Indonesia Masuk Dalam Kategori 6 Negara Pilihan Filipina Sebagai Pengimpor LNG

Indonesia Masuk Dalam Kategori 6 Negara Pilihan Filipina Sebagai Pengimpor LNG

Indoseafarers.comIndonesia masuk dalam kategori 6 negara pilihan Filipina sebagai mitra distribusi Liquified Natural Gas (LNG) ke negara tersebut.

Menurut seorang pejabat Philipine National Oil Company (PNOC) Filipina, dana dan fasilitas penerima impor LNG ke negara tersebut telah disiapkan sebesar 2 miliar USD.

Arwin Ardon, kepala tim PNOC yang juga mengawasi proyek tersebut mengatakan: negara-negara yang terpilih sementara dan diantaranya akan ada hanya satu negara yang terpilih untuk ekpor LNG ke Filipina adalah China, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Indonesia dan Uni Emirat Arab.

Pembangunan proyek fasilitas penerima LNG di negara tersebut yang mencakup fasilitas penyimpanan sebanyak 5 juta ton per tahun akan selesai pada 2020 mendatang, atau empat tahun sebelum ladang gas alam Malampaya habis, Sekretaris Energi Alfonso Cusi mengatakan bulan lalu.

Permintaan energi Filipina diperkirakan meningkat hingga tiga kali lipat pada tahun 2040 seiring dengan kebutuhan listrik yang diperkirakan akan terus meningkat hingga empat kali lipat yang telah dimulai sejak tahun 2015 lalu. Untuk mendukung lonjakan ini, dan mengantisipasi meningkatnya permintaan negara tersebut, Filipina perlu meningkatkan kapasitas pembangkit listrik sebesar 7.000 MW selama lima tahun ke depan. Negara tersebut juga mengiginkan adanya bantuan dari investor asing.

“Proyek LNG adalah paket lengkap dengan fasilitas penyimpanan, regasifikasi, pembangkit listrik yang dapat terukur hingga 1.000 MW, dan redistribusi,” kata Ardon kepada wartawan di sela konferensi industri tenaga listrik. Pembangkit listrik awalnya akan berkapasitas 200 MW.

Filipina bertujuan untuk mulai mengimpor gas alam cair (liquefied natural gas / LNG) sebelum gas Malampaya, yang saat ini digunakan untuk memproduksi seperlima catu daya negara, habis pada tahun 2024.

Ardon mengatakan bahwa PNOC ingin menggunakan gas milik pemerintah atau gas yang tidak terpakai dari Malampaya, yang saat ini bernilai sekitar $640 juta sebagai ekuitas untuk proyek LNG, bersama dengan lahan pemerintah dimana fasilitas tersebut akan dibangun.

Pada kemitraan pemerintah-ke-pemerintah untuk proyek tersebut, Ardon mengatakan bahwa PNOC mendorong dilakukannya pengaturan ekuitas 60-40, dimana Filipina akan mengambil kepentingan pengendali. Namun, dia tidak memberi garis waktu kapan mitra dan siapa investor asing tersebut yang akan dipilih.

Ardon menyebut produsen listrik lokal First Gen Corp sebagai pembeli LNG potensial.

First Gen, yang memiliki empat pembangkit bertenaga gas Malampaya dengan kapasitas total 2.011 MW, juga bisa berinvestasi di hub LNG, kemungkinan mereka akan mengambil sebagian dari 60% saham PNOC, tambahnya.

Beberapa perusahaan, termasuk First Gen dan unit lokal Royal Dutch Shell Plc yang mengoperasikan Malampaya telah merencanakan untuk membangun fasilitas penyimpanan LNG di Filipina sebelum pemerintah menghasilkan proyeknya sendiri.

Energy World Corp Ltd perusahaan yang terdaftar di Australiat elah membangun fasilitas LNG, termasuk pembangkit listrik, di provinsi Quezon timur, namun operasi komersial belum dimulai.

Apakah Indonesia akan terpilih sebagai negara pengimpor gas alam cari (LNG) ke Filipina? Bagaimana dengan cadangan dan keperluan akan LNG di Indonesia sendiri? We’ll see…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *