Connect with us

Articles

Dual Fuel Engine, Bagaimana Cara Kerjanya?

Published

on

IndoseafarersDual fuel engine adalah mesin diesel yang dapat berjalan atau menggunakan dua jenis bahan bakar, yakni bahan bakar gas dan cair (diesel atau solar).

Ketika engine berjalan dalam mode gas atau sedang menggunakan bahan bakar gas, mesin berjalan sesuai dengan siklus Otto atau yang dikenal dengan Otto cycle.

Sedikit membahas, apa itu Siklus Otto? ini adalah siklus ideal untuk mesin torak dengan pengapian-nyala bunga api. Ini adalah siklus termodinamika yang paling umum ditemukan pada mesin mobil. Siklus Otto adalah deskripsi tentang apa yang terjadi pada massa gas karena mengalami perubahan tekanan, suhu, volume, penambahan panas, dan penghilangan panas. 

Balik lagi ke dual fuel engine, kali ini kita akan bahas dual fuel engine milik Wärtsilä, vendor mesin ini telah mengembangkan mesin yang menggunakan bahan bakar ganda sejak tahun 1987. Konsep pertamanya adalah mesin gas-diesel (GD) dengan injeksi gas tekanan tinggi. Kemudian diikuti oleh mesin gas generasi kedua pada awal 1990-an, dan pada tahun yang sama, wartsila juga memperkenalkan mesin gas murni yang menggunakan percikan api atau spark plug (SG) yang menggunakan gas tekanan rendah.


Note: Nonton video diatas yang menjelaskan tentang Dual Fuel Engine sebagai gambaran Anda


Untuk terobosan mesin dual-fuel (DF) baru diperkenalkan oleh Wärtsilä pada tahun 1995, dimana dirancang dengan menggabungkan fleksibilitas dan efisiensi bahan bakar serta menghasilkan daya tinggi dan efisiensi bahan bakar serta ramah terhadap lingkungan. Mesin dual fuel pertama untuk aplikasi di marine adalah Wärtsilä 32DF yang telah beroperasi pada tahun 2003.

Dual fuel engine pada start awal akan menggunakan bahan bakar liquid atau diesel, setelah mesin telah dibebani (memiliki beban) maka switch over atau perpindahan bahan bakar dari diesel ke gas dapa dilakukan tanpa harus atau tanpa ada pengaruhnya terhadap beban mesin ataupun menurunkan beban mesin terlebih dahulu (load reduction).

Dual Fuel Engine Pada Mode Gas (menggunakan bahan bakar gas)

Dalam mode gas ini, mesin akan memanfaatkan proses pembakaran ramping (lean burn). Gas akan dicampur dengan udara masuk (air inlet) sebelum masuk melalui inlet valve ke dalam cylinder atau ruang pembakaran. Setelah campuran gas dan udara tadi masuk kedalam ruang bakar dan setelah tahap kompresi, gas akan dinyalakan/dipicu untuk nyala oleh sejumlah kecil bahan bakar cair (diesel) yang disemprotkan melalui pilot fuel (liquid pilot fuel), sejumlah kecil bahan bakar dari pilot fuel ini disemprotkan dengan tekanan tinggi.

Dual-Fuel-Engine-Pilot-Fuel-Injection

Tekanan pilot fuel hingga 900 bar dimana waktu serta durasinya dikontrol secara elektronik, sistem pilot fuel ini juga terpisah dari line fuel utama dengan koneksi ke mesin yang berbeda.

Proses Dual Fuel Engine

Proses Dual Fuel Engine (Img credit: wartsila.com)

Dual Fuel Engine Pada Mode Backup (menggunakan bahan bakar Diesel)

Mesin dual fuel juga dilengkapi dengan backup fuel system, dimana ini adalah normal proses mesin diesel (seperti biasa). Bahan bakar di pompa menggunakan fuel injection pump dan disemprotkan kedalam cylinder atau ruang bakar melalui Injector (fuel injection valve). Disaat engine berjalan menggunakan bahan bakar gas, proses ini juga berjalan normal secara paralel namun tidak digunakan dan dalam kondisi standby. Sebaliknya, jika engine berjalan pada mode ini maka bahan bakar gas dan pilot fuel tadi juga tidak berfungsi atau tidak digunakan.

Switch over bahan bakar dari Diesel ke Gas

Untuk perpindahan bahan bakar dari diesel ke gas mesin harus sudah dalam keadaan terbeban dan beban harus berada dibawah 80% dari beban maksimum. Perpindahan diesel ke gas ini tidak akan mempengaruhi performa engine dan perpindahan tidak akan mengganggu beban yang dipikul mesin saat ini (perpindahan akan smooth). Jika bahan bakar telah menggunakan gas maka mesin dapat dibebankan hingga 100% tergantung dan sesuai keinginan.

Note: Perlu diketahui bahwa jika mesin sedang berjalan dengan menggunakan bahan bakar gas dan kemudian mesin ada masalah/alarm/sesuatu yang salah maka secara otomatis mesin akan switch over bahan bakar ke diesel (normal proses mesin diesel menggunakan backup system), jika sudah dalam keadaan seperti ini kita tidak dapat switch over bahan bakar kembali ke gas namun mesin harus distop terlebih dahulu untuk mereset system WECS atau electronicnya dan kemudian mulai dari awal hingga switch over kembali ke gas.

Pernah bekerja sebagai Senior Service Engineer di PT. Wartsila Indonesia. Saat ini dia masih aktif berlayar sebagai Chief Engineer di perusahaan pelayaran Offshore Indonesia, dengan pekerjaannya saat ini tidak membuatnya berhenti menyalurkan hobinya sebagai salah satu admin dan penulis di Indoseafarers.com. Saling berbagi sesuatu yang menurutnya bermanfaat adalah merupakan salah satu impiannya. :)

Articles

Marhaban Ya Ramadhan Bagi Seluruh Pelaut Indonesia

Published

on

Ramadhan-di-tengah-Pandemi-Covid-19

Indoseafarers.com -- Pertama-tama kami dari tim situs Indoseafarers ingin mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan, selamat menunaikan ibadah puasa puasa 1441 Hijriah, mohon maaf lahir dan bathin bagi seluruh Pelaut Indonesia bersama keluarga dimana saja Anda berada saat ini.

Tahun ini merupakan tahun menantang bagi dunia dan terutama bagi kita para pelaut, perusahaan pelayaran, bagi negara maupun bagi dunia. Menantang ditengah-tengah Pandemi Covid-19, harga minyak dunia terjun bebas dan bahkan hingga minus, banyak pelaut yang dipulangkan akibat kapal tidak beroperasi, dan yang paling utama adalah disaat umat muslim di seluruh dunia menjalankan bulan suci Ramadhan.

Perusahaan-perusahaan pelayaran telah ketar-ketir dimasa menyebarnya Virus Corona di seluruh dunia, kebijakan-kebijakan yang diambil Pemerintah tentu sangat mempengaruhi perusahaan-perusahaan tersebut dan sudah tentu akan mempengaruhi juga karyawan laut atau pelaut.

Contoh sederhana di perusahaan saya sekarang, kebetulan perusahaan tempat saya bekerja adalah perusahaan dengan kapal-kapal support untuk pekerjaan lepas pantai (Offshore), kapal AHTS, AHT, PSV maupun kapal-kapal sejenis untuk pekerjaan lepas pantai. Saat ini, kapal-kapal ditempat saya bekerja sudah mulai nongkrong alias standby akibat tidak ada project. Kurang lebih saat ini sudah ada 6 kapal yang nongkrong akibat project lepas pantai di postpone entah sampai kapan. Bahkan ada salah satu kapal yang baru saja beroperasi untuk pekerjaan di selat Makassar milik ENI harus terpaksa dihentikan. Padahal baru saja sampai di lokasi pekerjaan. Dan sebentar lagi segera menyusul kapal-kapal lain yang kebetulan saat ini sedang beroperasi namun akan selesai masa kontraknya.

Selintas kabar berita yang saya dapat, diperkirakan masa-masa sulit ini akan berlangsung hingga… paling cepat bulan Agustus namun diperkirakan bisa lebih dan yang parahnya ada isu bahwa bisa jadi sampai tahun 2021 nanti.

Media-media Internasional bahkan sudah mulai menulis masa-masa kehancuran Offshore sudah datang saat ini. Bukan hanya offshore tapi juga perusahaan-perusahaan pelayaran Internasional seperti kapal pesiar dan masih banyak lagi. Proyek-proyek lepas pantai baik di laut dangkal (Shallow water) maupun laut dalam (Deep water) sudah berhenti beroperasi. Di Facebook, situs-situs besar yang saya ikuti rata-rata membagikan berita tentang kehancuran offshore, dunia perkapalan dan shipping industry.

Terlepas dari semua ini, saat ini marilah kita memfokuskan diri untuk menjalankan ibadah puasa, melakukan amalan-amalan Allah sehingga masalah Virus corona. Semoga ibadah puasa kita dilancarkan dan keberkahan Ramadhan dilimpahkan bagi kita semua.

Marhaban Ya Ramadhan, Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1441 H / 2020 M

Tonton Video Menarik Lainnya:

Continue Reading

Articles

Stern Tube: Memahami Stern Tube di Kapal

Published

on

By

Indoseafarers.com – Mari berbagi… kali ini saya akan berbagi apa itu Stern Tube dan fungsi dari Stern tube itu sendiri yang ada diatas kapal. Disini bukan berarti saya lebih pandai dan tahu dari pembaca, tetapi marilah kita sama-sama belajar. Dibawah setiap berita ataupun artikel terdapat kolom komentar dimana anda pun dapat berbagi pendapat, masukan ataupun kritik yang menurut anda kurang, salah atau kurang tepat sesuai pengetahuan anda. Ya silahkan saja agar kita sama-sama belajar untuk tambahan pengetahuan kita, bagi banyak orang dan tentunya dengan harapan dapat berguna di lingkungan kerja kita sehari-hari diatas kapal.

Sebagai orang mesin (Engine department) entah itu perwira mesin, oiler, wiper, mandor mesin, ETO atau bahkan mungkin orang deck: Master, CO, 2O dlsb sudah tentu pernah mendengar kata ini. Ya.. Stern Tube, tapi apakah kita tahu apa fungsi sebenarnya dari Stern tube itu sendiri? Atau mungkin bahkan bertanya dimana sebenarnya letak Stern tube itu berada di kamar mesin? Bagaimana juga dengan konstruksinya?

Seperti kita ketahui, ada beberapa bagian kapal yang terletak diluar lambung kapal. Bagian-bagian itu seperti Propeller (baling-baling), Rudder (kemudi). Propeller atau baling-baling merupakan bagian dari sistem propulsi kapal dimana saat bekerja akan berputar untuk menggerakkan kapal maju ataupun mundur. Baling-baling sendiri membutuhkan daya untuk dapat berputar yang didapat dari Main engine (mesin induk) yang terletak didalam kamar mesin. Ini artinya baling-baling yang berada diluar lambung kapal terhubung dengan mesin induk yang ada di kamar mesin. Keduanya dihubungkan dengan shaft propeller (Poros baling-baling). Gerak yang dihasilkan dari mesin utama diubah menjadi daya dorong ke baling-baling untuk mendorong/menggerakkan kapal melalui poros baling-baling tadi.

Jika dilihat dari beratnya, mesin utama dan baling-baling sangatlah berat, keduanya berada di dalam kapal tentu akan mempengaruhi stabilitas kapal. Nah.. untuk alasan inilah digunakanlah Stern Tube (tabung poros) dan poros baling-baling (Shaft propeller). Secara singkatnya, poros baling-baling digunakan untuk menghubungkan mesin kapal dan baling-baling. Tabung poros (Stern Tube) adalah tabung (lubang) sempit yang ada di struktur lambung kapal yang terletak antara ujung buritan kapal sampai ujung sekat kamar mesin dimana poros baling-baling melewatinya untuk menghubungkan mesin induk dan baling-baling.

Kita akan lanjut ke fungsi dari Stern Tube, kontruksinya serta apasaja yang ada pada Stern tube tadi. Namun sebelumnya, dibawah ini untuk mencegah salah pengertian kita akan singkat Stern Tube menjadi ST. Sedikit penjelasan; singkatan ST untuk arti dari peralatan lain dikapal juga ada yakni Stern Thruster. Stern Thruster biasanya digunakan untuk kapal-kapal offshore ataupun kapal penumpang misalnya yang berfungsi untuk memudahkan olah gerak kapal. Untuk kapal offshore berfungsi atau digunakan untuk on DP/DP mode (Dynamic Positioning).

Stern-Tube

Gambar Posisi Stern Tube

Beberapa fungsi dari ST sebagai berikut:
  • Melindungi poros dari benturan – benturan benda keras yang ada di sekitar poros.
  • Sebagai tempat dudukan bantalan poros baling-baling (shaft propeller).
  • Sebagai media pelumasan poros propeller.
  • Dengan bearing, ST juga berfungsi sebagai penyekat terjadi kebocoran.
Konstruksi ST

Konstruksi ST memiliki bentuk dan pengaturan khusus untuk akomadasi ruang poros baling-paling (shaft propeller), terletak antara ujung buritan kapal sampai ujung sekat kamar mesin. Berbentuk ramping hingga ke ujung buritan dan poros baling-baling juga berada di tingkat/tempat yang sama. Ujung depan ST ditunjang oleh aft peak bulk head dan ujung belakang dari ST ditunjang oleh rangka buritan kapal.

Konstruksi-Stern-Tube

Konstruksi Stern Tube, Bearing, Pelumasan dan Cooling.

Bearing ST, Bantalan dan Seal

Berat total dari poros baling-baling didalam ST diangkat atau ditunjang oleh bearing yang dikenal dengan ST bearing, sedangkan berat total dari ST dan bearing ditunjang oleh rangka kapal diujung buritan. Ada dua ST bearing atas/bawah (lower/upper bearing) yang menunjang ST tadi, fungsinya adalah agar poros baling-baling (propeller shaft) berputar dengan baik (smooth rotation). Pada ST terdapat juga sistem pelumasan oli dari/ke bearing yang berfungsi untuk melumasi bearing saat poros baling-baling berputar. Oli yang digunakan untuk melumasi bearing ST juga didinginkan oleh media air (fresh water).

Konstruksi-ST

Konstruksi Bearing ST dan Sealnya.

Selain bearing, part yang tidak kalah penting di ST adalah oil sealing glands yang dikenal dengan stern glands (ST Seal) yang berfungsi untuk mencegah masuknya air laut kedalam kapal atau sebaliknya mencegah keluarnya oli pelumas keluar/laut sehingga menyebabkan terjadinya polusi karena kebocoran oli dari pelumasan bearing ST tadi.

Kesimpulan
  1. Stern Tube adalah tabung (lubang) sempit yang ada di struktur lambung kapal yang terletak antara ujung buritan kapal sampai ujung sekat kamar mesin dimana poros baling-baling melewatinya untuk menghubungkan mesin induk dan baling-baling.
  2. Fungsi Stern Tube:
    • Melindungi poros dari benturan – benturan benda keras yang ada di sekitar poros baling-baling.
    • Sebagai tempat dudukan bantalan poros baling-baling (shaft propeller).
    • Sebagai media pelumasan poros propeller.
    • Dengan bearing, ST juga berfungsi sebagai penyekat terjadi kebocoran air laut masuk kedalam kapal atau kebocoran minyak pelumas keluar ke air laut sehingga terjadi polusi.
  3. Konstruksi ST memiliki bentuk dan pengaturan khusus untuk akomadasi ruang poros baling-paling (shaft propeller), terletak antara ujung buritan kapal sampai ujung sekat kamar mesin. Berbentuk ramping hingga ke ujung buritan dan poros baling-baling juga berada di tinkat/tempat yang sama. Ujung depan ST ditunjang oleh aft peak bulk head dan ujung belakang dari ST ditunjang oleh rangka buritan kapal.
  4. Terdapat bearing di ST (lower and upper bearing) yang berfungsi untuk menjaga poros baling-baling berputar dengan smooth.
  5. Terdapat sistem pelumasan oli maupun sistem pendingin di ST untuk melumasi bearing ST dan pendingin sebagai media pendingin oli yang melumasi bearing ST.

Secara garis besar inilah Stern Tube yang ada diatas kapal. Saran, kritik, tanggapan, masukan… apasaja silahkan anda dapat berbagi melalui kolom komentar dibawah. Semoga bermanfaat.

Referensi: Enginemechanis

Continue Reading

Articles

Bajak Laut Somalia, Beberapa Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Mereka

Published

on

By

Bajak-Laut-Muda-Somalia

Indoseafarers.comBajak laut Somalia sangat terkenal di seluruh dunia, mereka merompak tanpa ada rasa jera dan takut sedikitpun. Perompakan dilaut oleh bajak laut somalia sepertinya tak henti-hentinya walau mereka harus sering juga berhadapan dengan militer, kapal perang, senjata serta hal menegangkan lainnya.

Pembajakan di lepas pantai Somalia telah menjadi ancaman bagi pelayaran internasional sejak fase kedua Perang Saudara Somalia pada awal abad 21. Sejak tahun 2005, banyak organisasi internasional menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya tindakan pembajakan di daerah tersebut. Efek pembajakan menghambat pengiriman kargo dimana tentu biaya pengiriman akan bertambah. Menurut data dari Oceans Beyond, penambahan biaya akibat keterlambatan pengiriman kargo karena efek dari pembajakan kapal tadi sekitar $6,6 hingga $6,9 miliar per tahun untuk perdagangan global di tahun 2011. Dilain sisi, ada golongan tertentu yang mengambil keuntungan besar dari kasus-kasus pembajakan kapal ini, seperti perusahaan asuransi yang secara signifikan memiliki keuntungan berlipat dari serangan bajak laut terutama jika melewati daerah kekuasaan perompak Somalia. Perusahaan-perusahaan asuransi menaikkan suku bunga untuk antisipasi kejadian perompakan di laut.

Namun apakah tindakan pembajakan dilaut yang dilakukan oleh pembajak Somalia ini harus sering terjadi? Apakah pembajakan yang mereka lakukan hanya karena misal hobi semata? merupakan mata pencarian utama mereka? ataukah ada hal lain yang merupakan sebab utama sehingga pembajakan oleh mereka harus tetap dan sering dilakukan? Mari kita simak beberapa hal tentang bajak laut Somalia dibawah ini.

Beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang bajak laut Somalia

Somalia (bahasa Somali: Soomaaliya; bahasa Arab: الصومال, As-Sumal), dahulu bernama Republik Demokratik Somali, adalah sebuah negara yang terletak di Tanduk Afrika. Negara ini berbatasan dengan Djibouti di barat laut, Kenya di barat daya, Teluk Aden dan Yaman di utara, Samudra Hindia di sebelah timur, dan Ethiopia di sebelah barat.

Perompakan di pesisir Somalia dimulai dengan para nelayan mempertahankan daerah mereka. Setelah keruntuhan pemerintahan Somalia pada tahun 1991, negara-negara lain secara perlahan-lahan mulai memasuki wilayah negara Somalia dan melakukan ilegal fishing di wilayah kekuasaan tersebut. Bahkan bukan hanya itu saja, banyak negara mulai membuang limbah beracun di perairan negara Somalia.

Sejak itu, dampaknya perairan daerah Somalia mulai kekurangan hasil ikan karena pengaruh toxic tadi. Penduduk sekitar yang rata-rata adalah nelayan mulai resah dan kesusahan mencari ikan sebagai salah satu mata pencarian utama mereka. Makanan dan salah satu penghasilan dari menjual ikan pun berkurang. Akibatnya beralih menjadi perompak pun terjadi. Nelayan setempat mulai naik ke kapal-kapal asing, membajak kapal dan menuntut uang, jika tidak, mereka tidak segan-segan membunuh jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Aktifitas-Nelayan-Somalia

Aktifitas Nelayan Somalia

Bajak laut Somalia menyebut diri mereka “Coast Guard” dan menyatakan misi membajak mereka adalah untuk mempertahankan integritas teritorial wilayah Somalia hingga ada formasi baru dalam pemerintahan negara tersebut.

Wilayah patroli untuk melakukan pembajakan meluas dengan cepatnya dan bahkan motif membajak pun mulai berbeda, dimana yang pada awalnya hanya mempertahankan wilayah perairan, kini pembajakan mulai sering dilakukan karena penghasilan yang didapat dari membajak dinilai cukup besar. Hasil membajak dalam setahun dapat menghasilkan hingga 200 juta dolar Amerika.

Kebanyakan dari pembajak Somalia berusia muda dan mereka adalah jebolan bekas perang Torn Southern Regions.

Bajak Laut Somalia

Salah Satu Bajak Laut Somalia

Jika dibagi, ada tiga kategori pembajak. Kategori pembajak pertama adalah penduduk yang berprofesi sebagai nelayan. Kategori pembajak ini menggunakan keahlian dan pengetahuan mereka untuk membajak di perairan luas dan bebas.

Kategori pembajak kedua adalah bekas anggota milisi yang sebelumnya tergabung dalam perang suku. Kategori pembajak ketiga adalah mereka yang berpengalaman menggunakan dan mengoperasikan peralatan navigasi seperti GPS serta peralatan sejenis.

Bajak laut Somalia, dalam bahasa Somalia sendiri jika di terjemahkan kedalam bahasa Inggris adalah “ocean robber” namun kebanyakan dari mereka menyebut dirinya “Saviors” laut.

Jika mereka menggunakan speed boat utama mereka yang cukup besar untuk membajak, pembajakan dapat meluas hingga ke wilayah negara India. Awal pembajakan kapal dan bagaimana mereka bisa naik kekapal, biasanya dengan menggunakan tangga yang mereka bawa sendiri. Umumnya setelah berhasil mengakses hingga ke kapal, mereka akan menggunakan RPG dan senjata ringan lainnya untuk mengintimidasi kru kapal.

Salah-satu-bajak-laut-Somalia-membawa-RPG

Salah satu Bajaklaut Somalia membawa RPG

Menyakiti dan melukai kru kapal yang disandera bertentangan dengan kode etik bajak laut Somalia, sehinnga hingga saat ini belum banyak korban terkait pembajakan oleh bajak Somalia dalam beberapa dekade terakhir.

Kebijakan mereka untuk tidak menyederai sandera adalah agar negara yang kru nya disandera juga tidak boleh bernegosiasi dan harus membayarkan tuntutan yang mereka minta.

Keberhasilan dalam membajak dapat merubah ekonomi penduduk Somalia. Sektor finansial penduduk cukup mengagetkan dan berkembang dengan baik. Operasi dalam melakukan pembajakan saat ini sangat cepat dan cara mereka melakukan pembajakan berubah-ubah sehingga susah untuk ditebak.

Ada banyak pihak ketiga yang mengambil keuntungan dari pembajakan di Somalia, seperti provider-provider asuransi dan bajak laut yang mengatur operasi pembajakan dan menggandakan tuntutan dan bertindak sebagai negosiator pembajak.

Hal menarik lain dari pembajakan yang sering dilakukan di Somalia adalah kapal-kapal ilegal fishing takut memasuki daerah Somalia, dan dengan begitu populasi ikan di perairan Somalia dan Kenya kembali berkembang normal sehingga banyak nelayan setempat dapat kembali hidup dari hasil laut.

Salah-satu-nelayan-yang-hidup-dari-hasil-laut

Salah satu nelayan yang hidup dari hasil laut

Sebagian bajak laut Somalia telah tertangkap dan dihukum, 6 pembajak diantaranya dieksekusi mati oleh pengadilan Yaman. Bedanya jika negara bagian Eropa yang menangkap mereka, pembajak hanya dihukum beberapa tahun dalam tahanan. Namun setelah bebas, bajak laut asal Somalia ini tidak dipulangkan ke negara mereka karena dinilai masih tetap berbahaya dan dapat kembali melakukan kegiatan aksi pembajakan.

Ironisnya, ada kekhawatiran yang terus meningkat bahwa pembajak sebagai penduduk setempat Somalia mencari cara dan jalan untuk menjadi kewarganegaraan di barat.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Offshore News

Offshore Vessel

Featured News