Connect with us

Naval Arch

KONGSBERG Maritime Luncurkan Sistem Referensi Baru Untuk DP

Published

on

DPS

Indoseafarers.comKONGSBERG baru-baru ini telah meluncurkan aplikasi sistem referensi DP (Dynamic Positioning) baru, solusi untuk mendapatkan sistem yang lebih presisi. Solusi integrasi baru yang dideskripsikan dengan “an integrated solution for DP reference applications.”

Adalah DPS i2 dan i4, sistem referensi ini dipadukan KONGSBERG berdasarkan pengalaman perusahaan selama puluhan tahun dalam pengembangan GNSS in-house dan teknologi inersia untuk menciptakan solusi terintegrasi terdepan dalam aplikasi referensi DP.

DPS i2 dan DPS i4 merupakan aplikasi presisi tinggi, solusi referensi DP terukur dan dapat dikenali secara skalabel dimana secara signifikan dapat meningkatkan efisiensi operasional serta keamanan.

Sistem baru ini (DPS i2 dan i4) telah digunakan pada kapal AHTS (Anchor Handling Tug Supply) milik Bourbon yakni Bourbon Arctic yang sedang operasi di Norwegia Utara selama enam bulan terakhir.

Bourbon-Arctic

Bourbon Arctic, AHTS yang menggunakan sistem terbaru KONGSBERG

Menurut KONGSGERG, DPS i2 dan DPS i4 menggunakan unique motion gyro compass (MGCTM) dan teknologi motion reference unit (MRUTM). Teknologi ini menawarkan integrasi optimal dari multi GNSS dan sensor inersia, yang menjamin ketersediaan dan integritas data posisi yang akurat. Ketika pelanggan memilih DPS i2 atau DPS i4 dengan MGC sebagai sensor inersia, pelanggan mendapatkan keuntungan dari kompas gyro WheelMark berkualitas tinggi tanpa perawatan terjadwal sebagai bagian integral dari solusi, yang juga dapat melayani sistem on-board lainnya dengan attitude data.

KONGSBERG Luncurkan Teknologi DPS i2 dan DPS i4

KONGSBERG DPS i2 dan DPS i4 integrate GNSS and inertial technology

DPS i2 memanfaatkan GPS dan GLONASS sementara DPS i4 menggunakan Galileo dan Beidou sebagai pendukung sistem GNSS. Dengan mengkombinasikan teknologi Inersia terdepan dikelasnya dengan teknologi multi-constellation GNSS, KONGSBERG menawarkan solusi efisiensi anggaran bagi pelanggan namun referensi posisi dapat diandalkan. Selain itu, DPS i2 dan DPS i4 sepenuhnya siap untuk menggunakan koreksi diferensial dan layanan SBAS jika diperlukan.

DPS i2 dan DPS i4 juga menawarkan desain yang fleksibel, memastikan referensi posisi dapat terukur secara akurat serta dapat diperluas dimana dapat menyesuaikan dengan keperluan posisi khusu yang diminta oleh kapal. DPS i2 dan DPS i4 dapat menggunakan sensor MGC atau MRU yang ada atau yang berdedikasi untuk integrasi di kapal.

DPS i2 dan DPS i4 memiliki antarmuka pengguna grafis intuitif dan mudah digunakan seperti seri DPS Kongsberg lainnya yang saat ini telah digunakan oleh banyak kapal. HMI (Human-Machine Interface) memungkinkan seorang operator untuk dapat menilai kualitas posisi dengan cepat dan efektif selama operasi berlangsung.

Vidar. Bjørkedal, VP Sales & Customer Support, Kongsberg Seatex Amerika Serikat mengatakan: “Dengan mengintegrasikan teknologi MGC mutakhir kami dengan teknologi penentuan posisi diferensial yang telah ada, DPS i2 dan DPS i4 memberikan perbaikan operasional dan potensi keuntungan ekonomi yang dapat membantu perusahaan jasa lepas pantai (offshore) untuk sepenuhnya memikirkan kembali pendekatan mereka terhadap penerapan sistem referensi DP,”

“Dengan ready-to-use dari remote service dan diagnostic, lini produk DPS i2 dan DPS i4 adalah solusi tepat untuk masa depan, yang berarti jika pelanggan memiliki masalah dengan sistem DP mereka yang sebelumnya mengharuskan seorang Engineer service harus datang namun kali ini masalah dapat diselesaikan dari jarak jauh.”

Dia hanyalah seorang Pelaut yang juga masih aktif berlayar hingga saat ini. Hobinya yang gemar menulis dan membaca berita-berita terbaru, terupdate serta terhangat seputar Pelaut membuatnya memiliki ide untuk membuat situs ini bersama beberapa temannya.

Naval Arch

Very Small Aperture Terminal (VSAT) Akan Bangun Teknologi Kapal Yang Lebih Cerdas Dan Aman

Published

on

Very Small Aperture Terminal (VSAT) Akan Bangun Teknologi Kapal Yang Lebih Cerdas Dan Aman

Indoseafarers.com – Very Small Aperture Terminal (VSAT) berencana akan membangun teknologi dengan tingkat konektivitas yang lebih tinggi, komunikasi lebih cepat, dan pengembangan pemantauan kapal jarak jauh yang akan memungkinkan pemilik kapal mengurangi pengeluaran operasional serta meningkatkan keamanan diatas kapal.

Inilah yang sedang dikerjakan, perusahaan yang awalnya merupakan suatu trademark untuk stasiun bumi kecil yang dipasarkan sekitar tahun 1980 oleh Telecom General di Amerika ini akan memainkan peran kunci dalam tren industri ini, demikian kata chief executive SpeedCast International Pierre-Jean Beylier. Ia mengharapkan project yang sangat penting ini dalam tahap pengembangan mampu menciptakan  kapal yang lebih cerdas dan aman. Selain itu dalam pengembangannya juga akan diintegrasikan dengan teknologi komunikasi lainnya.

Kesejahteraan kru kapal juga akan menjadi pendorong dalam penerapan VSAT di industri maritim karena pelaut membutuhkan lebih banyak akses ke internet seperti browsing, akses ke media sosial atau terhubung dengan keluarga.

Sebagai Informasi, apa itu VSAT? Berikut sedikit informasi tentang VSAT.

Dikutip dari Wikipedia: VSAT merupakan singkatan dari Very Small Aperture Terminal, awalnya merupakan suatu trademark untuk stasiun bumi kecil yang dipasarkan sekitar tahun 1980 oleh Telecom General di Amerika. Dalam terjemahan bebasnya dapat diartikan sebagai suatu terminal pemancar dan penerima transmisi satelit yang tersebar di banyak lokasi dan terhubung ke hub sentral melalui satelit dengan menggunakan antena parabola berdiameter tertentu.

VSAT merupakan salah satu kemajuan dalam tren untuk mereduksi ukuran ground segment (stasiun bumi) pada komunikasi satelit. VSAT terletak di akhir jalur komunikasi satelit dimana VSAT menawarkan berbagai macam layanan komunikasi. VSAT merupakan stasiun kecil berdiameter tak lebih dari 2.4 meter. Dengan ukuran antena yang bisa di bilang realtif kecil, membuat band frekuensi Ku Band sangat popular digunakan untuk kebanyakan aplikasi VSAT.

Pierre-Jean Beylier akan mempresentasikan visinya di Nor-Shipping di: The Reality and Future of the Digital Ship event. Dalam acara ini, VSAT akan menjadi tuan rumah bersama Riviera Maritime Media pada hari Rabu 31 Mei mendatang dengan rencana akan dimulai pada pukul 12.30 15.00 di Thon Hotel Arena, Lillestrøm, Norwegia. Ada yang tertarik mengikuti acara ini? Anda bisa ikut dengan mendaftar >> klik disini

Pierre-Jean-Beylier-chief executive SpeedCast International

Pierre Jean Beylier, chief executive SpeedCast International

Acara tersebut akan mencakup diskusi tingkat tinggi mengenai bagaimana jaringan hybrid meningkatkan IT kapal, bagaimana shipping dapat mengelola keamanan dunia maya dan menjaga agar kapal tetap terhubung dengan aman. Akan ada presentasi oleh Katerina Raptaki, direktur IT Navios group dan wakil presiden asosiasi pemilik kapal Yunani AMMITEC, Douglas Watson, direktur bisnis manajer senior Ericsson dan SpeedCast.

Kita tunggu perkembangan baik selanjutnya dari teknologi ini 🙂

Continue Reading

Marine Tech

Aurora Expeditions Meluncurkan Desain Kapal Pesiar Ekspedisi

Published

on

Kapal-Ekspedisi-milik-Aurora-Eexpeditions

Indoseafarers.com – Aurora Expeditions, perusahaan pelayaran Australia mengungkap desain kapal pesiar expedisi yang diperuntukan untuk wilayah kutub. Ini adalah desain pertama perusahaan tersebut untuk kapal jenis ini.

Desain kapal bekerjasama dengan perusahaan shipbuilders SunStone Ships yang berbasis di Amerika Serikat, rencananya kapal es kelas 1A ini akan dilengkapi dengan spesifikasi kode polar terbaru.

Kapal dengan panjang 104,4 meter dan lebar 8,2 meter, Gross tonnage 7.400 ton, akan mampu mencapai kecepatan hingga 15 knot. Dirancang untuk pelayaran kapal pesiar ekspedisi, Aurora Expeditions mengatakan bahwa pihaknya berencana akan terus mengembangkan kapal ini.

“Dengan pengembangan kapal pesiar ekspedisi ini, kami akan tetap setia pada filosofi kami yaitu menambah pengalaman serta keterlibatan yang mendalam terhadap lingkungan di wilayah kutub, kami akan terus mencoba untuk mengurangi jumlah penumpang sehingga kami dapat mengunjungi lokasi-lokasi pendaratan yang belum terjangkau serta menjelajahi daerah-daerah baru dimana peraturan yang berlaku tidak membawa lebih dari 100 orang pada waktu yang sama, “Robert Halfpenny, Managing Director Aurora Expeditions, berkomentar.

“Kapal tersebut adalah yang pertama menggunakan teknologi X-BOW yang sudah dipatenkan, dimana memiliki kemampuan untuk menembus gelombang dengan stabilitas yang jauh lebih besar,” tambah Halfpenny.

Aurora Expeditions menjelaskan: teorinya, jika bow vessel naik keatas ombak dan kemudian jatuh keras ke permukaan air, pada kapal dengan teknologi Ulstein’s X-BOW akan mengurangi gerakan vertikal kapal yang disebabkan oleh ombak, dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan berarti yang diakibatkan oleh ombak serta dapa mempertahankan kecepatan kapal. Dengan demikian kapal akan menggunakan sedikit bahan bakar dibandingkan dengan bow vessel kapal lama. Disamping menghemat bahan bakar, dapat juga membantu menghemat energi dibandingkan bow yang dirancang dengan busur konvensional.

Kapal pesiar ekspedisi yang belum diberi nama ini diperkirakan akan selesai pada musim di tahun 2019/2020.

Continue Reading

Articles

Smart Ship: Inikah Teknologi Kapal Masa Depan?

Published

on

Orion-LNG-fuelled-offshore-construction-vessel

Indoseafarers.com – Saat ini, dominasi oleh Teknologi pintar dan otomatisasi semakin berkembang di seantero dunia, mulai dari produksi industri hingga ke perangkat-perangkat rumah dan juga smartphone. Teknologi pintar dan otomatisasi tidak tanya berkembang pada sektor yang disebutkan diatas, tapi juga berkembang di sektor Maritim dan bahkan kapal yang dapat dioperasikan tanpa awak. Lebih dikenal bisa kita sebutkan dengan Smart ship atau kapal pintar.

Oskar Levander, Vice President of Innovation, Marine at Rolls-Royce

Oskar Levander, Vice President of Innovation, Marine at Rolls-Royce

Vice President of Innovation, Oskar Levander, dari sektor maritim Rolls-Royce, ketika ditanya saat wawancara bersama World Maritime News tentang perkembangan konsep Smart Ship saat ini yang beberapa waktu lalu telah di kenalkan ke publik dan bahkan beberapa perusahaan pelayaran telah melakukan ketertarikannya?

Kapan Smart Ship atau kapal tanpa awak (autonomous shipping) akan diluncurkan serta apa saja yang dibutuhkan agar hal itu bisa terjadi?

Lavender mengemukakan bahwa: Tahap pertama smartship, kami mempertimbangkan kapal yang dioperasikan menggunakan remot di perairan lokal terlebih dahulu dan direncanakan akan beroperasi pada tahun 2020 mendatang. Kemudian, pada tahun 2025 kami berharap kapal ini dapat beroperasi di laut lepas, sedangkan untuk target ke ocean going harapan kami lima tahun setelah itu. Tugs dan kapal Ferry adalah sektor komersil pertama yang kami incar.

smart-ships2

smart ship

Apa kunci teknologinya sehingga kapal tersebut bisa menjadi kenyataan?

Levander menjelaskan: Teknologi yang dibutuhkan agar kapal itu bisa menjadi kenyataan adalah “Teknologi sensor dan algoritmanya” yang saat ini telah ada di pasaran komersil sebagai sistem pendukungnya – kapal dengan ‘virtual captain’ – adalah tidak jauh lagi.

Levander melanjutkan, untuk membuat kapal tanpa awak atau smartship kami harus merubah semua level pengaturan. Untuk mendapat persetujuan pengaturan, mendukung pemilik kapal, operator dan juga pelaut dan juga penerimaan masyarakat luas, pengoperasian remote dan kapal tanpa awak harus benar-benar aman seperti kapal saat ini.

smart-ships3

smart ship

Tantangan sebenarnya untuk membangun konstruksi dan pengoperasian serta demonstrasi kapal pada level nasional perlu di eksplor, namun harus mempertimbangkan regulasi IMO serta perubahan-perubahan peraturan yang ada.

Melihat teknologi yang akan diterapkan cukup canggih, serta keterbatasan modal untuk investasi baru, bagaimana Anda menilai minat pemilik kapal untuk dapat berinvestasi pada jenis kapal ini? Apa keuntungan bagi pemilik kapal bila dibandingkan dengan jenis kapal yang ada saat ini? 

Levander: Kita akan coba menumbuhkan minat dunia untuk kapal jenis ini didorong dari potensi keuntungan yang ditawarkannya kepada pemilik kapal. Smartship diharapkan lebih aman, lebih efisien dan juga murah baik dari segi membangun kapal tersebut dan bahkan mengoperasikannya.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh perusahaan asuransi Allianz pada tahun 2012, antara 75 hingga 96 persen kecelakaan laut merupakan akibat dari kesalahan manusia (Human Error). Hal ini sering terjadi akibat kelelahan manusia. Kapal yang dikendalikan secara jarak jauh dan otonom tidak memiliki faktor ini (kelelahan manusia), dengan demikian dapat mengurangi kecelakaan kapal. resiko cedera manusia, dan resiko kematian serta kerusakan aset yang berharga.

Laporan Kejadian Kecelakaan Kapal

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Offshore News

Offshore Vessel

Featured News