Connect with us

By Company

Incar US$ 4 juta, Logindo Masih Menjajakan 14 Kapal Untuk Dijual Tahun ini

Published

on

Kapal- PT Logindo Samudramakmur

Indoseafarers.com – Perusahaan pelayaran, PT Logindo Samudramakmur Tbk. sebelumnya telah memasarkan 15 kapalnya untuk dijual tahun lalu. Hingga kini, baru satu kapal saja yang telah terjual yakni kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) seharga US$ 120.000.

Pada tahun 2017 ini, Logindo Samudramakmur masih memasarkan 14 kapal lainnya. Logindo masih mencari pembeli baik dari dalam ataupun luar negeri.

Logindo merupakan perusahaan pelayaran dengan kode emiten LEAD di Bursa Efek Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa pendukung kegiatan lepas pantai (offshore).

Masih merosotnya harga minyak dunia berdampak pada sepinya orderan sewa kapal bagi perusahaan yang bergerak dalam lingkungan offshore termasuk Logindo sendiri. 14 kapal yang sebelumnya pada tahun lalu dipasarkan untuk dijual masih tetap dijajakan pada tahun ini.

Namun, Logindo ingin menjual kapal-kapal tadi karena dinilai sudah tua dan sebagian merupakan kapal kecil. Sementara kapal-kapal besar, masih tetap digunakan.

Menurut informasi yang didapat, harga kapal yang dijakan bervariasi. Seperti jenis kapal flat top barge. type kapal ini dijajakan dengan harga yang lebih murah, sedangkan tug boat atau crew boat bernilai lebih tinggi.

“Kami hanya berhasil menjalankan (jual) satu kapal tahun lalu,” ujar Sundap Carulli, Sekretaris Perusahaan Logindo Samudramakmur kepada KONTAN, Senin (13/3).

Sundap menyatakan, kapal yang dijual tersebut berusia rata-rata di atas sepuluh tahun. Penjualan aset tersebut pun dinilai tidak memberikan pengaruh banyak terhadap kontribusi pendapatan. Hanya saja, penjualan kapal nantinya juga akan menekan biaya perawatan kapal.

Berdasarkan harga buku, penjualan kapal-kapal tersebut berpotensi memberikan pemasukan sekitar US$ 6 juta. Hanya saja, Sundap memprediksi harganya tak akan sampai US$ 6 juta. “Tapi kemungkinan harga jual pasti di bawah itu. Mungkin maksimal US$ 4 juta,” imbuhnya.

Saat ini pasar pelayaran sedang lesu. Logindo juga belum mendapatkan calon pembeli berikutnya. Pihaknya saat ini juga tengah mengupayakan agar bisa menjaring pembeli baru.

Selain itu, kondisi pasar yang kurang bergairah juga berdampak pada tingkat utilisasi kapal.

Logindo berharap, tahun ini ada perbaikan. “Tahun lalu, tingkat utilisasinya sekitar 40%, target utilisasi tahun ini kami harap 50%,” ujarnya.

Pada Desember 2016, LEAD membukukan pendapatan US$ 32,51 juta. Angka tersebut lebih rendah, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015 yakni US$ 47,12 juta. Sementara, pada tahun 2016 perusahaan masih mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar Rp 20,96 juta.

LEAD juga sudah menjadwalkan ulang hutang perusahaan sejak semester II-2016. Hal itu, menurut Sundap meringankan cicilan hutang perusahaan kepada perbankan. “Hutang yang setahun, jadi seperlima atau diperpanjang menjadi lima tahun terminnya,” ungkapnya.

Sumber: Kontan.co.id

Dia hanyalah seorang Pelaut yang juga masih aktif berlayar hingga saat ini. Hobinya yang gemar menulis dan membaca berita-berita terbaru, terupdate serta terhangat seputar Pelaut membuatnya memiliki ide untuk membuat situs ini bersama beberapa temannya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By Company

Tingkat Utilisasi Kapal Wintermar Offshore Naik Menjadi 65% Pada Akhir Juli 2018

Published

on

Grafik-Utilisasi-Kapal-Wintermar-Offshore

Indoseafarers.comPublic Expose Update tertanggal 28th August 2018 dari situs resmi PT. Wintermar Offshore Marine Tbk melaporkan bahwa tingkat utilisasi kapal Wintermar Offshore kembali naik menjadi 65% pada akhir Juli didukung oleh tingkat utilisasi Kapal High Tier yang mencapai 90%, sementara tambahan kontrak baru telah mendorong nilai kontrak yang dimiliki menjadi US$77juta pada akhir Juli dari US$69 juta pada akhir Juni 2018.

Sejak kuartal kedua 2018, telah lebih banyak kontrak dimulai, yang mendongkrak tingkat utilisasi armada, khususnya Mid dan High Tier. Rata-rata utilisasi armada hingga July 2018 tercatat 65%, dibandingkan 64% yang dicapai pada akhir kuartal kedua 2018.

Beberapa perpanjangan kontrak untuk satu atau dua tahun kedepan telah dilakukan pada bulan Juli, sementara ada juga beberapa tambahan kontrak baru yang didapat sehingga meningkatkan jumlah kontrak yang dimiliki menjadi sebesar US$77juta pada akhir Juli 2018 dibandingkan US$69juta pada akhir bulan sebelumnya.

Grafik-Kontrak-Kapal-Wintermar-Offshore

Grafik Kontrak Kapal Wintermar Offshore

Strategi Perusahaan dalam menurunkan tingkat hutang, mendorong rasio pembiayaan bersih ke level 34% pada akhir Juli 2018 dibandingkan 50% pada awal tahun. Hal ini akan memperbaiki arus kas perusahaan dimasa mendatang dan memberi Perusahaan keleluasaan dalam membuat keputusan strategis.

Prospek Industri “Offshore Support Vessels (OSV)”

Secara global, saat ini terdapat lebih banyak proyek hulu migas yang telah dimulai. Harga minyak tetap kuat dikarenakan kekhawatiran perang dagang antara China dan Amerika Serikat sebagaimana isu-isu politik membatasi pasokan dari Venezuela dan Iran. Tarif sewa kapal di Laut Utara telah mulai menguat.

Di Asia, sudah ada perbaikan berkelanjutan pada utilisasi Rig yang ditunjukkan pada grafik dibawah. Namun, dikarenakan masih banyaknya kapasitas tersedia yang ditawarkan oleh Armada Lepas Pantai Asia, tetapi tarif sewa masih tetap lebih rendah dari yang diharapkan, walaupun titik terendah telah terlewati.

Di Indonesia, terjadi penundaan sampai akhir tahun 2018 dari beberapa kontrak jangka waktu lebih panjang yang sebelumnya diharapkan mulai di awal tahun ini. Ketika proyek-proyek ini dimulai pada awal tahun depan, kondisi penawaran yang berlebih akan berbalik, sehingga optimisme meningkatnya tarif sewa dapat terwujud tahun depan.

Prospek Industri “Offshore Support Vessels (OSV)”

Grafik-Prospek-Kapal-OSV-di-Asia

Grafik Prospek Kapal OSV di Asia

Continue Reading

By Company

Vallianz Holdings Limited Melihat Profit Perusahaan Terus Naik

Published

on

Vallianz-Holdings-Limited-Profit

Indoseafarer.com – Pendapatan bersih atau profit perusahaan offshore Vallianz holdings Limited pada kuartal kedua yang berakhir pada 30 September 2017 naik menjadi 5.3 juta US Dolar dari sebelumnya pada kuartal yang sama di tahun 2016 hanya 0.9 juta US Dolar.

Kenaikan profit Vallianz menurut CEO perusahaan, Ling Yong Wah, profit ini merupakan kenaikan yang sangat signifikan dimana sebelumnya perusahaan sempat goyah akibat pengaruh harga minyak dunia rendah.

Press Release resmi Vallianz tentang pendapatan bersih perusahaan dapat dilihat disini: http://vallianz.listedcompany.com/newsroom/20171106_192946_NULL_P3TMN7UNMYFQ5R33.1.pdf

Profit Vallianz Holdings Limited

Profit Vallianz Holdings Limited

Meskipun utilisasi kapal rendah selain kapal yang sedang beroperasi di wilayah Timur Tengah, namun kapal lain yang sedang beroperasi di wilayah timur tengah dengan kontrak jangka panjang dapat memberikan kontribusi pendapatan bagi perusahaan, selain itu juga kontrak yang sedang berlangsung merupakan kontrak panjang serta adanya beberapa kontrak baru lainnya.

CEO Vallianz Mr. Ling manambahkan bahwa, memang pasar minyak dunia telah menunjukan tanda awal pemulihan, namun sektor OSV (Offshore Support Vessel) yang ada saat ini masih tetap terlalu banyak, hal ini tentu akan menekan laju penggunaan kapal perusahaan dan juga kontrak-kontrak baru. Namun, terlepas dari latar belakang bisnis yang menantang ini, Vallianz telah melihat peningkatan kinerja operasional kuartal demi kuartal sejak September 2016.

Ini membuktikan “model bisnis tangguh” perusahaan yang berfokus pada kontrak kapal jangka panjang bersama perusahaan minyak nasional. “Ini juga merupakan bukti bahwa operasi kami di Timur Tengah dan upaya restrukturisasi terpadu berjalan dengan baik,” lanjut Ling.

Sebagai salah satu pemain OSV terbesar di Timur Tengah, Vallianz Holdings Limited yakin dapat memanfaatkan peluang bisnis dengan baik di wilayah tersebut.

“Kami terus berupaya meningkatkan daya saing kami di industri OSV melalui diferensiasi layanan dan armada kapal kami,” katanya.

Selain kontrak panjang yang sedang dijalani di wilayah Timur Tengah, perusahaan juga berencana untuk lebih fokus di masa depan untuk mendapatkan kontrak-kontrak lain di wilayah lain, seperti Asia Tengah.

Sebagai informasi, harga minyak dunia saat ini semakin membaik. Ini merupakan berita baik bagi dunia offshore terutama pelaut yang bekerja di kapal-kapal offshore. Harga minyak saat berita ini diturtunkan berada pada 63.56 USD/bbl untuk Brent Crude (ICE), sedangkan WTI Crude Oil (Nymex) berada di angka 56.96 USD/bbl.

Continue Reading

By Company

ConocoPhillips Raih Profit Pada Harga Minyak Mentah Yang Lebih Tinggi

Published

on

Conoco-Phillips
ConocoPhillips Kembali Meraih Profit Pada Harga Minyak Mentah Yang Lebih Tinggi

Indoseafarers.com – ConocoPhillips, perusahaan minyak dan gas yang berbasis di Amerika Serikat kembali memperoleh keuntungan pada kuartal ketiga 2017 dari kenaikan harga minyak mentah. Namun demikian, ConocoPhillips tetap memutuskan untuk mengurangi anggaran modal selama tahun ini.

Melalui situs resminya, ConocoPhillips melaporkan pendapatan kuartal ketiga tahun ini sebesar $420 juta dibandingkan dengan kuartal ketiga di tahun 2016 perusahaan merugi sebesar $1.04 Miliar.

Tidak termasuk spesial items, pendapatan disesuaikan kuartal ketiga 2017 adalah $0,2 miliar dibandingkan dengan kerugian kuartal keempat 2016 yang disesuaikan sebesar $0,8 miliar.

News Release ConocoPhillips dapat dilihat disini: News Release.

Menurut perusahaan, pendapatan meningkat karena realisasi harga yang lebih tinggi, pengurangan atau pemangkasan biaya, biaya eksplorasi yang lebih rendah, dampak dari disposisi serta tidak adanya dampak item khusus dari perubahan fungsional mata uang pajak di APLNG serta biaya restrukturisasi.

Total harga realisasi perusahaan adalah $39,49 per barrel of oil equivalent (BOE), dibandingkan dengan $29.78 per BOE pada kuartal ketiga tahun 2016, yang mencerminkan tingkat realisasi rata-rata yang lebih tinggi di semua komoditas.

Ryan Lance, chairman dan chief executive officer, mengatakan: “Meskipun prospek harga komoditas telah meningkat, kami tetap berkomitmen terhadap strategi disiplin kami. Kami berfokus pada arus-arus kas bebas, keuntungan finansial yang kuat, penciptaan nilai pemegang saham dan distribusi melalui siklus. ”

Hasil kuartal ketiga 2017 ini tidak termasuk Libya dimana 1.202 ribu barrels of oil equivalent per day (MBOED), turun 355 MBOED dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Tidak termasuk dampak volume kuartal ketiga dari disposisi tertutup dan ditandatangani sebesar 58 MBOED pada tahun 2017 dan 429 MBOED pada tahun 2016, pada dasarnya produksi meningkat 16 MBOED, atau 1,4 persen.

Produksi perusahaan meningkat dari peningkatan beberapa proyek besar serta beberapa multi program pengembangan, yang lebih dari mengimbangi penurunan normal lapangan kerja serta waktu henti saat badai.

Prediksi perusahaan untuk produksi pada kuartal keempat atau dalam setahun penuh 2017 adalah masing-masing di 1,195 hingga 1,235 MBOED dan 1,350 to 1,360 MBOED.

Sedangkan modal belanja telah diturunkan menjadi $4,5 miliar, penurunan ini adalah pengurangan 10 persen dari panduan awal.

Perusahaan berharap dapat mengurangi hutang perusahaan sehingga menjadi kurang dari $20 miliar pada akhir tahun 2017, disisi lain Conoco juga mengharapkan dapat membeli kembali saham perusahaan dalam setahun penuh sebesar $3 miliar, mempercepat kinerja pada basis saham yang disesuaikan dengan hutang perusahaan.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Offshore News

Offshore Vessel

Featured News