Connect with us

Articles

Bajak Laut Somalia, Beberapa Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Mereka

Published

on

Bajak-Laut-Muda-Somalia

Indoseafarers.comBajak laut Somalia sangat terkenal di seluruh dunia, mereka merompak tanpa ada rasa jera dan takut sedikitpun. Perompakan dilaut oleh bajak laut somalia sepertinya tak henti-hentinya walau mereka harus sering juga berhadapan dengan militer, kapal perang, senjata serta hal menegangkan lainnya.

Pembajakan di lepas pantai Somalia telah menjadi ancaman bagi pelayaran internasional sejak fase kedua Perang Saudara Somalia pada awal abad 21. Sejak tahun 2005, banyak organisasi internasional menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya tindakan pembajakan di daerah tersebut. Efek pembajakan menghambat pengiriman kargo dimana tentu biaya pengiriman akan bertambah. Menurut data dari Oceans Beyond, penambahan biaya akibat keterlambatan pengiriman kargo karena efek dari pembajakan kapal tadi sekitar $6,6 hingga $6,9 miliar per tahun untuk perdagangan global di tahun 2011. Dilain sisi, ada golongan tertentu yang mengambil keuntungan besar dari kasus-kasus pembajakan kapal ini, seperti perusahaan asuransi yang secara signifikan memiliki keuntungan berlipat dari serangan bajak laut terutama jika melewati daerah kekuasaan perompak Somalia. Perusahaan-perusahaan asuransi menaikkan suku bunga untuk antisipasi kejadian perompakan di laut.

Namun apakah tindakan pembajakan dilaut yang dilakukan oleh pembajak Somalia ini harus sering terjadi? Apakah pembajakan yang mereka lakukan hanya karena misal hobi semata? merupakan mata pencarian utama mereka? ataukah ada hal lain yang merupakan sebab utama sehingga pembajakan oleh mereka harus tetap dan sering dilakukan? Mari kita simak beberapa hal tentang bajak laut Somalia dibawah ini.

Beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang bajak laut Somalia

Somalia (bahasa Somali: Soomaaliya; bahasa Arab: الصومال, As-Sumal), dahulu bernama Republik Demokratik Somali, adalah sebuah negara yang terletak di Tanduk Afrika. Negara ini berbatasan dengan Djibouti di barat laut, Kenya di barat daya, Teluk Aden dan Yaman di utara, Samudra Hindia di sebelah timur, dan Ethiopia di sebelah barat.

Perompakan di pesisir Somalia dimulai dengan para nelayan mempertahankan daerah mereka. Setelah keruntuhan pemerintahan Somalia pada tahun 1991, negara-negara lain secara perlahan-lahan mulai memasuki wilayah negara Somalia dan melakukan ilegal fishing di wilayah kekuasaan tersebut. Bahkan bukan hanya itu saja, banyak negara mulai membuang limbah beracun di perairan negara Somalia.

Sejak itu, dampaknya perairan daerah Somalia mulai kekurangan hasil ikan karena pengaruh toxic tadi. Penduduk sekitar yang rata-rata adalah nelayan mulai resah dan kesusahan mencari ikan sebagai salah satu mata pencarian utama mereka. Makanan dan salah satu penghasilan dari menjual ikan pun berkurang. Akibatnya beralih menjadi perompak pun terjadi. Nelayan setempat mulai naik ke kapal-kapal asing, membajak kapal dan menuntut uang, jika tidak, mereka tidak segan-segan membunuh jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Aktifitas-Nelayan-Somalia

Aktifitas Nelayan Somalia

Bajak laut Somalia menyebut diri mereka “Coast Guard” dan menyatakan misi membajak mereka adalah untuk mempertahankan integritas teritorial wilayah Somalia hingga ada formasi baru dalam pemerintahan negara tersebut.

Wilayah patroli untuk melakukan pembajakan meluas dengan cepatnya dan bahkan motif membajak pun mulai berbeda, dimana yang pada awalnya hanya mempertahankan wilayah perairan, kini pembajakan mulai sering dilakukan karena penghasilan yang didapat dari membajak dinilai cukup besar. Hasil membajak dalam setahun dapat menghasilkan hingga 200 juta dolar Amerika.

Kebanyakan dari pembajak Somalia berusia muda dan mereka adalah jebolan bekas perang Torn Southern Regions.

Bajak Laut Somalia

Salah Satu Bajak Laut Somalia

Jika dibagi, ada tiga kategori pembajak. Kategori pembajak pertama adalah penduduk yang berprofesi sebagai nelayan. Kategori pembajak ini menggunakan keahlian dan pengetahuan mereka untuk membajak di perairan luas dan bebas.

Kategori pembajak kedua adalah bekas anggota milisi yang sebelumnya tergabung dalam perang suku. Kategori pembajak ketiga adalah mereka yang berpengalaman menggunakan dan mengoperasikan peralatan navigasi seperti GPS serta peralatan sejenis.

Bajak laut Somalia, dalam bahasa Somalia sendiri jika di terjemahkan kedalam bahasa Inggris adalah “ocean robber” namun kebanyakan dari mereka menyebut dirinya “Saviors” laut.

Jika mereka menggunakan speed boat utama mereka yang cukup besar untuk membajak, pembajakan dapat meluas hingga ke wilayah negara India. Awal pembajakan kapal dan bagaimana mereka bisa naik kekapal, biasanya dengan menggunakan tangga yang mereka bawa sendiri. Umumnya setelah berhasil mengakses hingga ke kapal, mereka akan menggunakan RPG dan senjata ringan lainnya untuk mengintimidasi kru kapal.

Salah-satu-bajak-laut-Somalia-membawa-RPG

Salah satu Bajaklaut Somalia membawa RPG

Menyakiti dan melukai kru kapal yang disandera bertentangan dengan kode etik bajak laut Somalia, sehinnga hingga saat ini belum banyak korban terkait pembajakan oleh bajak Somalia dalam beberapa dekade terakhir.

Kebijakan mereka untuk tidak menyederai sandera adalah agar negara yang kru nya disandera juga tidak boleh bernegosiasi dan harus membayarkan tuntutan yang mereka minta.

Keberhasilan dalam membajak dapat merubah ekonomi penduduk Somalia. Sektor finansial penduduk cukup mengagetkan dan berkembang dengan baik. Operasi dalam melakukan pembajakan saat ini sangat cepat dan cara mereka melakukan pembajakan berubah-ubah sehingga susah untuk ditebak.

Ada banyak pihak ketiga yang mengambil keuntungan dari pembajakan di Somalia, seperti provider-provider asuransi dan bajak laut yang mengatur operasi pembajakan dan menggandakan tuntutan dan bertindak sebagai negosiator pembajak.

Hal menarik lain dari pembajakan yang sering dilakukan di Somalia adalah kapal-kapal ilegal fishing takut memasuki daerah Somalia, dan dengan begitu populasi ikan di perairan Somalia dan Kenya kembali berkembang normal sehingga banyak nelayan setempat dapat kembali hidup dari hasil laut.

Salah-satu-nelayan-yang-hidup-dari-hasil-laut

Salah satu nelayan yang hidup dari hasil laut

Sebagian bajak laut Somalia telah tertangkap dan dihukum, 6 pembajak diantaranya dieksekusi mati oleh pengadilan Yaman. Bedanya jika negara bagian Eropa yang menangkap mereka, pembajak hanya dihukum beberapa tahun dalam tahanan. Namun setelah bebas, bajak laut asal Somalia ini tidak dipulangkan ke negara mereka karena dinilai masih tetap berbahaya dan dapat kembali melakukan kegiatan aksi pembajakan.

Ironisnya, ada kekhawatiran yang terus meningkat bahwa pembajak sebagai penduduk setempat Somalia mencari cara dan jalan untuk menjadi kewarganegaraan di barat.

Pernah bekerja sebagai Senior Service Engineer di PT. Wartsila Indonesia. Saat ini dia masih aktif berlayar sebagai Chief Engineer di perusahaan pelayaran Offshore Indonesia, dengan pekerjaannya saat ini tidak membuatnya berhenti menyalurkan hobinya sebagai salah satu admin dan penulis di Indoseafarers.com. Saling berbagi sesuatu yang menurutnya bermanfaat adalah merupakan salah satu impiannya. :)

Advertisement
2 Comments

2 Comments

  1. Gerry

    02/02/2019 at 7:38 pm

    Hmmm… Nice info, serem juga jika seandainya hidup/tinggal disana dimana kita dipaksakan (*sepertinya) untuk harus mengikuti kegiatan merampok karena keadaan yang memaksa. Semoga para penduduk disana bisa mendapatkan pekerjaan yang layak selain kegiatan mereka merompak.

  2. Ciko

    03/02/2019 at 7:13 am

    Udh dari zaman dulu perompak di negara ini terkenal di dunia… Ngeri2 sedap klo punya line kapal daerah2 sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Articles

Stern Tube: Memahami Stern Tube di Kapal

Published

on

By

Indoseafarers.com – Mari berbagi… kali ini saya akan berbagi apa itu Stern Tube dan fungsi dari Stern tube itu sendiri yang ada diatas kapal. Disini bukan berarti saya lebih pandai dan tahu dari pembaca, tetapi marilah kita sama-sama belajar. Dibawah setiap berita ataupun artikel terdapat kolom komentar dimana anda pun dapat berbagi pendapat, masukan ataupun kritik yang menurut anda kurang, salah atau kurang tepat sesuai pengetahuan anda. Ya silahkan saja agar kita sama-sama belajar untuk tambahan pengetahuan kita, bagi banyak orang dan tentunya dengan harapan dapat berguna di lingkungan kerja kita sehari-hari diatas kapal.

Sebagai orang mesin (Engine department) entah itu perwira mesin, oiler, wiper, mandor mesin, ETO atau bahkan mungkin orang deck: Master, CO, 2O dlsb sudah tentu pernah mendengar kata ini. Ya.. Stern Tube, tapi apakah kita tahu apa fungsi sebenarnya dari Stern tube itu sendiri? Atau mungkin bahkan bertanya dimana sebenarnya letak Stern tube itu berada di kamar mesin? Bagaimana juga dengan konstruksinya?

Seperti kita ketahui, ada beberapa bagian kapal yang terletak diluar lambung kapal. Bagian-bagian itu seperti Propeller (baling-baling), Rudder (kemudi). Propeller atau baling-baling merupakan bagian dari sistem propulsi kapal dimana saat bekerja akan berputar untuk menggerakkan kapal maju ataupun mundur. Baling-baling sendiri membutuhkan daya untuk dapat berputar yang didapat dari Main engine (mesin induk) yang terletak didalam kamar mesin. Ini artinya baling-baling yang berada diluar lambung kapal terhubung dengan mesin induk yang ada di kamar mesin. Keduanya dihubungkan dengan shaft propeller (Poros baling-baling). Gerak yang dihasilkan dari mesin utama diubah menjadi daya dorong ke baling-baling untuk mendorong/menggerakkan kapal melalui poros baling-baling tadi.

Jika dilihat dari beratnya, mesin utama dan baling-baling sangatlah berat, keduanya berada di dalam kapal tentu akan mempengaruhi stabilitas kapal. Nah.. untuk alasan inilah digunakanlah Stern Tube (tabung poros) dan poros baling-baling (Shaft propeller). Secara singkatnya, poros baling-baling digunakan untuk menghubungkan mesin kapal dan baling-baling. Tabung poros (Stern Tube) adalah tabung (lubang) sempit yang ada di struktur lambung kapal yang terletak antara ujung buritan kapal sampai ujung sekat kamar mesin dimana poros baling-baling melewatinya untuk menghubungkan mesin induk dan baling-baling.

Kita akan lanjut ke fungsi dari Stern Tube, kontruksinya serta apasaja yang ada pada Stern tube tadi. Namun sebelumnya, dibawah ini untuk mencegah salah pengertian kita akan singkat Stern Tube menjadi ST. Sedikit penjelasan; singkatan ST untuk arti dari peralatan lain dikapal juga ada yakni Stern Thruster. Stern Thruster biasanya digunakan untuk kapal-kapal offshore ataupun kapal penumpang misalnya yang berfungsi untuk memudahkan olah gerak kapal. Untuk kapal offshore berfungsi atau digunakan untuk on DP/DP mode (Dynamic Positioning).

Stern-Tube

Gambar Posisi Stern Tube

Beberapa fungsi dari ST sebagai berikut:
  • Melindungi poros dari benturan – benturan benda keras yang ada di sekitar poros.
  • Sebagai tempat dudukan bantalan poros baling-baling (shaft propeller).
  • Sebagai media pelumasan poros propeller.
  • Dengan bearing, ST juga berfungsi sebagai penyekat terjadi kebocoran.
Konstruksi ST

Konstruksi ST memiliki bentuk dan pengaturan khusus untuk akomadasi ruang poros baling-paling (shaft propeller), terletak antara ujung buritan kapal sampai ujung sekat kamar mesin. Berbentuk ramping hingga ke ujung buritan dan poros baling-baling juga berada di tingkat/tempat yang sama. Ujung depan ST ditunjang oleh aft peak bulk head dan ujung belakang dari ST ditunjang oleh rangka buritan kapal.

Konstruksi-Stern-Tube

Konstruksi Stern Tube, Bearing, Pelumasan dan Cooling.

Bearing ST, Bantalan dan Seal

Berat total dari poros baling-baling didalam ST diangkat atau ditunjang oleh bearing yang dikenal dengan ST bearing, sedangkan berat total dari ST dan bearing ditunjang oleh rangka kapal diujung buritan. Ada dua ST bearing atas/bawah (lower/upper bearing) yang menunjang ST tadi, fungsinya adalah agar poros baling-baling (propeller shaft) berputar dengan baik (smooth rotation). Pada ST terdapat juga sistem pelumasan oli dari/ke bearing yang berfungsi untuk melumasi bearing saat poros baling-baling berputar. Oli yang digunakan untuk melumasi bearing ST juga didinginkan oleh media air (fresh water).

Konstruksi-ST

Konstruksi Bearing ST dan Sealnya.

Selain bearing, part yang tidak kalah penting di ST adalah oil sealing glands yang dikenal dengan stern glands (ST Seal) yang berfungsi untuk mencegah masuknya air laut kedalam kapal atau sebaliknya mencegah keluarnya oli pelumas keluar/laut sehingga menyebabkan terjadinya polusi karena kebocoran oli dari pelumasan bearing ST tadi.

Kesimpulan
  1. Stern Tube adalah tabung (lubang) sempit yang ada di struktur lambung kapal yang terletak antara ujung buritan kapal sampai ujung sekat kamar mesin dimana poros baling-baling melewatinya untuk menghubungkan mesin induk dan baling-baling.
  2. Fungsi Stern Tube:
    • Melindungi poros dari benturan – benturan benda keras yang ada di sekitar poros baling-baling.
    • Sebagai tempat dudukan bantalan poros baling-baling (shaft propeller).
    • Sebagai media pelumasan poros propeller.
    • Dengan bearing, ST juga berfungsi sebagai penyekat terjadi kebocoran air laut masuk kedalam kapal atau kebocoran minyak pelumas keluar ke air laut sehingga terjadi polusi.
  3. Konstruksi ST memiliki bentuk dan pengaturan khusus untuk akomadasi ruang poros baling-paling (shaft propeller), terletak antara ujung buritan kapal sampai ujung sekat kamar mesin. Berbentuk ramping hingga ke ujung buritan dan poros baling-baling juga berada di tinkat/tempat yang sama. Ujung depan ST ditunjang oleh aft peak bulk head dan ujung belakang dari ST ditunjang oleh rangka buritan kapal.
  4. Terdapat bearing di ST (lower and upper bearing) yang berfungsi untuk menjaga poros baling-baling berputar dengan smooth.
  5. Terdapat sistem pelumasan oli maupun sistem pendingin di ST untuk melumasi bearing ST dan pendingin sebagai media pendingin oli yang melumasi bearing ST.

Secara garis besar inilah Stern Tube yang ada diatas kapal. Saran, kritik, tanggapan, masukan… apasaja silahkan anda dapat berbagi melalui kolom komentar dibawah. Semoga bermanfaat.

Referensi: Enginemechanis

Continue Reading

Articles

Berprofesi Sebagai Pelaut? Ini 5 Penyakit Berbahaya Dan Serius Yang Perlu Kamu Ketahui

Published

on

PT-Buana-Lintas-Lautan-Tbk-(BULL)-Berencana-Beli-Aframax-Tanker

Indoseafarers.com – Penyakit berbahaya dan serius di lingkungan Pelaut.

Setiap profesi yang kita jalani tentu memiliki keunikan tersendiri. Berprofesi sebagai pelaut secara pribadi admin merasa beruntung, tentunya terlepas dari segala macam tetek-bengek pengurusan sertifikat pelaut yang selalu menghantui setiap 5 tahunnya serta kesulitan lainnya seperti sulit mencari lowongan saat masa-masa sulit perusahaan pelayaran beserta manning agent dan hal terkait lainnya. Mengapa merasa beruntung? karena pelaut bisa mengunjungi daerah atau negara tertentu sesuai dengan rute kapalnya, itung-itung jalan-jalan gratis.

Selain itu, upah atau gaji pelaut bisa dibilang lumayan dan dibayarkan dengan mata uang asing sesuai perusahaan yang mempekerjakannya (tidak semua pelaut mendapat gaji bagus dan Dolar) serta masih banyak pengalaman menarik lainnya.

Namun, terlepas dari keuntungan dan keunikan diatas, tanpa disadari pelaut sebenarnya memiliki risiko bahaya sangat tinggi dan juga pelaut sebenarnya rentan terkena penyakit berbahaya. Selain kecelakaan kapal, pelaut rentan terhadap penyakit berbahaya dan serius bagi kesehatan pribadinya. Hal ini karena dipengaruhi oleh sifat pekerjaan di kapal, perubahan kondisi iklim, jenis muatan yang dibawa, jam kerja, bahan-bahan chemical yang ditangani, penyakit epidemi dan endemik, kebiasaan pribadi dan masih banyak hal lainnya. Ini adalah FAKTA bahwa berprofesi sebagai pelaut memang memiliki risiko bahaya dan penyakit sangat tinggi.

Meskipun pelaut setiap tahunnya harus melakukan medical check up atau saat akan bergabung dengan sebuah perusahaan pelayaran, namun terbukti bahwa kehidupan pelaut selalu berisiko saat berada di laut dan yang lebih buruk lagi adalah tidak adanya seorang profesional medis (dokter) di atas kapal (terkecuali kapal pesiar) sekalipun kru kapal harus mengikuti training Medical First Aid dan Medical Care.

Mungkin ada yang bilang bahwa risiko bahaya dan penyakit bisa dimana saja… tapi berapa banyak persentasenya dibandingkan dengan pekerja yang memang bekerja pada lingkungan berbahaya?

Oke.. mari kita lihat mengapa pelaut rentan terhadap penyakit berbahaya diatas kapal, setidaknya dibawah ini ada 5 penyakit yang akan kita bahas.

Penyakit Berbahaya dan Serius Yang Umum di Derita Pelaut

1. Hand Arm Vibration Syndrome (HAVS)

Hand arm vibration syndrome (HAVS) dikenal juga dengan Vibration white finger (VWF) atau Dead Finger, adalah penyebab sekunder dari raynaud syndrome, yaitu masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh penggunaan terus menerus hand held machine yang bergetar (vibration).

Penyakit ini akan mengenai:
– pembuluh darah
– syaraf
– otot
– sendi
dari tangan dan pergelangan tangan

GEJALA AWAL PENYAKIT HAVS
Gejala awal yang dapat dirasakan yaitu :
– rasa kesemutan, baal, geli pada jari tangan
– indra perasa tangan berkurang
– kehilangan kekuatan pada pegangan tangan
– jari bisa menjadi putih / blanching, dan menjadi merah, terasa sakit dan berdenyut.

Proses ini bisa terjadi dalam beberapa bulan atau tahun saja. Pada kasus yang berat, penderita HAVS bisa hingga amputasi jari. Jika kasus menjadi kronik bisa menjadi penyakit permanen.

PERALATAN PENYEBAB HAVS
Ada ratusan hand held tool yang bisa membuat getaran/vibration, yaitu contohnya:
– chainsaw
– concrete breaker/ road breaker
– cut off saw
– hammer drill
– hand held grinder
– impact wrenches
– jigsaw
– needle scaler
– pedestal grinder
– polisher
– power hammer/chisel
– power lawn mower
– scabbler
– strimmer

PENCEGAHAN
1. Stop menggunakan alat bergetar jika mungkin
2. Stop merokok
3. Stop konsumsi : kopi, amfetamine, coccaine
4. Harus tetap hangat pada cuaca dingin
5. Jangan menyentuh benda dingin/es secara langsung
6. Olah raga teratur

Berkaitan dengan pelaut, alat yang sering digunakan diatas kapal seperti alat chipping yang biasa digunakan oleh orang deck, gerinda (gerinda tangan, gerinda potong dll), alat bor dan peralatan bergetar lainnya.

2. Cardiovaskular (CVD)

Penyakit kardiovaskular atau cardiovascular disease (CVD) adalah penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah. Penyakit kardiovaskular yang umum adalah:

  • Penyakit jantung iskemik (ischemic heart disease) (IHD)
  • stroke
  • Penyakit jantung akibat tekanan darah tinggi (hypertensive heart disease)
  • Penyakit jantung rematik (rheumatic heart disease) (RHD)
  • Pembesaran aorta (aortic aneurysm),
  • Cardiomyopathy
  • Atrial fibrillation
  • Penyakit jantung bawaan (congenital heart disease)
  • Endocarditis, dan
  • Peripheral artery disease (PAD).

Penyakit ini juga umum dapat ditemukan di komunitas pelaut. Berbagai studi tentang kematian menunjukan bahwa persentase pelaut yang meninggal karena penyakit kardio vaskular adalah karena faktor umum yaitu karena kombinasi gen, usia, merokok dan alasan lain yang dipengaruhi oleh kondisi di atas kapal seperti stres, diet, kurang berolahraga dll.

Misalnya saja dengan jumlah kru yang minim di atas kapal, sehingga melakukan pekerjaan multitasking, kurangnya fasilitas entertainment atau rekreasi (kecuali di kapal pesiar), tingkat stres yang tinggi sangat lazim dapat ditemukan di kalangan pelaut, yang merupakan penyebab utama dapat terkena penyakit Cardio Vascular ini.

3. Musculoskeletal Disorders (MSDs)

Musculoskeletal disorders (MSDs) adalah penyakit gangguan otot rangka yaitu merupakan kerusakan pada otot, saraf, tendon, ligament, persendian, kartilago, dan discus invertebralis. Kerusakan pada otot dapat berupa ketegangan otot, inflamasi, dan degenerasi. Sedangkan kerusakan pada tulang dapat berupa memar, mikro faktur, patah, atau terpelintir.

Penyakit ini bisa terjadi karena dua hal yaitu:

1. Kelelahan dan keletihan terus menerus yang disebabkan oleh frekuensi atau periode waktu yang lama dari usaha otot, dihubungkan dengan pengulangan atau usaha yang terus menerus dari bagian tubuh yang sama meliputi posisi tubuh yang statis;

2. Kerusakan tiba-tiba yang disebabkan oleh aktivitas yang sangat kuat/berat atau pergerakan yang tak terduga.

Sakit ini bisa terjadi pada umumnya di area tangan, bahu, dan punggung. Aktivitas penyebab MSDs yaitu penanganan bahan dengan punggung yang membungkuk atau memutar, membawa ke tempat yang jauh (aktivitas mendorong dan menarik), posisi kerja yang statik dengan punggung membungkuk atau terus menerus dan duduk atau berdiri tiba-tiba, pengulangan atau gerakan tiba-tiba meliputi memegang dengan atau tanpa kekuatan besar.

Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh sebuah fasilitas penelitian kesehatan yang berbasis di Eropa di kapal kapal Norwegia dan Denmark terutama untuk kapal jenis Platform Supply Vessel (PSV) dan Anchor Handling Tug Supply (AHTS), banyak pelaut ditemukan menderita gangguan serius yang berkaitan dengan struktur otot dan kerangka tubuh. Alasannya adalah karena operasi offshore dilakukan oleh armada modern yang memiliki teknologi high end dan pergantian jaga atau shift jaga yang cukup lama pada saat kondisi cuaca buruk (rata-rata di offshore waktu jaga adalah 6 jam, 12 jam dalam sehari).Waktu untuk melakukan aktivitas fisik besar.

4. Cancer

Penyakit Cancer yang berkaitan dengan pelaut adalah kanker paru-paru, kanker ginjal, leukemia dan limfoma. Hal-hal yang terkait di atas kapal yang dapat menyebabkan penyakit kanker adalah seperti asbes, benzena, benzidin. Kru kapal yang bekerja secara terus-menerus di lingkungan penyebab penyakit tersebut sangat rentan terkena penyakit kanker, apalagi pelaut yang bekerja di atas kapal tanker, chemical dan produk bahkan dapat terkena berbagai jenis kanker seperti kanker otak dan leukemia. Faktor lain yang dapat membantu memicu terkena kanker selain yang disebutkan di atas adalah kebiasaan merokok, sering terpapar radiasi UV, kurang tidur/istirahat.

5. Seksual Transmited Disease (STD) / Penyakit Menular Seksual

Suatu gangguan atau penyakit-penyakit yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak atau hubungan seksual. Pertama sekali penyakit ini sering disebut ‘Penyakit Kelamin’ atau Veneral Disease, tetapi sekarang sebutan yang paling tepat adalah Penyakit Hubungan Seksual/ Seksually Transmitted Disease atau secara umum disebut Penyakit Menular Seksual (PMS).

Seks merupakan kebutuhan dasar semua manusia. Pelaut yang berlayar ke berbagai daerah dan negara sangat rentan terhadap penyakit menular seksual seperti HIV / AIDS dan penyakit kelamin seperti gonore serta sifilis. AIDS adalah yang paling berbahaya, kehidupan dan lingkungan kerja pelaut yang selalu terisolasi ditengah laut dan kurangnya hiburan di kapal terkadang membuat pelaut selalu mencari seks di pelabuhan yang disinggahinya. Namun tidak semua pelaut dapat dikatakan sama, banyak pelaut yang dapat bertahan dari nafsu seks bebas ini.

Oleh sebab itu, menciptakan kesadaran akan bahayanya seks bebas di kalangan pelaut tentang penyakit menular seksual setidaknya dapat meminimalkan dan mencegah risiko penularan di lingkungan para pelaut. Terlepas dari itu, dibutuhkan kedisiplin yang datang dari diri sendiri dan kesadaran masing-masing pribadi akan bahayanya penyakit seks menular tadi.


Diatas adalah 5 penyakit berbahaya dan serius yang rentan bagi pelaut sesuai kondisi, fakta dan berdasarkan studi kasus yang pernah ada. Masih ada dua penyakit lain yang tidak tersebutkan diatas yaitu Hipertensi, pandemic dan epidemic. Namun ke lima penyakit diatas adalah yang paling umum ditemukan di kalangan pelaut.

Badan dunia International Labour Organization (ILO) mencatat ke tujuh penyakit diatas sebagai penyakit yang sering diderita oleh pekerja dan pelaut. Sosialisasi dan menyadarkan akan penyakit-penyakit ini di lingkungan pekerja (terutama pelaut) adalah hal penting dan merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai pelaut.

Kamu Pelaut? sayangi diri anda, jalani hidup sehat dan buanglah kebiasaan buruk yang dapat memicu masalah terjadinya penyakit berbahaya yang dijabarkan di atas. Keluarga kita, anak dan istri kita menunggu dirumah. Pulanglah dengan sehat dan selamat saat anda berkumpul bersama keluarga.

Bantu share ke sesama Pelaut.
Salam pelaut Indonesia! 🙂

Continue Reading

Articles

Sebagai Pelaut Apakah Kamu Tahu apa Itu BNWAS?

Published

on

Bridge navigational watch alarm system (BNWAS)

Indoseafarers.com – Bridge Navigational Watch & Alarm System (BNWAS). Mengemudikan kapal bukanlah pekerjaan yang mudah, apalagi disaat situasi darurat yang membutuhkan keputusan cepat, tepat dan aman tentunya oleh seorang pemberi instruksi disaat itu juga entah oleh Officer duty ataupun Nahkoda yang sedang bertugas. Bagaimana tidak harus cepat, tepat serta aman? karena keputusan disaat genting seperti itu melibatkan keselamatan kapal itu sendiri dan yang pasti adalah nyawa seluruh kru yang ada diatas kapal.

Pada artikel kali ini kita akan mencoba sama-sama belajar tentang mengemudikan kapal secara otomatis (automated system) yang ada diatas kapal.

Mungkin anda pernah mendengar BNWAS? Ya, seperti yang disebutkan pada awal artikel, Bridge Navigational Watch & Alarm System, sebuah system navigasi dan alarm yang dapat mendampingi tugas jaga seorang officer deck. Secara detail mari kita lihat artikel dibawah ini.

Apa itu BNWAS?

Bridge Navigational Watch & Alarm System, ini adalah sistem pemantauan dan alarm yang memberi tahu officer navigasi atau nahkoda kapal jika Officer On Watch (OOW) tidak menanggapi atau tidak dapat menjalankan tugas jaganya secara efisien, sehingga dapat menyebabkan kecelakaan kapal.

Tujuan dan fungsi Bridge Navigational Watch alarm system (BNWAS) adalah untuk memonitor aktifitas di bridge dan mendeteksi kesalahan atau penyimpangan operator yang dapat menyebabkan kecelakaan kapal. System ini memonitor awareness atau kesadaran seorang Officer On Watch (OOW) dan secara otomatis memberitahu Nahkoda atau seorang officer lainnya yang berkompeten jika dengan suatu alasan tertentu seorang Officer yang sedang bertugas di bridge tidak menjalankan atau mengoperasikan suatu alat dengan baik dan benar.

  • Meets IMO resolution MSC.128(75) for “Bridge Navigational Watch Alarm System (BNWAS)”
  • Monitors the watch officer’s presence for maritime casualty avoidance
  • Transmits alarm to the backup officer in accommodation, if watch officer fails to respond to the active alarm or emergency call

Pemberitahuan system secara otomatis kepada nahkoda atau seorang Officer yang berkompeten dihasilkan dari beberapa campuran alarm serta indikasi dari kesalahan pengoperasin beberapa kali oleh mualim jaga. Misalnya: mualim jaga mengoperasikan sesuatu dan salah kemudian timbulah alarm, hal ini terjadi beberpa kali, maka system BNWAS tadi akan menginformasikan Nahkoda atau officer yang konsisten melalui sebuah alarm yang ada di kamar mereka.

Adanya peringatan BNWAS dapat terjadi dalam kasus ketidakmampuan petugas jaga karena kecelakaan, sedang dalam keadaan sakit atau jika terjadi pelanggaran keamanan, misalnya terjadi pembajakan kapal tersebut. BNWAS dapat dimatikan atau tidak dioperasikan hanya oleh seorang Nahkoda saja, jika tidak, BNWAS akan tetap beroperasi setiap saat.

Mengapa Kapal Butuh BNWAS?

Telah banyak sekali contoh terjadinya kecelakaan kapal karena salah mengambil keputusan disaat yang tepat dalam waktu yang singkat. Jika dalam situasi darurat seorang mualim jaga tidak mampu menghandel situasi dan mengambil keputusan yang cepat dan tepat, maka tentu skenario terburuk akan terjadi. Untuk itulah BNWAS ini dipasang di bridge, sama halnya dengan alarm yang biasa ada di kamar mesin.

Serangkaian alarm BNWAS terpasang di bridge bertujuan untuk mengigatkan officer jaga bahwa ada suatu masalah terjadi, jika alarm muncul sementara tidak ada tanggapan dari officer jaga atau officer jaga tidak dapat menanganinya, alarm kemudian akan muncul kembali untuk mengingatkan officer lain ataupun captain untuk segera mengatasi masalah yang ada.

Tiga Mode Pengoperasian BNWAS

BNWAS memiliki tiga mode pengoperasian utama yaitu:

  • Automatic
  • Manual ON
  • Manual OFF

Regulasi IMO Yang Berkaitan Dengan BNWAS

Terkandung dalam SOLAS Chapter V regulasi 19:

  1. Cargo ships of 150 gross tonnage and upwards and passenger ships irrespective of size constructed on or after 1 July 2011
  2. Passenger ships irrespective of size constructed before 1 July 2011, not later than the first survey after 1 July 2012
  3. Cargo ships of 3,000 gross tonnage and upwards constructed before 1 July 2011, not later than the first survey after 1 July 2012
  4. Cargo ships of 500 gross tonnage and upwards but less than 3,000 gross tonnage constructed before 1 July 2011, not later than the first safety survey after 1 July 2013
  5. Cargo ships of 150 gross tonnage and upwards but less than 500 gross tonnage constructed before 1 July 2011, not later than the first survey after 1 July 2014
  6. A BNWAS installed prior to 1 July 2011 may subsequently be exempted from full compliance with the standards adopted by the organization, at the discretion of the Administration

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Offshore News

Offshore Vessel

Featured News