Connect with us

Offshore

Komisi VII DPR-RI Menyepakati Rencana Kerja Perusahaan Gas Negara (PGN) Selama 2019

Published

on

Offshore-oil-and-gas

Indoseafarers.com – PGN, Perusahaan Gas Negara telah mendapatkan izin rencana kerja untuk tahun 2019. Komisi VII DPR-RI menyepakati rencana kerja PT Perusahaan Gas Negara/PGN Tbk (PGAS) tahun 2019 dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Kamis (17/1/2019). Kesimpulan ini diperoleh setelah perusahaan memaparkan rencana kerjanya tahun ini paska perusahaan sudah terintegrasi dengan Pertagas dan resmi menjadi sub-holding migas.

M. Nasir dari fraksi Demokrat sebagai pimpinan RDP Komisi VII memutuskan bahwa PGN akan menjadi perusahaan yang akan mengelola dan mendistribusikan gas bumi di seluruh Indonesia. Selain itu, perusahaan juga berkewajiban untuk mengelola dan mempersiapkan infrastruktur untuk menyalurkan gas ke seluruh Indonesia.

M. Nasir mengatakan di Gedung DPR, Jakarta, pada Kamis (17/1):

“Komisi VII DPR-RI sepakat dan mendukung PGN sebagai sub-holding gas yang akan mengelola dan mendistribusikan gas bumi di seluruh Indonesia dan mempersiapkan infrastrukturnya,”.

Adapun tahun ini perusahaan memiliki rencana untuk mengoptimalisasi operasi khususnya di wilayah barat dan timur Indonesia dan mengembangkan distribusi di segmen pasar utamanya. Tahun ini perusahaan juga menargetkan penyelesaian pipa transmisi di jalur Gresik-Semarang dan Gresik-Pusri.

Perusahaan juga menargetkan untuk bisa mengembangkan pasar untuk bisnis LNG untuk kelistrikan dan ritel.

Untuk target niaganya, PGN menargetkan niaga gas bumi sebanyak 936 BBTUD dan transportas gas bumi sebanyak 2.731 MMScfd. Lalu untuk target jumlah pelanggan diharapkan menjadi sbeanyak 364.818 pelanggan dan panjang jaringan pipa menjadi 10.547 kilometer.

Untuk diketahui, PGN merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang transmisi dan distribusi gas bumi. Nama perusahaan dinasionalisasi dan diubah menjadi PN Gas pada tahun 1958 dari I.J.N. Eindhoven & Co.

Sumber: OffshoreIndonesia

Saat ini masih aktif berlayar sebagai seorang Nahkoda di kapal Offshore. Dia senang menyalurkan hobinya dalam menulis dan menuangkan ide serta gagasannya bagi banyak orang apalagi jika itu dirasa bermanfaat.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Offshore

Tipe-Tipe Kapal Offshore

Published

on

Tipe kapal offshore

Indoseafarers.com – Segmen kapal lepas pantai (kapal offshore) selama beberapa dekade terakhir cukup meningkat signifikan karena eksplorasi di laut-laut dalam (deep water) dibanding sebelumnya.

Kali ini kita akan coba membahas tipe kapal offshore yang paling umum atau paling sering digunakan untuk melayani kegiatan lepas pantai seperti eksplorasi minyak, konstruksi lepas pantai, eskavasi (penggalian), pengeboran (drill), mendukung aktivitas penyelam serta kegiatan-kegiatan offshore lainnya.

Beberapa jenis dan tipe utama kapal offshore adalah: Anchor Handling Tug Supply (AHTS), Platform Supply Vessel (PSV), Drill Ship, kapal Pipe-laying dan beberapa jenis tipe kapal offshore lainnya. Kapal-kapal ini secara spesial di desain khusus sesuai kebutuhannya untuk mendukung aktivitas kegiatan lepas pantai tadi, panjang kapal-kapal tersebut berkisar antara 50 – 100 meter atau bahkan lebih.

Terlepas dari beberapa tipe kapal offshore yang umum ada juga jenis kapal lepas pantai ini yang memiliki karakteristik yang sangat spesifik. Dibawah ini adalah tipe-tipe kapal offshore:

  • AHT (Anchor, Handling Tug)
  • AHTS (Anchor, Handling, Tug & Supply)
  • Drill Ship
  • PSV (platform supply vessel)
  • Fire Fighting Vessel
  • Safety Stand by Vessel
  • Pipe-laying Vessel
  • ROV-Support Vessel (Remotely Operated underwater Vehicle)
  • Seismic Vessel
  • Diving Support Vessel
  • FPSO (Floating Production Storage & offtake)
  • FSO (Floating Storage & offtake)
  • Oil Well Production Test Vessel
  • Oil Well Stimulation Vessel

Dari jenis kapal offshore yang disebutkan diatas, kapal-kapal ini dapat dikelompokkan dalam empat kategori utama antara lain:

  1. Kapal Eksplorasi minyak dan drill (Oil Exploration and Drilling Vessels).
  2. Kapal pendukung.
  3. Kapal produksi.
  4. Kapal konstruksi (Special Purpose Vessels).

1. Kapal Eksplorasi dan Drill

Sesuai namanya, tugas dari jenis kapal ini adalah membantu dalam kegiatan eksplorasi dan pengeboran minyak di laut lepas. Jenis kapal ini adalah sebagai berikut:

  • Jack Up Vessels
  • Drill ship
  • Semi-submersible Vessels
  • Offshore Barge
  • Platform terapung
  • Tenders

2. Kapal Pendukung (Support Vessel)

Kapal pendukung ini bertugas untuk mengantar atau menjemput tenaga kerja (man power) yang dibutuhkan selama proses operasional di lepas pantai, membawa komponen-komponen atau bahan-bahan yang diperlukan ke rig (bahan konstruksi etc), mengembalikan bahan dan alat yang sudah tidak digunakan kembali ke base, membawa pasokan semen, barite, mengambil lumpur hasil dari aktivitas pengeboran dan lain sebagainya. Jenis kapal pendukung offshore seperti dibawah ini:

  • Anchor Handling Tug Supply (AHTS)
  • Anchor Handling Tug (AHT)
  • Platform Supply Vessels (PSV)
  • Accommodation Ships

3. Kapal Produksi (Offshore Production Vessel)

Kapal produksi offshore adalah kapal yang membantu dalam proses produksi di unit pengeboran lepas pantai, mereka berfungsi sebagai penampung, penyimpanan ataupun pembongkaran atau biasa yang kita tahu sebagai FPSOs (Floating, Production, Storage and Offloading). Tipe kapal ini adalah:

  • Single Point Anchor Reservoir (SPAR) platform
  • Floating Production Storage and Offloading (FPSO)
  • Tension Leg Platform (TLP)
  • Shuttle Tankers

4. Kapal Konstruksi (Offshore Construction Vessel)

Jenis kapal offshore ini adalah kapal-kapal yang membantu dalam proses pembangunan berbagai struktur laut lepas pantai. Kapal offshore tipe ini menyediakan bantuan penjangkaran, penentuan posisi kabel dan jalur pipa bawah air. Tipe kapal offshore ini adalah:

  • Kapal Diving (Diving Support Vessel)
  • Kapal Crane (Crane Vessel)
  • Pipe Laying Vessel

Continue Reading

Breaking News

Satu Pekerja Eni Tewas Kecelakaan di Rig

Published

on

By

Barbara-F-Platform

Indoseafarers.com – Kantor berita Italia ANSA melaporkan pada hari Selasa (05/03/2019) bahwa satu orang pekerja tewas dan dua lainnya luka-luka setelah kecelakaan di rig Barbara F yang dikelola Eni sekitar 30 mil di lepas pantai Ancona, Italia.

Menurut sumber dan rekonstuksi awal peristiwa bahwa sebagian konstruksi Rig Barbara F runtuh dan jatuh ke laut. Konstruksi yang jatuh terdapat crane yang biasa digunakan di atas Rig bersama dengan crane operatornya yang masih berada di dalam ruang kemudi crane.

Pekerja Eni yang tewas (Crane operator) berusia 63 tahun ditemukan oleh penyelam di kedalaman sekitar 70 meter bersama bagian konstruksi platform yang jatuh tadi sehari setelah kejadian (Rabu 06/03/2019).

Bagian Rig yang runtuh juga mengenai dua orang yang berada di bawah rig yakni yang berada di kapal support Rig, namun menurut sumber keduanya dalam kondisi tidak kritis.

Insiden robohnya bagian konstruksi rig ini terjadi saat kegiatan pembongkaran bagian-bagian Rig Barbara F untuk di pindahkan/di angkut ke kapal offshore untuk di transer ke darat.

Penyebab insiden dan fakta-fakta di lapangan yang ada masih dalam tahap penyelidikan.

Continue Reading

Offshore

Agent Kapal di Samarinda Unjuk Rasa Tuntut Pelayanan Prima KSOP

Published

on

agent-kapal-menggelar-unjuk-rasa

Indoseafarers.com – Ratusan Agen kapal di Samarinda menilai  pelayanan yang diberikan oleh petugas Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas II Kota Samarinda mengalami penurunan, akibatnya keberangkatan kapal yang ditangani mereka banyak yang mengalami keterlambatan.

Para Agen menggelar unjuk rasa di halaman KSOP Klas II Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (28/2/2019).

Selain menggelar orasi, massa juga memasang spanduk tepat di pintu masuk kantor pelayanan publik KSOP.

Korlap aksi, Muchtar, Kamis (28/2/2019) mengungkapkan  “Ini bentuk keresahan dan kekecewaan kami, karena pelayanan yang tidak maksimal. Kita ngurus berkas perizinan pagi, keluarnya bisa sampai malam,”

Namun Muchtar mengakui bahwa kendati demikian, tidak ada kerugian material yang diderita oleh pihaknya maupun agent kapal lainnya.

“Kerugian material memang tidak ada, tapi kita kehabisan waktu untuk hanya untuk mengurus berkas perizinan. Kita menuntut pelayanannya saja,” tegasnya.

Capt Dwi Yanto selaku Kepala KSOP Klas II Samarinda menjelaskan bahwa aksi yang dilakukan oleh agent kapal terkait dengan pelayanan.

“Masalah pelayanan, memang agak tersendat karena ada beberapa instansi yang dikumpulkan oleh KPK, jadi kita harus berbenah. Sekarang antara instansi dengan yang lain harus saling terhubung,” jelasnya.

“Dulu memang tidak ada masalah, karena tidak dibenahi. Tapi tidak apa-apa, akan kita benahi ini,” sambungnya.

Dia mengaku tidak masalah jika KPK datang ke KSOP, pasalnya pihaknya telah melakukan pembenahan sistem pelayanan.

“Tidak apa-apa KPK kesini, karena kita sudah berbenah. Saat ini tinggal pertukaran data saja, jadi harus saling ngelink antar instansi,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Kaltim

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Offshore News

Offshore Vessel

Featured News