Berita Offshore & Pelaut Indonesia.

EMAS Offshore Limited Meminta Tambahan Waktu 60 Hari Untuk Melunasi Utang Perusahaan

91

Indoseafarer.com – Sektor offshore hingga kini masih dalam gejolak tak menentu. Harga minyak dunia yang bergerak turun selama kurang lebih 3 tahun ini menghantam banyak perusahaan-perusahaan offshore di seantero belahan dunia. Efek ini juga menghantam salah satu penyedia layanan offshore terbesar di Asia Pasifik Emas Offshore Limited.

EMAS Offshore Limited sejak Q1 FY2017 melaporkan kerugian perusahaan hingga US$2.2 juta. Perusahaan yang merupakan anak perusahaan dari Ezra Holdings ini masih dalam kemelut gejolak ekonomi perusahaan.

EMAS hingga berita ini diturunkan masih dalam proses negosiasi dan sedang menyelesaikan rincian perjanjian refinancing dengan pemberi pinjaman serta telah meminta pemberi pinjaman untuk memberikan perpanjangan waktu selama 60 hari untuk dapat menyelesaikan kewajiban mereka. Permintaan tambahan waktu 60 hari terhitung sejak 10 Februari 2017.

Sebelumnya, Perusahaan berbasis penyuport layanan dukungan lepas pantai ini melaporkan kerugian sebesar US$2.2 juta pada kuartal I FY2017.

Baca Juga

Baca juga: EMAS Offshore Limited Melaporkan Kerugian Sebesar US$2.2 juta Q1 FY2017

Perusahaan mengatakan bahwa mereka telah menandatangani term sheet dengan semua pemberi pinjaman keuangan untuk membiayai kewajiban finansial perusahaan selama lima tahun kedepan terhitung sejak 12 Desember 2016 lalu.

Disamping itu, perusahaan mengatakan bahwa perjanjian ini masih dalam proses negosiasi dan finalisasi dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk melakukannya.

Group EMAS Offshore Limited yang juga terdaftar di bursa Oslo, mengatakan akan membuat pengumuman lebih lanjut saat perjanjian definitif telah mencapai kesepakatan serta ketika ada perkembangan positif pada inisiatif yang sedang berlangsung.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Facebook Comments
Loading...