioenergi menghasilkan tiga jenis sumber energi, yaitu: biofuel (biodiesel, bioetanol), biogas, dan biomassa padat (serpihan kayu, biobriket serta residu pertanian). Bioenergi menghasilkan listrik, bahan bakar transportasi serta panas. Bioenergi inilah yang diharapkan dapat menggantikan sumber energi fosil yang merupakan sumber energi yang tidak terbarukan.

Setelah sukses dengan Biodiesel B20, Presiden Joko Widodo pada Senin (23/12/2019) telah meresmikan implementasi program biodiesel 30 persen ( B30) di salah satu SPBU yang ada di Jakarta. Biodiesel B30 merupakan Implementasi B30 Pertama di Dunia. Setelah ujicoba menggunakan berbagai jenis kendaraan besar maupun super besar dengan puluhan ribu kilometer jarak yang ditempuh hasilnya sangat memuaskan.

Berikut hasil ujicoba kendaraan yang menggunakan Biodiesel B30 yang dikutip dari kementerian ESDM:

  • 1. Persentase perubahan daya/power, konsumsi bahan bakar, pelumas, dan emisi gas buang relatif sama antara bahan bakar B20 dan B30 terhadap jarak tempuh kendaraan bermesin diesel;
  • 2. Opasitas gas buang kendaraan pada penggunaan bahan bakar B30 masih berada di bawah ambang batas ukur dan tidak menunjukkan kenaikan yang signifikan;
  • 3. Kendaraan berbahan bakar B0, B30 (MG Biodiesel 0.4%) dan B30 (MG Biodiesel 0.55%) dengan waktu soaking (didiamkan) selama 3, 7, 14, dan 21 hari dapat dinyalakan normal dengan waktu penyalaan sekitar 1 detik;
  • 4. Kendaraan baru atau yang sebelumnya tidak menggunakan biodiesel cenderung mengalami penggantian filter bahan bakar lebih cepat di awal penggunaan B30 karena efek blocking, namun sesudahnya kembali normal.

Bagaimana dengan Spesifikasi Biodieseil B30 yang harus dipenuhi? Diambil dari situs resmi Kemeterian ESDM, pemerintah menetapkan pula standar dan mutu (spesifikasi) dalam pelaksanaan uji coba B30 berdasar SNI 7182: 2015, antara lain:

  • 1. Massa jenis pada 40 derajat celcius harus memiliki 850 -- 890 Kg/m3
  • 2. Viskositas kinematik pada 40 derajat celcius harus memiliki 2,3 -- 6,0 mm2/s (cSt)
  • 3. Angka Setana menimal 51
  • 4. Titik nyala (mangkok tertutup) memiliki minimal 130 derajat celcius
  • 5. Korosi lempeng tembaga (3 jam pada 50 derajat celcius) harus nomor satu
  • 6. Residu Karbon dalam percontoh asli memiliki maksimal 0,05 %- massa; atau dalam 10% ampas ditilasi 0,3%- massa
  • 7. Termperatur distilasi 90% maksimal 360 derajat celcius
  • 8. Abu tersulfatkan maksimal 0,02%-massa
  • 9. Belerang maksimal 10 mg/kg
  • 10. Fosfor maksimal 4 mg/kg
  • 11. Angka asam maksimal 0,4 mg-KOH/g
  • 12. Gliserol bebas maksimal 0,02%-massa
  • 13. Gliserol total maksimal 0,24%-massa
  • 14. Kadar ester metil minimal 96,5%-massa
  • 15. Angka ioudium maksimal 115%-massa (g-12/100 g)
  • 16. Kestabilan oksidasi periode induksi metode rancimat 600 menit; atau periode induksi metode petro oksi 45 menit.
  • 17. Monogliserida maksimal 0,55%-massa
  • 18. Warna maksimal 3 dengan metode uji ASTM D-1500
  • 19. Kadar air maksimal 350 ppm dengan metode uji D-6304
  • 20. CFPP (Cold FIlter Plugging Point) maksimal 15 derajat celcius dengan metode uji D-6371
  • 21. Logam I maksimal 5 mg/kg dengan metode uji EN 14108/14109, EN 14538
  • 22. Logam II maksimal 5 mg/kg dengan metode uji EN 14538
  • 23. Total Kontaminan maksimal 20 mg/liter dengan metode uji ASTM D 2276, ASTM D 5452, ASTM D 6217

Uji coba, uji performa kendaraan, monitoring serta evaluasi biodiesel B30 pada kendaraan bermesin diesel telah selesai dilakukan pada awal November 2019 lalu. Pelaksanaan mandatori B30 di tahun 2020 ini, jadi mesin diesel kapal siap-siap menggunakan bahan bakar ini.

Biodiesel bahan bakar masa depan, Implementasi B30 di Indonesia merupakan yang pertama di dunia!

Continue Reading

Breaking News

Peduli Coronavirus Java Offshore Sumbang PPE Ke RS Indonesia

Published

on

Bantuan-PPE-JavaOffhore-Coronavirus

Indoseafarers.com -- Pandemi Covid-19 atau Coronavirus disease hingga saat ini masih terus bergejolak, bahkan gelombang baru kasus Covid-19 diperkirakan akan lebih buruk dari gelombang pertama.

Update data kasus Coronavirus dari situs resmi covid19.go.id/, di Indonesia hingga saat ini (27/04/20, 22:51 WIB), Positif : 9096, Sembuh : 1151, Meninggal : 765. Sedangkan untuk global menurut data World Health Organization (WHO) per tanggal 27 April 2020, 07:00 GMT +7, Negara/kawasan : 213, kasus terkonfirmasi : 2.858.635, Kematian : 196.295. Anda dapat lihat screenshot dibawah ini yang diambil dari situs resmi covid19.go.id.

Coronavirus

Baca: Dampak Covid-19 di Sektor Pelayaran Nasional

Peduli Coronavirus karena mengingat kesulitan yang dihadapi oleh semua orang terutama para tenaga medis yang berada di garda depan kasus Covid-19 di Indonesia, perusahaan-perusahaan di seluruh dunia telah maju untuk membantu meringankan beban tenaga-tenaga mulia ini. Java Offshore, perusahaan yang bergerak dibidang pekerjaan lepas pantai telah menyalurkan lebih dari Rp 30 juta dalam membeli alat pelindung diri (PPE) untuk dua rumah sakit utama yang menangani kasus Covid-19 di Jakarta, yakni RSAL MINTOHARJO (Rumah Sakit Angkatan Laut Tipe B) dan RS. Kartika Pulomas. Perwakilan RS yang menerima bantuan ini adalah Bapak Fachri F. di departemen Farmasi dan Dr. Sadewa Yudha, Manajer Rumah Sakit.

JavaOffshore-Bantu-PPE-Pandemi-CoronaVirus

Ucapan terima kasih datang dari kantor pusat Java Offshore di Malaysia kepada staf Java Offshore mereka yang ada di Jakarta, Yuni dan Amir dalam membantu logistik di kantor dan beberapa staf lainnya yang membantu secara sukarela dalam mengirimkan pasokan peralatan dengan aman ke dua rumah sakit.

Presiden Java Offshore, Rizal Shah mengatakan peningkatan jumlah infeksi secara nasional telah menyebabkan kekurangan pasokan peralatan pelindung. Situasi ini telah memaksa tenaga medis untuk menggunakan peralatan improvisasi. Gerakan kecil berjalan cukup lama, terutama ketika gerakan kecil itu dapat menghadirkan senyum lega selama masa-masa sulit ini. Kami ingin memastikan garis depan medis terlindungi dengan baik selama wabah Covid-19, ia menambahkan.

Keberhasilan dalam mengatasi pandemi mengharuskan semua orang, termasuk mereka yang tidak berada di garis depan memerangi penyakit, untuk menunjukkan keberanian, kasih sayang, dan kemurahan hati kepada orang lain. Java Offshore berharap semua orang bisa bersatu dan bergabung untuk mencegah penyakit ini. Kami juga berharap bahwa melalui gerakan ini akan memberikan dukungan bagi front-liner kami dalam memerangi Covid-19 di Indonesia.

-- JavaOffshore


Video Pilihan

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Offshore News

Offshore Vessel

Featured News