Connect with us

Panduan Pelaut

Arti dan Istilah Dalam Dunia Perkapalan dan Dunia Offshore

Published

on

Indoseafarers.com – Sebagai seafarers/pelaut, kita perlu memahami arti dan istilah dalam dunia perkapalan (shipping) dan juga dalam dunia offshore. Hal ini sangatlah penting karena akan kita pakai dalam keseharian kerja kita. Berikut dibawa ini arti dan istilah yang biasa dipakai diatas kapal dan juga di lepas pantai (offshore).

Arti dan Istilah dalam dunia Perkapalan dan Offshore

Istilah umum perkapalan
Jenis kapal
Ukuran Kapal
Singkatan Geografis
Pengukuran Kapasitas
Persyaratan Lepas Pantai (Offshore)
Kapal offshore (Kapal lepas pantai)
Types of Affreightment
Singkatan Worldscale

Istilah umum dalam dunia perkapalan

Arbitration (Arbitrase) – Sebuah metode dalam menyelesaikan perselisihan/masalah oleh satu atau lebih arbiter. Lebih cepat dan lebih murah daripada harus membawa kasus ke pengadilan.

Bareboat – Menyewa atau menyewakan kapal dari satu perusahaan ke perusahaan lain (Charter), yang menyediakan kru, bunker, stores, dll dan membayar semua biaya operasional. Biasa juga disebut dengan Bareboat Charter

Barrel – Pengukuran/mengukur minyak. Ada 7.1 barrels dalam 1 ton. Setiap barrel sekitar 159 liter.

BBBBefore Breaking Bulk – Biaya pengiriman yang harus dibayarkan oleh pemilik kargo, yaitu uang yang disetorkan ke rekening perusahaan pelayaran sebelum bongkar/unloading kargo.

Benchmarking – Membandingkan seseorang atau sesuatu mana yang terbaik, yang dapat dicapai dalam bidang tertentu.

Bill of Lading (B/L) – Dokumen yang dapat dinegosiasikan yang dikeluarkan oleh shipowner (pemilik kapal) ke pengirim barang. Dokumen ini berisi syarat dan ketentuan kontrak.

Box – Sebuah istilah untuk kontainer atau di kapal kontainer.

Break-Bulk Cargo – Barang atau kargo yang dikirim tanpa menggunakan kontainer.

Bulkcargo – Kargo kering homogen (tidak dikemas), misalnya batubara, biji-bijian, bijih besi, dll.

Bunkers – Kegiatan bunkering atau mengisi bahan bakar minyak sebagai persediaan pengoperasian kapal.

Cabotage – coastal trade (Near Coastal), yaitu pergerakan/pengiriman barang dengan kapal antar pelabuhan di pantai yang sama atau antar pelabuhan di negara yang sama.

CAPCondition Assessment Programme – Pemeriksaan kapal untuk mengetahui kondisi teknisnya.

Capital intensive tonnage – Kapal yang menuntut investasi modal yang cukup besar karena jenis muatan/kargo yang dibawanya. Misalnya kapal Tanker, kapal chemical, kapal pesiar dll.

Charterer – Pemilik kargo atau orang/perusahaan yang menyewa kapal.

Charter-party – transportasi antara pemilik kapal dan pengirim barang.

Chartering – Menyewa kapal untuk mengangkut barang/kargo.

Chartering agent – shipbroker yang bertindak atas nama pemilik barang/kargo dalam negosiasi yang mengarah pada pencarteran sebuah kapal.

CIFCost, Insurance, Freight. Menunjukan bahwa kargo akan dimuat gratis hanya untuk poembeli; penjual menanggung/membayar semua biaya transportasinya (Free shipping).

Classification society – Organisasi yang melakukan survei bangunan kapal baru dan survey secara berkala ketika berada dalam komisi, menetapkan dan mempertahankan standar kualitas untuk sebuah kapal dan peralatan-peralatan yang ada dikapal. Bertindak atas nama otoritas maritim sesuai dengan bendera kapal.

COAContract of Affreightment – Kuantitas kontrak: Kesepakatan antara pemilik kapal dan pengirim barang mengenai pengangkutan sejumlah muatan tertentu. Dalam hal ini pemilik kapal yang memilih kapal mana miliknya yang akan digunakan.

Commission – Remunerasi shipbrokers, biasanya 1,25 persen dari gross freight. Dihitung juga untuk penjualan dan pembelian kapal sebesar satu persen dari harga beli.

Conference – Pengorganisasian sekelompok lini yang beroperasi dalam satu perdagangan dimana perusahaan setuju untuk menggunakan tarif bersama.

Cross Trade – Pengiriman kargo antar pelabuhan asing/antar negara. Hampir 95 persen tonase milik Norwegia adalah cross-trading.

Crude (oil) – Minyak yang tidak dimurnikan/disuling dan diambil langsung dari sumur pengeboran.

Dead Freight – Biaya yang dibayarkan oleh pengirim barang atau pemilik kargo ke pemilik kapal atau perusahaan pelayaran karena gagal atau tidak jadi memuat sejumlah kargo sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam kontrak.

Demurrage – Sejumlah uang yang dibayarkan kepada pemilik kapal (shipowner) oleh pencarter kapal, pengirim atau penerima barang, karena gagal menyelesaikan pemuatan / pengosongan kargo dalam waktu yang telah ditentukan sesuai kontrak.

Dispatch – Remunerasi dibayarkan oleh pemilik kapal ke pencarter kapal (charterer), pengirim atau penerima barang atas aktivitas bongkar atau muat kargo kurang dari waktu yang diperbolehkan sesuai dengan kontrak.

Dry cargo (kargo kering) – biji-bijian, batubara, bijih, kargo umum, dll.

Dynamic positioning (DP) – Menjaga posisi kapal pada suatu titik dengan bantuan baling-baling/thruster yang dikendalikan secara otomatis.

FIOFree in and Out – Pemilik kargo atau orang/perusahaan yang menyewa kapal membayar untuk muat atau bongkar kargo.

Fixture – Kesepakatan yang berhasil setelah negosiasi antara pemilik kapal dan penyewa kapal, biasanya dengan bantuan shipbroker.

Flag discrimination – Undang-undang nasional yang memesan kargo untuk kapal sendiri.

Flag of convenience (FOC) – Istilah yang digunakan oleh organisasi buruh dunia tentang negara-negara yang memperbolehkan registrasi kapal asing secara tak terbatas dalam upaya untuk mencapai tingkat upah rendah atau tidak ada pajak yang harus dibayarkan ke negara bagian tersebut. Beberapa FOC flagstates sebelumnya biasa memiliki kontrol yang tidak ketat, atau tidak ada kontrol sama sekali, mengenai standar teknis kapal dan kelayakan laut kapal.

FOB – Free on Board – Penjual bertanggung jawab atas pengiriman kargo ke suatu pelabuhan serta membayar juga untuk biaya muat dan bongkar muat.

Force Majeure – Klausul yang membatasi tanggung jawab untuk pencarter, pengirim kargo atau penerima kargo.

Free pratique – Kapal diperiksa dan dibersihkan oleh otoritas kesehatan suatu negara.

Fund Convention – Lihat kompensasi tumpahan minyak.

General cargo – Kargo yang dikirim dalam jumlah kecil namun tidak dikemas ataupun dikemas

GEOROTGeographical Rotation – Urutan dimana kapal memanggil (mengontak otoritas pelabuhan) sesuai jadwalnya atau gilirannya.

Grain CapGrain Capacity – Kapasitas kapal pembawa muatan gandum atau biji-bijian.

Heavy Grain – Memuat gandum atau biji-bijian hingga penuh pada kapasitas bobot matinya.

Intermodal transport – Pengangkutan barang menggunakan berbagai moda transportasi, yaitu laut/darat, kereta api/laut, dll, antara pengirim dan penerima. Disebut juga sebagai Multimodal Transport.

Bersambung…

Dia hanyalah seorang Pelaut yang juga masih aktif berlayar hingga saat ini. Hobinya yang gemar menulis dan membaca berita-berita terbaru, terupdate serta terhangat seputar Pelaut membuatnya memiliki ide untuk membuat situs ini bersama beberapa temannya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dalam Negeri

Persyaratan Diklat Pelaut Peningkatan ANT D dan ATT D di BP3IP

Published

on

Persyaratan-Mengikuti-Diklat-Pelaut-ANT-V-ATT-V-di-BP3IP-Jakarta

Indoseafarers.com – Dibawah ini adalah Persyaratan mengikuti diklat Pelaut peningkatan ANT D dan ATT D di BP3IP Jakarta.

Persyaratan Untuk Mengikuti Diklat Pelaut Peningkatan ANT D dan ATT D

  1. Umur minimal 18 Tahun
  2. Surat Keterangan Sehat Mata dan Telinga dari dokter BP3IP (Asli 1 Lembar dan Foto Copy 3 Lembar);
  3. Buku Pelaut (fotocopy 2 lembar)
  4. Surat Keterangan Masa Layar (asli 1 Lembar fotocopy 3 lembar)
    1. Diklat Pelaut D Nautika : 6 bulan di kapal niaga
    2. DDiklat Pelaut D Teknika : 6 Bulan di kapal
  5. Ijazah Umum : SMA/SMP Sederajat  (fotocopy legalisir rangkap 4)
  6. Sertifikat Proficiency (fotocopy rangkap 4)
    1. Diklat Pelaut D Nautika : BST
    2. Diklat Pelaut D Teknika: BST

Note: Untuk Update Persyaratan dan Biaya Diklat bisa lihat langsung di situs resmi BP3IP disini.

Continue Reading

Featured

Persyaratan Diklat Pelaut ANT V dan ATT V di BP3IP

Published

on

Persyaratan-Mengikuti-Diklat-Pelaut-ANT-V-ATT-V-di-BP3IP-Jakarta

Indoseafarers.com – Dibawah ini adalah Persyaratan mengikuti diklat Pelaut ANT V dan ATT V di BP3IP Jakarta.

Persyaratan Untuk Mengikuti Diklat Pelaut ANT V

  1. Fotocopy ijazah STCW 1978 Amandemen 2010 yang  di legalisir asli (3 lembar)
  2. Fotocopy ijazah versi STCW 1978 Amandemen 1995 ANT-Dasar yang telah dilegalisir minimal 1 tahun sebelumnya (3 lembar)
  3. Fotocopy Sertifikat Pendidikan dan Pelatihan Kepelautan (SPPK) sesuai sertifikat yang dimiliki ( 3 lembar).
  4. Surat kenal lahir / Akte Kelahiran (1 lembar)
  5. KTP atau tanda bukti diri lainnya yang sah ( 1 lembar)
  6. Memiliki masa layar yang diakui tidak kurang dari 24 bulan sebagai AB dek (Able Seafarer Deck/ABD) di kapal dengan ukuran GT.500 atau lebih (asli & foto copy 2 lembar)
  7. Memiliki surat keterangan bebas narkoba dari dokter
  8. Foto copy ijasah umum minimal SLTP/SLTA (3 lembar)
  9. Surat keterangan sehat mata dan telinga  oleh dokter yang ditunjuk BP3IP serta melampirkan pas photo ukuran 4×6 sebanyak (2 lembar)
  10. Berbadan sehat dengan surat keterangan kesehatan dari dokter (di BP3IP).
  11. Bagi calon peserta yang berasal dari pegawai pemerintah (PNS,TNI,POLRI,BUMN) wajib menyerahkan surat ijin belajar dari instasi masing-masing. ( 3 lembar)
  12. Foto Copy  sertifikat ketrampilan pelaut  (masing-masing 3 lembar)
  13. Melampirkan print out data pribadi dari www.pelaut.dephub.go.id
  14. Menunjukan semua dokumen asli kepelautan dan umum pada saat wawancara.
  15. Sertifikat Profisiensi : BST , SCRB , A F F , MFA , S.A .

Durasi Diklat selama 4 bulan

  • Biaya Formulir Rp. 150.000,-
  • Biaya Kesehatan Rp. 230.000,-
  • Biaya Diklat Rp. 10.800.000,-

Note: Untuk Update Persyaratan dan Biaya Diklat bisa lihat langsung di situs resmi BP3IP disini.

Persyaratan Untuk Mengikuti Diklat Pelaut ATT V

  1. Fotocopy ijazah STCW 1978 Amandemen 2010 yang  di legalisir asli (3 lembar)
  2. Fotocopy ijazah versi STCW 1978 AMK-PT yang telah dilegalisir minimal1 tahun sebelumnya (3 lembar)
  3. Fotocopy ijazah versi STCW 1978 Amandemen 1995 ATT- Dasar yang telah dilegalisir minimal 1 tahun sebelumnya (3 lembar)
  4. Fotocopy Sertifikat Pendidikan dan Pelatihan Kepelautan (SPPK) sesuai sertifikat yang dimiliki ( 3 lembar).
  5. Surat kenal lahir / Akte Kelahiran (1 lembar)
  6. KTP atau tanda bukti diri lainnya yang sah ( 1 lembar)
  7. Masa layar yang diakui tidak kurang dari 24 bulan sebagai AB mesin (Able Seafarer Engine) di kapal dengan mesin penggerak utama 750 KW atau lebih; ( asli & copy 2 lembar)
  8. Memiliki surat keterangan bebas narkoba dari dokter
  9. Foto copy ijasah umum minimal SLTP/SLTA (3 lembar)
  10. Surat keterangan sehat mata dan telinga  oleh dokter yang ditunjuk BP3IP serta melampirkan pas photo ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar.
  11. Berbadan sehat dengan surat keterangan kesehatan dari dokter (di BP3IP).
  12. Bagi calon peserta yang berasal dari pegawai pemerintah (PNS,TNI,POLRI,BUMN) wajib menyerahkan surat ijin belajar dari instasi masing-masing. ( 3 lembar)
  13. Foto Copy  sertifikat ketrampilan pelaut  (masing-masing 3 lembar)
  14. Melampirkan print out data pribadi dari www.pelaut.dephub.go.id
  15. Menunjukan semua dokumen asli kepelautan dan umum pada saat wawancara.
  16. Sertifikat Profisiensi : BST , SCRB , A F F , MEFA , AS .

Durasi Diklat selama 4 bulan

  • Biaya Formulir Rp. 150.000,-
  • Biaya Kesehatan Rp. 230.000,-
  • Biaya Diklat Rp. 10.800.000,-

Note: Untuk Update Persyaratan dan Biaya Diklat bisa lihat langsung di situs resmi BP3IP disini.

Continue Reading

Breaking News

Ini Informasi Penerimaan SIPENCATAR Tahun Akademik 2019/2020 di Kemenhub

Published

on

Penerimaan-Sipencatar-Tahun-Akademik-2019-di-Lingkungan-Kementerian-Perhubungan

Indoseafarers.com, Jakarta – Bagi Anda yang ingin mengikuti SIPENCATAR (Seleksi Penerimaan Calon Taruna/i) dan menjadi siswa/siswi atau taruna/i di lingkungan Kementerian Perhubungan, baik itu darat laut dan udara, saat ini jalur pendaftaran pola pembibitan telah dibuka mulai dari tanggal 1 April 2019 – 30 April 2019.

Untuk tahun ini, berdasarkan surat menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi Republik Indonesia nomor B/376/M.SM.01.00/2019 perihal tambahan kebutuhan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun anggaran 2019 dari siswa/siswi atau taruna/taruni pola pembibitan sejumlah 2.676 (Dua Ribu Enam Ratus Tujuh Puluh Enam) pada 13 (tiga belas) sekolah di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Untuk pendaftaran penerimaan siswa/siswi atau taruna/taruni perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan dilakukan secara online terintegrasi melalui portal https://sscasn.bkn.go.id/ mulai tanggal 9 s.d 30 April 2019.

Program Pendidikan

Ada tiga kategori program pendidikan dalam penerimaan siswa/siswi atau taruna/taruni baru Tahun Akademik 2019/2020 di Kementerian Perhubungan antara lain:

Program Pendidikan Transportasi Darat dan Perkeretaapian

  • D-IV Transportasi Darat
  • D-IV Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan/Rekayasa Sistem Transportasi Jalan.
  • D-IV Teknologi Keselamatan Otomotif/Teknologi Rekayasa Otomotif
  • D-III Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
  • D-III Perkeretaapian
  • D-III Teknologi Bangunan Jalur Perkeretaapian
  • D-III Teknologi Elektro Perkeretaapian
  • D-III Teknologi Mekanika Perkeretaapian
  • D-III Manajemen Transportasi Perkeretaapian
  • D-III Pengujian Kendaraan Bermotor/Teknologi Otomotif
  • D-III Permesinan Kapal
  • D-III Manajemen Transportasi Perairan Darat
  • D-III Teknologi Mekanika Otomotif*
  • D-III Manajemen Transportasi Jalan*
  • D-III Manajemen Logistik

Program Pendidikan Transportasi Udara

  • D-IV Penerbang
  • D-IV Teknik Pesawat Udara
  • D-IV Teknik Navigasi Udara
  • D-IV Teknik Listrik Bandara
  • D-IV Lalu Lintas Udara
  • D-III Teknik Mekanikal Bandar Udara
  • D-III Teknik Bangunan dan Landasan
  • D-III Pertolongan Kecelakaan Pesawat
  • D-III Operasi Bandar Udara
  • D-III Teknik Telekomunikasi dan Navigasi Udara
  • D-III Lalu Lintas Udara
  • D-III Teknik Listrik Bandara
  • D-III Teknik Navigasi Udara
  • D-III Teknik Pesawat Udara
  • D-III Manajemen Transportasi Udara
  • D-III Komunikasi Penerbangan
  • D-III Teknologi Perawatan Pesawat Udara
  • D-III Manajemen Lalulintas Udara*
  • D-III Manajemen Bandar Udara*
  • Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Penerbangan*

Program Pendidikan Transportasi Laut

  • D-IV Nautika
  • D-IV Teknika
  • D-IV Katatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan
  • D-IV Elektro Pelayaran
  • D-IV Transportasi Laut
  • D-III Nautika
  • D-III Tehnika
  • D-III Elektro Pelayaran
  • D-III Studi Nautika
  • D-III Teknologi Nautika
  • D-III Manajemen Transportasi Laut*

NB: * Sedang dalam proses di Kemenristekdikti

Template Berkas

Untuk kelengkapan berkas seperti Surat Pernyataan pemeriksaan tes kesehatan dll bisa Anda download templatenya yang sudah disediakan DISINI.

Panduan Tatacara Pendaftaran

Ikuti Tautan ini untuk melihat tatacara pendaftaran Sipencatar: DISINI

Info dan Keterangan Lain di Situs SIPENCATAR Perhubungan (klik tautan)

Jadwal | Panduan | Template Berkas | Pengumuman | FAQ | Halaman Contact.

Sumber: dephub

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Offshore News

Offshore Vessel

Featured News