Connect with us

Safety

KM Mutiara Sentosa I Terbakar 197 Penumpang Plus ABK Selamat

Published

on

KM Mutiara Sentosa I Terbakar di perairan Masalembo, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur

Indoseafarers.comKecelakaan kapal kembali terjadi, KM Mutiara Sentosa I terbakar di Perairan Masalembo, Sumenep, Madura, Jumat (19/5). Penyebab kebakaran masih dalam tahap investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Dugaan sementara, di KM Mutiara ada kendaraan yang membawa gas, inilah yang diduga memicu kebakaran. Namun KNKT masih terus melakukan investigasi, Investigator Pelayaran KNKT, Bambang Safari Alwi mengatakan investigasi juga dilakukan dengan meminta keterangan dari para penumpang, selain itu pihak KNKT juga akan memeriksa fisik kapal, Nahkoda kapal dan juga koordinasi dengan KSOP setempat.

KNKT setidaknya membutuhkan waktu 90 hari atau 3 bulan untuk melakukan investigasi tersebut.

Terkait insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa I, menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan duka yang dalam kepada korban kecelakaan. Dia meminta seluruh pihak, baik Kemenhub, BNPB, Basarnas, maupun Kepolisian Air dan Udara (Polairud) Surabaya, bertindak cepat dalam penanganan kecelakaan.

“Saya menyampaikan rasa simpati yang mendalam kepada keluarga para korban kecelakaan KM Mutiara Sentosa I dan saya sudah minta dilakukan investigasi dengan cepat dan akurat,” ujar Menhub dalam keterangannya, Sabtu (20/5/2017).

Menhub berkata akan segera melakukan evaluasi dan koreksi menyeluruh atas kejadian ini. Evaluasi akan menyasar penyelenggara, mulai level atas sampai bawah, terkait regulasi dan SOP angkutan publik terhadap penyelenggara angkutan.

“Saya akan terbitkan surat edaran yang meminta semua proses keberangkatan kapal, operasional bus, dan semua moda angkutan publik memberlakukan SOP dengan metode double-check terhadap semua unsur keselamatan,” terang Budi.

Disisi lain, Basarnas mengatakan bahwa ada informasi kendaraan yang membawa muatan gas menjadi penyebab terbakarnya KM Mutiara Sentosa I, namun belum ada kepastian pasti apakah itu gad atau bahan berbahaya dan beracun (BBB).

Sementara pihak Kemenhub melalui Direktur Perkapalan dan Kelautan Kementerian Perhubungan Capt. Rudiana mengatakan jumlah peralatan keselamatan dalam kapal KM Mutiara Sentosa I sudah memadai. Menurut Rudiana, KM Mutiara Sentosa tersebut sudah memenuhi syarat keselamatan. 

“Life jacket (jaket pelampung) 697 buah. Dari sisi alat keselamatan, memenuhi persyaratan, kapal kecelakaan, bukan dari sisi kapal tapi dari muatan,” kata Rudiana saat jumpa pers di Kantor Basarnas, Jl Angkasa Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (21/5/2017).

Capt. Rudiana juga mengatakan kapasitas kapal tersebut bisa menampung sejumlah 300 orang penumpang. Selain itu, beberapa alat keselamatan dan sekoci berjumlah 550 unit.

Terlepas dari itu, semua penumpang berjumlah 197 orang di atas kapal plus ABK selamat.

Dia hanyalah seorang Pelaut yang juga masih aktif berlayar hingga saat ini. Hobinya yang gemar menulis dan membaca berita-berita terbaru, terupdate serta terhangat seputar Pelaut membuatnya memiliki ide untuk membuat situs ini bersama beberapa temannya.

Piracy

IOActive Temukan Rentan Keamanan Pada AmosConnect 8.0 Inmarsat

Published

on

By

IOActive-Labs-Research

Indoseafarers.com – IOActive, konsultan keamanan global untuk perangkat keras dan perangkat lunak menemukan kerentanan keamanan perangkat lunak yang banyak digunakan diatas ribuan kapal di seluruh dunia, yakni AmosConnect 8.0 milik Inmarsat.

Pada Kamis (26/10/2017), IOActive meluncurkan analisis baru terhadap perangkat lunak AmosConnect 8.0, perangkat lunak ini ditemukan adanya dua masalah celah keamanan kritis yang dapat memberi penyerang (hacker) untuk dapat mengakses sistem dan informasi kapal secara tidak terbatas.

Sedikit informasi tentang AmosConnect, Stratos Global, perusahaan Inmarsat, menawarkan komunikasi platform kapal AmosConnect untuk menyediakan komunikasi satelit narrowband untuk penggunaan email, fax serta komunikasi interoffice untuk keperluan komunikasi kapal yang sedang berada di tengah laut.

Perusahaan dan layanan pelayaran internasional sering kali menangani data rahasia dari pelanggan dan biasanya mereka juga melakukan pengiriman email atau fax rahasia/confidential dan sejenisnya dimana ini bisa menjadi sasaran empuk bagi hacker.

Sebagai informasi bahwa sebelumnya ada kasus dimana hacker memata-matai layanan pengiriman barang/kargo dan mencari tahu dimana barang/kargo berharga yang diincar tersebut berada, kemudian kargo tersebut dapat dicuri setelah lokasinya diketahui.

AmosConnect 8.0 setelah di analisa, banyak hal rentan yang bisa dilakukan di perangkat lunak ini oleh hacker. IOActive menemukan kerentanan kritis dalam form login, bug injeksi SQL dimana memungkinkan seorang hacker untuk mendapatkan akses ke kredensial yang tersimpan dalam database internal.

“Server menyimpan nama pengguna dan kata sandi di plaintext, membuat kerentanan ini sangat mudah untuk dieksploitasi oleh hacker,” kata IOActive.

Selain kerentanan diatas, tim IOActive juga menemukan sebuah backdoor. Server AmosConnect dilengkapi dengan backdoor built-in yang dilengkapi dengan hak istimewa sistem, hal ini dapat memberi hacker sistem lengkap dan hak istimewa administrasi serta kemampuan untuk mengeksekusi kode dari jarak jauh di server AmosConnect.

“Jika dikompromikan, cacat ini dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan akses jaringan yang tidak sah ke informasi sensitif yang tersimpan di server AmosConnect dan berpotensi membuka akses ke sistem atau jaringan lain yang terhubung,” kata periset IOActive.

Temuan ini berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Ruben Santamarta IOActive, pada bulan September 2016, Ruben menemukan bahwa setelah dia menganalisa sistem, dia dapat memperoleh hak akses istimewa dari sistem secara penuh pada AmosConnect 8.4.0, serta ia dapat mengakses perangkat lunak atau data lain yang tersimpan di dalamnya.

“Intinya ada yang tertarik dengan informasi perusahaan yang sensitif atau ingin menyerang infrastruktur TI kapal bisa memanfaatkan kekurangan ini,” kata Mario Ballano, konsultan keamanan utama IOActive.

“Ini membuat awak kapal dan data perusahaan sangat rentan dan bisa menghadirkan risiko terhadap keselamatan seluruh kapal. Kehebatan cybersecurity harus dianggap sebagai hal yang serius karena rantai pasokan logistik global kita bergantung padanya dan karena penjahat dunia maya semakin menemukan metode serangan baru.”

Kerentanan keamanan ini telah dilaporkan IOActive kepada Inmarsat pada bulan Oktober 2016 lalu. Untuk versi perangkat lunak Inmarsat AmosConnect 8.0 saat ini telah dihentikan dan oleh karena itu perusahaan merekomendasikan agar pelanggan kembali ke menggunakan AmosConnect 7.0 atau beralih ke solusi lain dengan menggunakan email.

Kerentanan keamanan AmosConnect 8.0 bukanlah contoh kasus pertama, sebelumnya dilaporkan oleh peneliti ZDNet dari Pen Test Partners bahwa mereka menemukan masalah serupa dalam sistem kontrol industri dari merek besar lainnya termasuk Telenor dan Cobham.

Dalam sejumlah kasus, kredensial default sangat mudah dijebol oleh hacker, dan di lain pihak, protokol keamanan seperti kriptografi Transport Layer Security [TLS] malah tidak ditemukan.

Ken Munro, salah satu periset keamanan perusahaan tersebut, mengatakan bahwa penyimpangan keamanan ini “tidak dapat diterima”. Bila jenis bisnis ini begitu integral dengan ekonomi pada umumnya, maka keamanan tidak bisa dianggap main-main.

Seorang juru bicara Inmarsat mengatakan kepada ZDNet:

“Inmarsat telah menunda proses AmosConnect 8.0 dari portofolio kami berkaitan dengan laporan IOActive pada 2016, dan kami menyampaikan kepada semua pelanggan kami bahwa layanan tersebut akan dihentikan pada bulan Juli 2017. Ketika IOActive menunjukan potensi kerentanan tersebut ke perhatian kami, di awal tahun 2017, dan meskipun produknya akhirnya harus dihentikan, Inmarsat mengeluarkan patch keamanan yang diterapkan pada AC8 untuk mengurangi potensi risiko yang bisa ditimbulkan oleh AC8. Kami juga menghapus kemampuan pengguna untuk mendownload dan mengaktifkan AC8 dari situs web kami untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat dimanfaatkan oleh hacker.

Server sentral Inmarsat tidak lagi menerima koneksi dari klien email AmosConnect 8, sehingga pelanggan tidak dapat menggunakan perangkat lunak ini walaupun mereka menginginkannya.

Continue Reading

Breaking News

MOB: Nelayan Aceh Menolong Pelaut Yunani Yang Sedang Terapung di Laut

Published

on

ABK Kapal Yunani Man Overboard

Indoseafarers.comMan Overboard, seorang Abak Buah Kapal (ABK) dari kapal pembawa Amoniak berbendera Yunani ditemukan oleh nelayan Aceh di sekitar perairan Aceh, Senin, 22 Mei 2017. Nelayan asal Desa Bluka Teubai, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh menemukan pelaut Yunani tersebut sekitar pukul 17.00 WIB dalam keadaan terapung-apung di laut, kondisi korban saat ditemukan dalam keadaan lemah.

Pelaut Yunani tersebut bernama Papargyris Charalampos berumur 27 tahun, entah bagaimana Anak Buah Kapal (ABK) tersebut bisa terjatuh dari kapalnya. Papargyris Charalampos adalah ABK dari kapal pembawa Amoniak berbendera Yunani. Korban terlempar ke laut sekitar pukul 12.00 WIB, namun baru ditemukan oleh nelayan sekitar pukul 17.00 WIB.

Menurut keterangan dari Panglima Laot (lembaga adat hukum laut) Kecamatan Dewantara Didi Darmadi, pelaut asal Yunani tersebut ditemukan nelayan bernama Dedy bin Kasyah sekitar 40 mil dari Pantai Dewantara.

“Jarak waktu tempuh antara lokasi penemuan dengan tempat yang dituju lima jam. Jam 21.00 WIB tadi baru sampai mereka ke daratan,” kata Didi Darmadi, dilansir Antara.”

Didi mengatakan setelah berhasil sampai di daratan, pihaknya langsung menghubungi Polsek Dewantara. Polisi lalu membawa korban ke Rumah Sakit PT Arun, Lhokseumawe, untuk mendapat pertolongan medis.

Continue Reading

Breaking News

MT. Layar Samudera Meledak dan Terbakar di Area Labuh TBBM Wayame, Ambon

Published

on

Kapal Tanker MT Layar Samudera

Indoseafarers.com – Kapal Tanker MT. Layar Samudera, IMO: 9182813, Gross Tonnage: 5169, Deadweight: 6973 t, Length Overall x Breadth Extreme: 108m × 19.2m, Year Built: 1998, meledak dan terbakar di area labuh Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Wayame, Ambon, Jumat (21/4/2017). Kapal ini dioperasikan oleh PT. Bumi Laut Shipping.

Kejadian ledakan dan kebakaran terjadi sekitar pukul 17.00 WIT, akibat kejadian ini, Chief Engineer Rahmat (53), Oiler Ibrahim (29), Fourth Engineer Yusuf Ruben (26) mengalami luka bakar serius.

Kapolsek Teluk Ambon, Iptu Megawati Sriyani Marwanaya kepada wartawan mengatakan, saat ini ketiga korban telah dievakuasi dari dalam kapal dan telah dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.

“Ada dua korban yang mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya, dan satunya Yusuf Ruben hanya mengalami luka bakar ringan,” kata Marwanaya kepada wartawan, Jumat (21/4/2017).

Menurut dia, saat ini polisi belum dapat memastikan jumlah korban yang mengalami luka dalam musibah itu. Sebab polisi bersama tim SAR masih melakukan pemeriksaan di dalam kapal tersebut.

“Untuk sementara tim Basarnas masih mengecek di dalam kapal untuk memastikan apakah ada korban yang belum terselamatkan ataukah tidak,” ujarnya.

Dia mengakui polisi hingga kini masih menyelidiki penyebab ledakan keras yang terjadi dari dalam kapal tersebut.

“Masih diselidiki penyebabnya, kita belum tahu apa penyebabnya,” sebutnya.

Namun, informasi akurat yang dapat dipercaya dari teman-teman pelaut juga yang berkaitan dengan kapal tersebut sebagai berikut:

MT. Layar Samudera (PT. Bumi Laut) dalam kondisi offhire mengalami kebakaran di area labuh TBBM Wayame – Ambon.

Kronologi Kapal Tersebut Sebagai Berikut:

MT Layar Samudera nominasi Premium 4800 kl, Pertamax 2700 KL, loading di Wayame tujuan Jayapura dan Biak.

  • 14 April 07:42 start loading premium, 10:30 start loading pertamax.
  • 14 April 16:12 terjadi kebocoran pada valve tidak kedap di line pompa no. 1 yang sedang diperbaiki tidak di Blank. Premium masuk ke pump room dan engine room.
  • 14 April 16:36 stop loading, kapal dimatikan atau black out karena engine room sudah tergenang premium
  • 14 April 20:40 Kapal lepas tambat dan berlabuh perbaikan (Off Hire) cargo termuat sekitar 1000 KL premium dan pertamax 1000 KL.
  • 21 April 16:40 kapal terbakar dengan 1 korban luka telah dibawa ke RS dan 1 orang (nama dan jabatan belum diketahui) masih dikapal menunggu SAR, upaya pemadaman masih dilakukan dengan menggunakan 1 Tug Boat Pelindo.

Korban Yang Dirawat di RSU

  1. SARBINI (Master)
  2. KARYA BUDAYA (C/O)
  3. RAHMAT (C/E)
  4. IBRAHIM (Oiler)
  5. HENDRA (O/S)

Korban Yang dirawat di RS GPM, Ambon:

  1. MUH.DARWIS (2/O)
  2. YAYAT (3/E)

Crew Yang Selamat:

  1. M.BAGUS (3/0)
  2. YUSUF (4/E)
  3. NURSALIM (AB)
  4. RISMON (AB)
  5. ROZIKIN (AB)
  6. MELKI (OILER)
  7. SUKRI (COOK)
  8. MUHARROM ( MESS BOY)

Korban Yang Belum Ditemukan:

  1. JORHANS EVERS (2/E)

Video Credit: Kompas.com

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Offshore News

Offshore Vessel

Featured News