Berita Offshore & Pelaut Indonesia.

Tambahan Layup 14 Kapal, Laporan Keuangan Bourbon Offshore Turun 22.2%

0 125

Indoseafarer.com – Sama halnya dengan perusahaan offshore lainnya, pendapatan finansial Bourbon offshore pada kuartal ketiga tahun ini turun sebesar 22.2% dan 9% turun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Laporan ini resmi dirilis melalui situs resmi Bourbon offshore melalui press release “Financial Information“.

Dalam menghadapi pasar oil and gas yang memukul hingga titik terendah pada kuartal kedua kemarin dalam tahun 2016 ini, Bourbon mengambil langkah-langkah antisipasi untuk menyusun kekuatan menghadapi situasi saat ini.

Menurut laporan yang dilansir oleh splash247.com, tambahan layup kapal bourbon bertambah 14 unit dalam kuartal ketiga tahun ini. Sedangkan total kapal yang dalam kondisi layup sebanyak 85 armada yang terdiri dari 59 armada kapal offshore untuk laut dangkal (shallow water offshore vessels), 22 armada kapal offshore untuk laut dalam (deepwater offshore vessels) dan 6 subsea vessels. Perusahaan mengatakan bahwa saat ini pasar sedang memburuk dalam kuartal ini.

Beberapa Press Release Bourbon Offshore

  • Penurunan 4,5 poin di tingkat pemanfaatan armada dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, menjadi 59,7%, perlambatan disebabkan terutama dalam kegiatan di segmen lepas pantai dangkal dan laut dalam.
  • Kapal yang layup sebanyak 85 armada pada akhir September 2016, tidak termasuk kru kapal.
  • Harga tetap stabil dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, namun telah mengalami penurunan sebesar 15% tahun ke tahun.
  • Memasuki kuartal baru tahun ini, perusahaan berharap dapat melihat kinerja yang sebanding, dengan sedikit perbaikan di segmen Subsea dan Crew boat, dan aktivitas lain yang menantang pada Shallow dan Deepwater offshore.
Baca Juga

Meskipun banyak armada kapal perusahaan yang dalam kondisi layup, namun chairman and CEO Bourbon, Jacques de Chateauvieux memberikan komentar positif:

“Harapan dari potensi penyeimbangan untuk pasokan dan permintaan minyak di tahun 2017 pada jumlah penurunan tajam dalam investasi oleh perusahaan-perusahaan minyak, serta kesepakatan-kesepakatan antara negara-negara produsen, mungkin dapat ditandai sebagai awal yang baik dari pemulihan segala aktivitas offshore.”

Bourbon offshore beroperasi di 45 negara dengan armada modern yang memiliki standar lebih dari 510 kapal dan 34 afiliasi operasi. Bourbon group adalah pemimpin penyedia layanan dalam industri minyak dan gas lepas pantai.

Perusahaan ini diklasifikasikan oleh ICB (Industry Classification Benchmark) dalam sektor “Oil Services”, terdaftar dalam Euronext Paris, Kompartemen B.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Facebook Comments
Loading...