Berita Offshore & Pelaut Indonesia.

Incar US$ 4 juta, Logindo Samudramakmur Masih Menjajakan 14 Kapal Untuk Dijual Tahun ini

2,251

Indoseafarers.com – Perusahaan pelayaran, PT Logindo Samudramakmur Tbk. sebelumnya telah memasarkan 15 kapalnya untuk dijual tahun lalu. Hingga kini, baru satu kapal saja yang telah terjual yakni kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) seharga US$ 120.000.

Pada tahun 2017 ini, Logindo Samudramakmur masih memasarkan 14 kapal lainnya. Logindo masih mencari pembeli baik dari dalam ataupun luar negeri.

Logindo merupakan perusahaan pelayaran dengan kode emiten LEAD di Bursa Efek Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa pendukung kegiatan lepas pantai (offshore).

Masih merosotnya harga minyak dunia berdampak pada sepinya orderan sewa kapal bagi perusahaan yang bergerak dalam lingkungan offshore termasuk Logindo sendiri. 14 kapal yang sebelumnya pada tahun lalu dipasarkan untuk dijual masih tetap dijajakan pada tahun ini.

Namun, Logindo ingin menjual kapal-kapal tadi karena dinilai sudah tua dan sebagian merupakan kapal kecil. Sementara kapal-kapal besar, masih tetap digunakan.

Menurut informasi yang didapat, harga kapal yang dijakan bervariasi. Seperti jenis kapal flat top barge. type kapal ini dijajakan dengan harga yang lebih murah, sedangkan tug boat atau crew boat bernilai lebih tinggi.

“Kami hanya berhasil menjalankan (jual) satu kapal tahun lalu,” ujar Sundap Carulli, Sekretaris Perusahaan Logindo Samudramakmur kepada KONTAN, Senin (13/3).

Sundap menyatakan, kapal yang dijual tersebut berusia rata-rata di atas sepuluh tahun. Penjualan aset tersebut pun dinilai tidak memberikan pengaruh banyak terhadap kontribusi pendapatan. Hanya saja, penjualan kapal nantinya juga akan menekan biaya perawatan kapal.

Baca Juga

Berdasarkan harga buku, penjualan kapal-kapal tersebut berpotensi memberikan pemasukan sekitar US$ 6 juta. Hanya saja, Sundap memprediksi harganya tak akan sampai US$ 6 juta. “Tapi kemungkinan harga jual pasti di bawah itu. Mungkin maksimal US$ 4 juta,” imbuhnya.

Saat ini pasar pelayaran sedang lesu. Logindo juga belum mendapatkan calon pembeli berikutnya. Pihaknya saat ini juga tengah mengupayakan agar bisa menjaring pembeli baru.

Selain itu, kondisi pasar yang kurang bergairah juga berdampak pada tingkat utilisasi kapal.

Logindo berharap, tahun ini ada perbaikan. “Tahun lalu, tingkat utilisasinya sekitar 40%, target utilisasi tahun ini kami harap 50%,” ujarnya.

Pada Desember 2016, LEAD membukukan pendapatan US$ 32,51 juta. Angka tersebut lebih rendah, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015 yakni US$ 47,12 juta. Sementara, pada tahun 2016 perusahaan masih mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar Rp 20,96 juta.

LEAD juga sudah menjadwalkan ulang hutang perusahaan sejak semester II-2016. Hal itu, menurut Sundap meringankan cicilan hutang perusahaan kepada perbankan. “Hutang yang setahun, jadi seperlima atau diperpanjang menjadi lima tahun terminnya,” ungkapnya.

Sumber: Kontan.co.id

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Facebook Comments
Loading...