Connect with us

Dalam Negeri

Untuk Tujuan Ekspansi Bisnis, BULL Bakal Beli Kapal Lagi

Published

on

PT-Buana-Lintas-Lautan-Tbk-(BULL)-Berencana-Beli-Aframax-Tanker

Indoseafarers.com – Jakarta – Dalam rangka ekspansi bisnis perusahaan, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) akan melakukan Right Issue atau akan menerbitkan sebanyak-banyaknya saham baru dari total saham yang tercatat dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). BULL berencana akan menerbitkan 3,40 miliar saham baru atau 31,78% dari total saham yang tercatat, total dana segar ditargetkan mencapai Rp 935 miliar.

Dana segar yang diraup akan digunakan untuk menambah armada kapalnya untuk memenuhi kebutuhan pengangkutan kapal minyak dan gas di dalam negeri. Namun Direktur Utama BULL, Wong Kevin berencana menambah armadanya dengan membeli sejumlah kapal bekas yang memiliki kapasitas di atas 70 ribu dwt untuk meningkatkan margin.

“Kita tidak akan beli kapal baru karena resiko besar. Kita juga akan fokus ke kapal lebih besar karena margin lebih besar 70-77% kalau kapal kecil 20-25%,” ungkapnya.

Kevin juga menambahkan bahwa penambahan dua kapal tersebut untuk menampung permintaan sewa kapal dari PT Pertamina (Persero).

Seperti yang dilansir oleh wartaekonomi, Kevin menambahkan “Rencananya menambah 1 kapal handysize dan 1 kapal aframax dalam waktu dekat. Mungkin ada penambahan kapal lain sesuai dengan kebutuhan Pertamina,” katanya, di Bandung, Sabtu (23/2/2019).

Kucurnya dana segar ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang berlangsung di Sampoerna Strategic Square Jakarta, Kamis (4/4/2019). Namun, dalam RUPSLB yang berlangsung hari ini, pemegang saham menyetujui tidak ada pembagian dividen.

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) saat ini memiliki 18 kapal dengan total kapasitas mencapai 883,361 dwt dengan usia rata-rata 18 tahun. Kapal-kapl itu diantaranya: 13 kapal Tanker (Kapal minyak), 3 kapal yang memuat kargo gas, 1 kapal FPSO dan 1 kapal lainnya adalah Chemical (kimia). Dengan adanya tambahan dua kapal nanti maka di akhir tahun ini armada perseroan akan menjadi sebanyak 20 kapal.

Soal dana segar yang akan didapati BULL, penjamin surat utangnya adalah 10 anak usaha perseroan yakni:

  1. PT Berlian Dumai Logistik
  2. PT Citrine Maritime
  3. PT Diamond Maritime
  4. PT Emerald Maritime
  5. PT Gemilang Bina Lintas Tirta
  6. PT Nusa Bhakti Jayaraya
  7. PT Pearl Maritime
  8. PT Ruby Maritime
  9. PT Sapphire Maritime
  10. PT Topaz Maritime.

*Dirangkum dari berbagai sumber.

Saat ini masih aktif berlayar sebagai seorang Nahkoda di kapal Offshore. Dia senang menyalurkan hobinya dalam menulis dan menuangkan ide serta gagasannya bagi banyak orang apalagi jika itu dirasa bermanfaat.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Breaking News

Dampak COVID-19 di Sektor Pelayaran Nasional

Published

on

Dampak Covid-19 terhadap Pelayaran Indonesia

Indoseafarers.com -- Dampak COVID-19 atau Coronavirus disease terhadap pelayaran nasional cukup serius, pandemi virus corona baru atau novel coronavirus (nCoV) di Indonesia mengakibatkan beberapa dampak terhadap emiten pelayaran.

Theo Lekatompessy, Ketua Yayasan Asosiasi Pemilik Pelayaran Nasional Indonesia atau Indonesian National Shipowners Association (INSA) dan juga merupakan Chairman INSA Foundation mengatakan pembatasan aktivitas bisnis di Tanah Air terkhusus bisnis pelayaran nasional juga cukup besar. Namun ia melanjutkan bahwa dampak tersebut tidak bisa dipukul rata untuk semua perusahaan pelayaran, mengingat sektor usaha yang dijalankan para anggota INSA juga variatif, mulai dari perusahaan yang bergerak di bisnis offshore hingga ke kapal-kapal jenis General Cargo.

Untuk perusahaan pelayaran yang bergerak di bisnis pendukung offshore (lepas pantai), menurunnya harga minyak dunia hingga di level terendah saat ini: Crude Oil WTI USD/bbl 28.00 dan Brent Oil USD/bbl 33.83 menjadi salah satu faktor utama selain pengaruh dengan kebijakan pemerintah dan geopolitik.

“Kalau offshore seperti Wintermar [PT Wintermar Offshore Marine Tbk/WINS], PT Logindo Samudramakmur Tbk/LEAD], juga ikut sentimen dampak dari harga minyak yang saat ini 30 dolar per barel, kata Theo, seperti yang dilansir oleh CNBC Indonesia, Kamis (26/3/2020).

Ketua yayasan INSA Theo Lekatompessy

Ketua yayasan INSA Theo Lekatompessy

Theo Lekatompessy yang juga Komisaris Utama PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) melanjutkan bahwa di sektor bisnis perkapalan lain seperti angkutan BBM dan LNG masih bisa berjalan baik, menurutnya hal ini karena kontrak jangka menengah dan bisnis-bisnis tersebut menerima pembayaran dalam dolar AS.

“Untuk angkutan BBM dan LNG seperti HITS dan Soechi [PT Soechi Lines Tbk/SOCI] oke karena kontrak jangka menengah dan terima USD,” katanya.

Sementara untuk kapal muatan jenis angkutan kargo kontainer, pengiriman dari luar negeri seperti PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menurut Theo diprediksi turun karena volume perdagangan regional juga terkoreksi.

“Untuk angkutan cargo containers dari luar negeri seperti Samin [SMDR] pasti turun karena volume regional trade turun 30%, kalau tahan itu hanya karena kualitas company yang bagus.. kita lihat kapan regional trade back to bussiness.”

“untuk kontainer dalam negeri seperti Temas [PT Temas Tbk/TMAS], dalam semester 1 ada lonjakan pengiriman dan stok makanan, juga stok Lebaran. Kalau corona mereda di Juni ya mungkin bisa normal kembali. Untuk bulk carrier yang kontrak menengah untuk PT PLN stabil cuma pasti kena rugi kurs,” terangnya. Tapi yang kerja spot bawa hasil tambang pasti turun, katanya lagi.

Menurut dia, secara umum hanya sub sektor transportasi bahan energi saja yang aman dan tidak turun di tengah pandemi virus corona ini. “Sektor lainnya di 2020 pasti turun,” katanya.

Dengan demikian, Theo menegaskan menjadi alasan yang rasional jika para pengusaha berbagai sektor yang terdampak virus corona meminta penjadwalan ulang terkait dengan utang perbankan dalam 1 tahun ke depan dan keringanan bunga serta penghapusan denda karena pendemi COVID-19 ini.

“Akibatnya ke bank. Tidak aneh kalau rama-ramai [pengusaha] akan minta bank rescheduling 1 tahun dan keringanan bunga serta penghapusan denda gara-gara COVID-19. Akhirnya harus siap ada goverment bailout untuk bank-bank nasional. Karena juklak OJK menyatakan rescheduling bisa untuk semua debitur, tapi terutama untuk UMKM.”

Di sisi lain, emiten Nely Layanto, Direktur Wintermar Offshore Marine, juga menjelaskan dampak yang ditimbulkan bagi bisnis perusahaan pelayaran ini. Hal ini karena dalam beberapa minggu belakangan ini telah terlihat tindakan dan kebijakan pemerintah untuk memperlambat penyebaran yang cepat dari pandemi COVID-19.

“Hal ini telah menyebabkan adanya kontrol ketat pada daerah-daerah perbatasan, pembatasan perjalanan, penerapan pembatasan jarak kontak fisik, penutupan gedung sekolah namun belajar secara online, penerapan bekerja dari rumah dan pembatalan pertemuan-pertemuan publik. Semua ini telah memiliki dampak signifikan pada ekonomi dan prospek bisnis,” katanya, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.

Dia menjelaskan dikarenakan diterapkannya pembatasan perjalanan, perseroan akan mengalami gangguan dan keterlambatan atas rencana- rencana awal sehubungan dengan pergantian awak kapal, khususnya pada kapal-kapal Wintermar yang bekerja di luar Indonesia.

“Kami mengerti hal ini diperlukan saat ini, di mana interaksi sosial secara fisik harus dikurangi, dan penerapan hal tersebut juga guna melindungi kesehatan dari awak-awak kapal kami. Tim kami bersama dengan penyewa sedang bekerja bersama-sama untuk menemukan cara untuk mengurangi dampak ini,” jelasnya.

Selain itu, katanya, masih ada beberapa proyek yang sedang dalam tahap tender, dan akan ada risiko penundaan atas proses ini jika dana pemerintah kemudian dialihkan kepada kebutuhan yang lebih mendesak seperti halnya pada paket bantuan dan stimulasi COVID-19.

“Dalam jangka panjang, terbukti bahwa dunia akan mengalami dampak ekonomi yang signifikan dari krisis global oleh virus COVID-19 ini, dan seluruh negara dan bisnis-bisnis kemudian harus meninjau ulang dan menilai tanggapan individual. Hal ini berlaku juga bagi kami.”

“Dalam waktu dekat, situasi ini akan sangat tidak terprediksi, namun kami memiliki tim manajemen handal yang bekerja setiap hari untuk memantau situasi ini secara cermat dan beradaptasi dengan keadaan sebagaimana diperlukan,” tegas Nely.

Pihaknya juga berharap agar kontrak perseroan yang telah ada sekarang tetap dapat berjalan. “Melalui penggunaan teknologi yang tersedia, kami masih dapat memantau dan mengelola armada kami secara memadai meskipun telah menerapkan prosedur Bekerja dari Rumah.”

Virus corona baru atau novel coronavirus (nCoV) adalah jenis virus corona baru yang menimbulkan penyakit yang bernama COVID-19. Sebelum dikenal sebagai COVID-19, penyakitnya dikenal sebagai virus corona baru 2019 atau 2019-nCoV.

Virus corona baru adalah virus baru, tapi mirip dengan keluarga virus yang menyebabkan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan sejumlah influensa biasa.

Semoga pandemi virus Corona ini cepat berlalu sehingga perusahaan-perusahaan pelayaran dapat bangkit kembali dalam bisnis mereka masing-masing mengingat untuk bisnis di sektor offshore baru saja bisa bangkit dalam beberapa tahun belakangan ini akibat dampak harga minyak dunia jatuh.

-- cnbcindonesia


Video Pilihan

Continue Reading

Dalam Negeri

Tempuran Emas Tbk (TEMAS) berencana beli 3 Kapal Lagi

Published

on

Tempuran-Emas-(TEMAS)-Siap-Beli-3-Kapal-Lagi

Jakarta, Indoseafarers.com – PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TEMAS) atau Temas Line berencana beli 3 kapal tambahan dalam upaya untuk memperluas national network di tahun 2019 serta untuk mencapai target pendapatan di tahun ini sebesar Rp2,6 triliun.

Dari 3 unit kapal yang akan dibeli, Perseroan akan membeli 1 unit kapal dengan kapasitas volume pengangkutan 2.700-4.000 TEUs dan 2 unit lainnya berkapasitas 300-400 TEUs.

Selain target pendapatan Rp2,6 triliun Temas di tahun 2019 yang naik dari tahun 2018 sebesar Rp2,3 triliun, PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk juga melakukan kerja sama operasional (KSO) dengan perusahaan pelayaran Container Service Mentari Line, dengan KSO ini maka pelabuhan yang dilayani TEMAS di tahun 2019 bertambah menjadi 82 unit dari saat ini 41 pelabuhan.

Direktur Utama PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk Sutikno Khusumo mengatakan bahwa KSO ini akan meningkatkan konektivitas antarpulau.

“Perseroan ingin berkontribusi pada program pemerintah terkait pemeraraan ekonomi, khususnya di daerah-daerah 3TP (terluar, terpencil, terbelakang dan perbatasan),” ujar Sutikno Khusumo usai RUPS Tahunan perseroan di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Sutikno juga menambahkan bahwa sejauh ini tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren positif yang menandakan adanya peningkatan daya beli. “Hal ini berpeluang positif juga bagi kami, karena akan berdampak pada peningkatan volume angkutan peti kemas untuk distribusi barang,” papar Sutikno Khusumo.

Disisi lain, Direktur PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk Faty Khusumo mengungkapkan, untuk meningkatkan pelayanan dengan cakupan 82 pelabuhan,

“Selain itu, ada tambahan empat unit QC dan enam unit RTG serta kontainer. Untuk semua tambahan kapal tersebut, kami akan membelanjakan Rp 750 miliar,” ungkap Faty Khusumo.

Sebagaimana diketahui, pada 2018 TMAS mencatatkan pendapatan senilai Rp2,32 triliun atau meningkat 16 persen. Sedangkan, laba bersih di 2018 sebesar Rp34,82 miliar.

Sepanjang kuartal I-2019 mencatatkan peningkatan kinerja baik dari sisi pendapatan maupun laba. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada hari ini, perusahaan ini mencatat kenaikan pendapatan 8,94% dari Rp 558,25 miliar menjadi Rp608,16 miliar.

Pendapatan jasa pelayaran dan bongkar muat yang berasal dari pihak ketiga masih mendominasi pendapatan, jasa pelayaran mencatat Rp 404,02 miliar dan jasa bongkar muat mencapai Rp 223,5 miliar. Sedangkan jasa pelayaran pihak berelasi hanya berkontribusi sebesar Rp 13,28 miliar.

Beban jasa neto tercatat stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 510,85 miliar, sedangkan laba usaha tercatat naik dari Rp 64,05 miliar menjadi Rp 72,62 miliar.

Laba periode berjalan juga naik 24,68% dari Rp 33,94 miliar menjadi Rp 42,32 miliar dengan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 42,25 miliar.

Total aset perusahaan mengalami peningkatan sebesar Rp 3,54 miliar dibandingkan akhir tahun lalu menjadi Rp 2,84 triliun. Total aset lancar mengalami peningkatan Rp 42,2 miliar, sedangkan total aset tidak lancar turun Rp 38,66 miliar.

(Sumber: beritasatu.com dan kontan.co.id)

Continue Reading

Breaking News

KM Bayu Permata Pembawa Logistik Pemilu Kandas di Bintan

Published

on

Kapal-KM-Bayu-Permata-yang-membawa-logistik-Pemilu-Kandas-di-Bintan

Indoseafarers.com – Kapal Motor (KM) Bayu Permata, kapal pembawa 26 koli logistik berisi Formulir C2, C7, Formulir Model DAA.1 dan Formulir Model DA.1 untuk Pemilu 2019 yang diperuntukan bagi Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau kandas di peraiaran Pulau Rusa, Kabupaten Bintan pada Jumat (29/3/2019).

kapal-km-bayu-permata-yang-kandas-di-peraiaran-pulau-rusa

Kepala Seksi Operasional Kantor Pencarian dan Keselamatan Tanjungpinang, Eko Suprianto, pada Jumat mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Polres Bintan, logistik pemilu itu dititipkan CV Anton Natuna ke Kapal Motor Bayu Permata.

Eko melanjutkan, Kantor Pencarian dan Pertolongan kelas A Tanjungpinang mengerahkan KN Bhisma menuju lokasi, dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

“Selanjutnya logistik Pemilu 2019 dipindahkan ke Kapal Kawai Ranai 1 untuk dibawa ke Ranai, Natuna. Sementara Kapal Bayu Permata yang kandas akan kembali ke Tanjungpinang untuk diperiksa kerusakannya,” tutupnya.

Disisi lain, Budi Cahyadi, selaku Kepala BNPP Kelas A Tanjungpinang  mengatakan bahwa informasi ini pertama kali didapat dari Sat Intelkam Polres Bintan. Saat itu juga tim SAR gabungan yang terdiri dari Satpolair Polres Bintan, personil Polsek Bintan Timur dan BNPP kelas A Tanjungpinang langsung berupaya melakukan evakuasi awak kapal dan logistik.

“Kejadian ini terjadi saat Mualim 1 KM Bayu Permata dan juru mudi melewati perairan Pulau Rusa Kecamatan Bintan Timur. Namun, tiba-tiba kapal ini hilang kendali sehingga mengakibatkan kapal kandas,” kata Budi melalui pesan singkat, Jumat.

Dilanjutkan bahwa untuk kru kapal tidak ada yang terluka.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Offshore News

Offshore Vessel

Featured News