Connect with us

Articles

7 Teknologi Untuk Mengurangi Konsumsi Bahan Bakar Kapal

Published

on

reduction-frictions-on-ship

Indoseafarers.com – Mengurangi konsumsi bahan bakar kapal serta emisi karbon atau emisi bahan bakar merupakan dua perhatian utama industri perkapalan saat ini. Bahkan untuk emisi bahan bakar, badan organisasi maritim dunia Internarional Maritime Organization (IMO) pun mengawasi secara ketat melalui MARPOL 73/78 PERATURAN TENTANG PENCEGAHAN PENCEMARAN UDARA DARI KAPAL dan juga peraturan kandungan 0,5% Sulfur bahan bakar yang akan diberlakukan pada 2020 mendatang.

Selama ini, telah banyak penelitian, pengembangan serta usaha yang telah dilakukan untuk mencapai tujuan penghematan bahan bakar serta menekan kandungan emisi dalam industri maritim. Dari sisi sumber energi misalnya, penelitian serta pengembangan energi terbarukan atau energi alternatif terus didalami dari tahun ke tahun, sedangkan pada sisi teknologinya berbagai macam penelitian, perancangan, modifikasi serta pengembangan dan penyempurnaan terus dilakukan.

Bahan bakar Liquefied natural gas (LNG), adalah yang menjadi pilihan kebanyakan industri maritim saat ini untuk menekan biaya operasional. Teknologi Dual Fuel (DF) engine adalah pilihannya dimana mesin konvensional yang tadinya hanya menggunakan solar, HSD, HFO atau MDO sebagai bahan bakarnya dimodifikasi pada beberapa partnya sehingga dapat menggunakan dua jenis bahan bakar berbeda yakni gas atau LNG dan bahan bakar yang disebutkan diatas.

Bahan bakar LNG selain irit dan dapat mengurangi biaya operasional perusahaan pelayaran, LNG juga ramah terhadap lingkungan sehingga dapat memenuhi peraturan lingkungan yang ketat.

Pada artikel ini, kita akan melihat keduanya, yaitu beberapa metode yang paling umum digunakan serta beberapa teknologi terbaru yang belum lama dikenalkan dalam industri maritim untuk mencapai tujuan penghematan bahan bakar serta emisi rendah.

1. Air Lubrication

Sistem Air Lubrication atau pelumasan udara atau gelembung udara adalah salah satu metode untuk mengurangi hambatan dan gesekan (friction) antara lambung kapal dan air laut dengan menggunakan gelembung udara itu tadi. Metode ini dikenal dengan “teknologi gelembung atau buble technology“. Prinsip cara kerja metode ini cukup sederhana yaitu meniup atau memasok udara ke bagian bawah lambung kapal sehingga lapisan gelembung-gelembung kecil tercipta sehingga dapat membantu mengurangi gesekan antara lambung kapal dan air laut.

reduction-friction-on-ship

Buble Technology pada permukaan lambung bawah kapal

Mensuplai udara kebawah dasar permukaan lambung kapal dapat mengurangi hambatan permukaan lambung bawah kapal sehingga menciptakan efek hemat energi. Namun metode ini harus didukung dengan desain lambung bawah kapal yang tepat, sistem pelumasan udara atau buble technology diharapkan juga dapat mengurangi emisi CO2 antara 10-15% bersamaan dengan penghematan bahan bakar yang cukup signifikan. Hal ini dapat terjadi karena beban kapal dikurangi sedikit oleh metode tadi dari total beban yang diangkat oleh lambung kapal.

2. Fuel Saving Propeller

Teknologi Fuel Saving Propeller ini telah digunakan oleh Hyundai Heavy Industries (HHI) yang disebut dengan teknologi Hi-FIN yang terpasang pada hub baling-baling kapal. HI-FIN berputar mengimbangi putaran dari baling-baling sehingga meningkatkan efisiensi dari propulsi.

Teknologi ini telah dicoba pada kapal LNG Carrier milik HHI sendiri dengan bobot kapal DWT 162,000 ton. HHI menemukan bahwa metoda dan teknologi ini dapat menghemat bahan bakar hingga 2.5% dibandingkan dengan kapal berbobot sama yang tidak menggunakan HI-FIN. Jika, teknologi ini digunakan pada kapal kontainer 8,600 TEU, pemilik kapal dapat menghemat hingga 750.000 Dolar per tahun dan atau $19 juta Dolar untuk 25 tahun dihitung dari masa kapal kedepan.

Fuel-Saving-Propeller

Teknologi HI-FIN pada Propeller kapal

Hyundai Heavy Industries (HHI) telah berhasil menemukan metode cerdas ini dan hingga saat ini telah lebih dari 30 kapal telah menggunakan HI-FIN. HHI berharap lebih banyak lagi pemilik kapal yang menggunakan teknologi ini di kapal-kapal mereka dimana teknologi ini sudah dapat digunakan pada segala jenis kapal seperti VLCC, LPG carriers dan juga Kapal Container.

3. Sistem Onboard DC Grid

Sistem onboard DC Grid dikenalkan oleh ABB, diklaim bahwa teknologi ini adalah sistem propulsi efisien dan modern yang dapat membantu mengurangi bahan bakar hingga 27%. Sistemnya adalah electric, memiliki baling-baling dan pendorong mutakhir yang dapat dipilih dari berbagai desain yang tersedia. Sistem ini memiliki konverter modern untuk kontrol kecepatan kapal secara halus dan efisien dan menggunakan common rail injection yang dapat digunakan untuk bahan bakar gas.

Onboard-DC-Grid

Teknologi Onboard DC Grid pada kapal OSV Dina Star

Selain dapat mengurangi konsumsi bahan bakar, onboard DC Grid juga terbukti mengurangi tingkat kebisingan di kapal serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Sistem ini memungkinkan mesin kapal berjalan pada kecepatan variabel sesuai beban mesin yang telah diidetifikasi oleh sistem sehingga dapat menghemat bahan bakar. Onboard DC Grid telah berhasil diujicobakan oleh Pon Power yang bekerja sama dengan ABB pada kapal Dina Star, Offshore Supply vessel (OSV) milik perusahaan Myklebusthaug. Selain dapat mengurangi konsumsi bahan bakar, ujicoba tersebut juga menunjukkan pengurangan kebisingan di ruang mesin hingga 30 persen.

4. Low Loss Hybrid Energy System

Low Loss Hybrid (LLH) System adalah teknologi inovatif oleh Wartsila. Teknologi inovatif ini memanfaatkan sumber daya berbeda yang dikombinasikan dengan sebuah perangkat penyimpanan energi untuk mengoperasikan penggerak utama lebih dekat dengan kinerja optimalnya. Fitur utama dari sistem ini adalah kemampuannya untuk mengurangi beban sementara yang dihasilkan oleh mesin yang menyebabkan konsumsi bahan bakar meningkat dan juga emisi tentunya. LLH terintegrasi dengan unit kontrol inverter dan antarmuka pengguna dengan konvensional power management system.

Selanjutnya, dengan meningkatkan redundansi daya, sistem ini memungkinkan mesin beroperasi ke titik dekat optimal sesuai desainnya sehingga efisiensi tertinggi dapat dicapai dengan emisi rendah. Selain dapat mengurangi bahan bakar hingga 15%, Teknologi LLH memastikan pengurangan emisi gas buang secara substansial.

5. Modikasi Bulbous Bow Kapal

Memodifikasi Bulbous Bow Kapal terbukti dapat mengurangi konsumsi bahanobat bakar. Cara ini adalah cara efisien yang terbukti berhasil. Perusahaan pelayaran dunia seperti NYK group dan Maersk line menggunakan teknik ini dan sukses mengurangi konsumsi bahan bakar.

Bulbous Bow

Remodelling Bulbous Bow Kapal (kiri: Bulbous Bow Standart) (Kanan: Remodelling Bulbous Bow).

NYK group membuat bulbous bow energy-saving untuk kapal-kapal container mereka. Teknologi ini berhasil memangkas pemakaian bahan bakar dan mengurangi Karbon Dioxida (CO2) hingga 23% yang diuji coba selama setengah tahun sementara Maersk group dapat mengurangi cost bahan bakar hingga 8%. Dilain sisi, perusahaan pelayaran Clipper group yang berbasis di Copenhagen, Denmark bisa mengurangi pemakaian bahan bakar secara signifikan pada, kapal-kapal mereka dengan metode yang sama.

6. Teknologi Emulsi Bahan Bakar atau Fuel Oil Emulsion (FOE)

Emulsi bahan bakar adalah bahan bakar yang dicampur dengan air, kunci pencampurannya menggunakan surfactant. Teknologi ini dikembangkan oleh Blended Oil Solutions

Secara keseluruhan Emulsi bahan bakar adalah: cairan yang terbentuk dari campuran dua zat, zat yang satu terdapat dalam keadaan terpisah secara halus atau merata di dalam zat yang lain (seperti persenyawaan zat-zat bergetah atau berlemak dengan air).

Pada teknologi pengurangan pemakain bahan bakar di sektor maritim, pencampuran dua jenis zat ini adalah bahan bakar(solar, MDO, HSD dll) dan air, sedangkan dalam metode untuk mengurangi pemakaian bahan bakar di kapal, secara keseluruhan bahan bakar yang terbakar saat pemakaian di mesin kapal adalah bahan bakar yang tidak tercampur dengan baik atau tidak merata saat proses pencampuran (emulsi) tadi. Sedangkan bahan bakar yang tercampur dengan baik dan merata saat proses emulsi tidak ikut rerbakar. Dengan demikian maka tentunya pemakain bahan bakar akan lebih sedikit dan level emisi juga berkurang.

Uji coba yang dilakukan untuk teknologi ini menunjukkan konsumsi bahan bakar dan emisi berkurang.

7. Teknologi Tenaga Angin dan Tenaga Surya (Wind and Solar Power)

Teknologi wind power atau energi dari tenaga angin sudah banyak diketahui orang, teknologi ini juga banyak digunakan sebagai sumber energi alternatif yang menjanjikan terutama bagi dunia maritim. Sudah sejak lama teknologi ini di eksplorasi sebagai teknologi alternatif untuk megurangi biaya perusahan pelayaran terutama dalam hal pemakaian bahan bakar.

Sebuah ujicoba terhadap teknologi penggerak angin ini yang dilakukan oleh Norsepower mengkonfirmasi penghematan bahan bakar sebesar 2,6% menggunakan satu Sail Rotor kecil.

Selain itu, desain baru kapal ro-pax yang diluncurkan oleh Deltamarin yang menggunakan enam rotor sail terbukti berhasil dapat mengurangi konsumsi bahan bakar.

Ro-pax kapal Deltamarin

Ro-pax, desain kapal Deltamarin

Ada juga teknologi lain seperti Auxiliary Sail Propulsion System (ASPS) yang dikembangkan oleh Windship Technology Ltd yang menggunakan teknologi layar fixed wing. Dalam sistem ini dua tiang setinggi 35 meter dipasang masing-masing di geladak kapal yang dilengkapi dengan tiga sayap aerodinamis.

Tiang layar di desain dapat bergerak secara otomatis dan memanfaatkan kekuatan angin yang ada seiring kecepatan dan sudut angin yang berubah-ubah, sistem ini menggunakan lebih banyak tenaga angin ketimbang  tenaga mesin sehingga dapat menghemat bahan bakar.

Sama seperti energi angin, tenaga surya juga telah lama dieksplorasi secara luas sebagai sumber energi alternatif bagi kapal. Bahkan perusahaan solar power solutions

sudah merilis produk kapal bertenaga surya untuk penggunaan komersil.

Terlepas dari 7 teknologi dan metode yang disebutkan di atas, masih banyak penelitian lain dilakukan di bidang anti-fouling paints, software tools dan low fuel consumption marine engine.

Catatan: 7 Teknologi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar kapal diatas adalah bukan daftar lengkap, namum metode dan teknologi ini yang paling sering digunakan oleh banyak industri marine serta metode dan teknologi terkini.

Dia hanyalah seorang Pelaut yang juga masih aktif berlayar hingga saat ini. Hobinya yang gemar menulis dan membaca berita-berita terbaru, terupdate serta terhangat seputar Pelaut membuatnya memiliki ide untuk membuat situs ini bersama beberapa temannya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Articles

Stern Tube: Memahami Stern Tube di Kapal

Published

on

By

Indoseafarers.com – Mari berbagi… kali ini saya akan berbagi apa itu Stern Tube dan fungsi dari Stern tube itu sendiri yang ada diatas kapal. Disini bukan berarti saya lebih pandai dan tahu dari pembaca, tetapi marilah kita sama-sama belajar. Dibawah setiap berita ataupun artikel terdapat kolom komentar dimana anda pun dapat berbagi pendapat, masukan ataupun kritik yang menurut anda kurang, salah atau kurang tepat sesuai pengetahuan anda. Ya silahkan saja agar kita sama-sama belajar untuk tambahan pengetahuan kita, bagi banyak orang dan tentunya dengan harapan dapat berguna di lingkungan kerja kita sehari-hari diatas kapal.

Sebagai orang mesin (Engine department) entah itu perwira mesin, oiler, wiper, mandor mesin, ETO atau bahkan mungkin orang deck: Master, CO, 2O dlsb sudah tentu pernah mendengar kata ini. Ya.. Stern Tube, tapi apakah kita tahu apa fungsi sebenarnya dari Stern tube itu sendiri? Atau mungkin bahkan bertanya dimana sebenarnya letak Stern tube itu berada di kamar mesin? Bagaimana juga dengan konstruksinya?

Seperti kita ketahui, ada beberapa bagian kapal yang terletak diluar lambung kapal. Bagian-bagian itu seperti Propeller (baling-baling), Rudder (kemudi). Propeller atau baling-baling merupakan bagian dari sistem propulsi kapal dimana saat bekerja akan berputar untuk menggerakkan kapal maju ataupun mundur. Baling-baling sendiri membutuhkan daya untuk dapat berputar yang didapat dari Main engine (mesin induk) yang terletak didalam kamar mesin. Ini artinya baling-baling yang berada diluar lambung kapal terhubung dengan mesin induk yang ada di kamar mesin. Keduanya dihubungkan dengan shaft propeller (Poros baling-baling). Gerak yang dihasilkan dari mesin utama diubah menjadi daya dorong ke baling-baling untuk mendorong/menggerakkan kapal melalui poros baling-baling tadi.

Jika dilihat dari beratnya, mesin utama dan baling-baling sangatlah berat, keduanya berada di dalam kapal tentu akan mempengaruhi stabilitas kapal. Nah.. untuk alasan inilah digunakanlah Stern Tube (tabung poros) dan poros baling-baling (Shaft propeller). Secara singkatnya, poros baling-baling digunakan untuk menghubungkan mesin kapal dan baling-baling. Tabung poros (Stern Tube) adalah tabung (lubang) sempit yang ada di struktur lambung kapal yang terletak antara ujung buritan kapal sampai ujung sekat kamar mesin dimana poros baling-baling melewatinya untuk menghubungkan mesin induk dan baling-baling.

Kita akan lanjut ke fungsi dari Stern Tube, kontruksinya serta apasaja yang ada pada Stern tube tadi. Namun sebelumnya, dibawah ini untuk mencegah salah pengertian kita akan singkat Stern Tube menjadi ST. Sedikit penjelasan; singkatan ST untuk arti dari peralatan lain dikapal juga ada yakni Stern Thruster. Stern Thruster biasanya digunakan untuk kapal-kapal offshore ataupun kapal penumpang misalnya yang berfungsi untuk memudahkan olah gerak kapal. Untuk kapal offshore berfungsi atau digunakan untuk on DP/DP mode (Dynamic Positioning).

Stern-Tube

Gambar Posisi Stern Tube

Beberapa fungsi dari ST sebagai berikut:
  • Melindungi poros dari benturan – benturan benda keras yang ada di sekitar poros.
  • Sebagai tempat dudukan bantalan poros baling-baling (shaft propeller).
  • Sebagai media pelumasan poros propeller.
  • Dengan bearing, ST juga berfungsi sebagai penyekat terjadi kebocoran.
Konstruksi ST

Konstruksi ST memiliki bentuk dan pengaturan khusus untuk akomadasi ruang poros baling-paling (shaft propeller), terletak antara ujung buritan kapal sampai ujung sekat kamar mesin. Berbentuk ramping hingga ke ujung buritan dan poros baling-baling juga berada di tingkat/tempat yang sama. Ujung depan ST ditunjang oleh aft peak bulk head dan ujung belakang dari ST ditunjang oleh rangka buritan kapal.

Konstruksi-Stern-Tube

Konstruksi Stern Tube, Bearing, Pelumasan dan Cooling.

Bearing ST, Bantalan dan Seal

Berat total dari poros baling-baling didalam ST diangkat atau ditunjang oleh bearing yang dikenal dengan ST bearing, sedangkan berat total dari ST dan bearing ditunjang oleh rangka kapal diujung buritan. Ada dua ST bearing atas/bawah (lower/upper bearing) yang menunjang ST tadi, fungsinya adalah agar poros baling-baling (propeller shaft) berputar dengan baik (smooth rotation). Pada ST terdapat juga sistem pelumasan oli dari/ke bearing yang berfungsi untuk melumasi bearing saat poros baling-baling berputar. Oli yang digunakan untuk melumasi bearing ST juga didinginkan oleh media air (fresh water).

Konstruksi-ST

Konstruksi Bearing ST dan Sealnya.

Selain bearing, part yang tidak kalah penting di ST adalah oil sealing glands yang dikenal dengan stern glands (ST Seal) yang berfungsi untuk mencegah masuknya air laut kedalam kapal atau sebaliknya mencegah keluarnya oli pelumas keluar/laut sehingga menyebabkan terjadinya polusi karena kebocoran oli dari pelumasan bearing ST tadi.

Kesimpulan
  1. Stern Tube adalah tabung (lubang) sempit yang ada di struktur lambung kapal yang terletak antara ujung buritan kapal sampai ujung sekat kamar mesin dimana poros baling-baling melewatinya untuk menghubungkan mesin induk dan baling-baling.
  2. Fungsi Stern Tube:
    • Melindungi poros dari benturan – benturan benda keras yang ada di sekitar poros baling-baling.
    • Sebagai tempat dudukan bantalan poros baling-baling (shaft propeller).
    • Sebagai media pelumasan poros propeller.
    • Dengan bearing, ST juga berfungsi sebagai penyekat terjadi kebocoran air laut masuk kedalam kapal atau kebocoran minyak pelumas keluar ke air laut sehingga terjadi polusi.
  3. Konstruksi ST memiliki bentuk dan pengaturan khusus untuk akomadasi ruang poros baling-paling (shaft propeller), terletak antara ujung buritan kapal sampai ujung sekat kamar mesin. Berbentuk ramping hingga ke ujung buritan dan poros baling-baling juga berada di tinkat/tempat yang sama. Ujung depan ST ditunjang oleh aft peak bulk head dan ujung belakang dari ST ditunjang oleh rangka buritan kapal.
  4. Terdapat bearing di ST (lower and upper bearing) yang berfungsi untuk menjaga poros baling-baling berputar dengan smooth.
  5. Terdapat sistem pelumasan oli maupun sistem pendingin di ST untuk melumasi bearing ST dan pendingin sebagai media pendingin oli yang melumasi bearing ST.

Secara garis besar inilah Stern Tube yang ada diatas kapal. Saran, kritik, tanggapan, masukan… apasaja silahkan anda dapat berbagi melalui kolom komentar dibawah. Semoga bermanfaat.

Referensi: Enginemechanis

Continue Reading

Articles

Bajak Laut Somalia, Beberapa Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Mereka

Published

on

By

Bajak-Laut-Muda-Somalia

Indoseafarers.comBajak laut Somalia sangat terkenal di seluruh dunia, mereka merompak tanpa ada rasa jera dan takut sedikitpun. Perompakan dilaut oleh bajak laut somalia sepertinya tak henti-hentinya walau mereka harus sering juga berhadapan dengan militer, kapal perang, senjata serta hal menegangkan lainnya.

Pembajakan di lepas pantai Somalia telah menjadi ancaman bagi pelayaran internasional sejak fase kedua Perang Saudara Somalia pada awal abad 21. Sejak tahun 2005, banyak organisasi internasional menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya tindakan pembajakan di daerah tersebut. Efek pembajakan menghambat pengiriman kargo dimana tentu biaya pengiriman akan bertambah. Menurut data dari Oceans Beyond, penambahan biaya akibat keterlambatan pengiriman kargo karena efek dari pembajakan kapal tadi sekitar $6,6 hingga $6,9 miliar per tahun untuk perdagangan global di tahun 2011. Dilain sisi, ada golongan tertentu yang mengambil keuntungan besar dari kasus-kasus pembajakan kapal ini, seperti perusahaan asuransi yang secara signifikan memiliki keuntungan berlipat dari serangan bajak laut terutama jika melewati daerah kekuasaan perompak Somalia. Perusahaan-perusahaan asuransi menaikkan suku bunga untuk antisipasi kejadian perompakan di laut.

Namun apakah tindakan pembajakan dilaut yang dilakukan oleh pembajak Somalia ini harus sering terjadi? Apakah pembajakan yang mereka lakukan hanya karena misal hobi semata? merupakan mata pencarian utama mereka? ataukah ada hal lain yang merupakan sebab utama sehingga pembajakan oleh mereka harus tetap dan sering dilakukan? Mari kita simak beberapa hal tentang bajak laut Somalia dibawah ini.

Beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang bajak laut Somalia

Somalia (bahasa Somali: Soomaaliya; bahasa Arab: الصومال, As-Sumal), dahulu bernama Republik Demokratik Somali, adalah sebuah negara yang terletak di Tanduk Afrika. Negara ini berbatasan dengan Djibouti di barat laut, Kenya di barat daya, Teluk Aden dan Yaman di utara, Samudra Hindia di sebelah timur, dan Ethiopia di sebelah barat.

Perompakan di pesisir Somalia dimulai dengan para nelayan mempertahankan daerah mereka. Setelah keruntuhan pemerintahan Somalia pada tahun 1991, negara-negara lain secara perlahan-lahan mulai memasuki wilayah negara Somalia dan melakukan ilegal fishing di wilayah kekuasaan tersebut. Bahkan bukan hanya itu saja, banyak negara mulai membuang limbah beracun di perairan negara Somalia.

Sejak itu, dampaknya perairan daerah Somalia mulai kekurangan hasil ikan karena pengaruh toxic tadi. Penduduk sekitar yang rata-rata adalah nelayan mulai resah dan kesusahan mencari ikan sebagai salah satu mata pencarian utama mereka. Makanan dan salah satu penghasilan dari menjual ikan pun berkurang. Akibatnya beralih menjadi perompak pun terjadi. Nelayan setempat mulai naik ke kapal-kapal asing, membajak kapal dan menuntut uang, jika tidak, mereka tidak segan-segan membunuh jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Aktifitas-Nelayan-Somalia

Aktifitas Nelayan Somalia

Bajak laut Somalia menyebut diri mereka “Coast Guard” dan menyatakan misi membajak mereka adalah untuk mempertahankan integritas teritorial wilayah Somalia hingga ada formasi baru dalam pemerintahan negara tersebut.

Wilayah patroli untuk melakukan pembajakan meluas dengan cepatnya dan bahkan motif membajak pun mulai berbeda, dimana yang pada awalnya hanya mempertahankan wilayah perairan, kini pembajakan mulai sering dilakukan karena penghasilan yang didapat dari membajak dinilai cukup besar. Hasil membajak dalam setahun dapat menghasilkan hingga 200 juta dolar Amerika.

Kebanyakan dari pembajak Somalia berusia muda dan mereka adalah jebolan bekas perang Torn Southern Regions.

Bajak Laut Somalia

Salah Satu Bajak Laut Somalia

Jika dibagi, ada tiga kategori pembajak. Kategori pembajak pertama adalah penduduk yang berprofesi sebagai nelayan. Kategori pembajak ini menggunakan keahlian dan pengetahuan mereka untuk membajak di perairan luas dan bebas.

Kategori pembajak kedua adalah bekas anggota milisi yang sebelumnya tergabung dalam perang suku. Kategori pembajak ketiga adalah mereka yang berpengalaman menggunakan dan mengoperasikan peralatan navigasi seperti GPS serta peralatan sejenis.

Bajak laut Somalia, dalam bahasa Somalia sendiri jika di terjemahkan kedalam bahasa Inggris adalah “ocean robber” namun kebanyakan dari mereka menyebut dirinya “Saviors” laut.

Jika mereka menggunakan speed boat utama mereka yang cukup besar untuk membajak, pembajakan dapat meluas hingga ke wilayah negara India. Awal pembajakan kapal dan bagaimana mereka bisa naik kekapal, biasanya dengan menggunakan tangga yang mereka bawa sendiri. Umumnya setelah berhasil mengakses hingga ke kapal, mereka akan menggunakan RPG dan senjata ringan lainnya untuk mengintimidasi kru kapal.

Salah-satu-bajak-laut-Somalia-membawa-RPG

Salah satu Bajaklaut Somalia membawa RPG

Menyakiti dan melukai kru kapal yang disandera bertentangan dengan kode etik bajak laut Somalia, sehinnga hingga saat ini belum banyak korban terkait pembajakan oleh bajak Somalia dalam beberapa dekade terakhir.

Kebijakan mereka untuk tidak menyederai sandera adalah agar negara yang kru nya disandera juga tidak boleh bernegosiasi dan harus membayarkan tuntutan yang mereka minta.

Keberhasilan dalam membajak dapat merubah ekonomi penduduk Somalia. Sektor finansial penduduk cukup mengagetkan dan berkembang dengan baik. Operasi dalam melakukan pembajakan saat ini sangat cepat dan cara mereka melakukan pembajakan berubah-ubah sehingga susah untuk ditebak.

Ada banyak pihak ketiga yang mengambil keuntungan dari pembajakan di Somalia, seperti provider-provider asuransi dan bajak laut yang mengatur operasi pembajakan dan menggandakan tuntutan dan bertindak sebagai negosiator pembajak.

Hal menarik lain dari pembajakan yang sering dilakukan di Somalia adalah kapal-kapal ilegal fishing takut memasuki daerah Somalia, dan dengan begitu populasi ikan di perairan Somalia dan Kenya kembali berkembang normal sehingga banyak nelayan setempat dapat kembali hidup dari hasil laut.

Salah-satu-nelayan-yang-hidup-dari-hasil-laut

Salah satu nelayan yang hidup dari hasil laut

Sebagian bajak laut Somalia telah tertangkap dan dihukum, 6 pembajak diantaranya dieksekusi mati oleh pengadilan Yaman. Bedanya jika negara bagian Eropa yang menangkap mereka, pembajak hanya dihukum beberapa tahun dalam tahanan. Namun setelah bebas, bajak laut asal Somalia ini tidak dipulangkan ke negara mereka karena dinilai masih tetap berbahaya dan dapat kembali melakukan kegiatan aksi pembajakan.

Ironisnya, ada kekhawatiran yang terus meningkat bahwa pembajak sebagai penduduk setempat Somalia mencari cara dan jalan untuk menjadi kewarganegaraan di barat.

Continue Reading

Articles

Berprofesi Sebagai Pelaut? Ini 5 Penyakit Berbahaya Dan Serius Yang Perlu Kamu Ketahui

Published

on

PT-Buana-Lintas-Lautan-Tbk-(BULL)-Berencana-Beli-Aframax-Tanker

Indoseafarers.com – Penyakit berbahaya dan serius di lingkungan Pelaut.

Setiap profesi yang kita jalani tentu memiliki keunikan tersendiri. Berprofesi sebagai pelaut secara pribadi admin merasa beruntung, tentunya terlepas dari segala macam tetek-bengek pengurusan sertifikat pelaut yang selalu menghantui setiap 5 tahunnya serta kesulitan lainnya seperti sulit mencari lowongan saat masa-masa sulit perusahaan pelayaran beserta manning agent dan hal terkait lainnya. Mengapa merasa beruntung? karena pelaut bisa mengunjungi daerah atau negara tertentu sesuai dengan rute kapalnya, itung-itung jalan-jalan gratis.

Selain itu, upah atau gaji pelaut bisa dibilang lumayan dan dibayarkan dengan mata uang asing sesuai perusahaan yang mempekerjakannya (tidak semua pelaut mendapat gaji bagus dan Dolar) serta masih banyak pengalaman menarik lainnya.

Namun, terlepas dari keuntungan dan keunikan diatas, tanpa disadari pelaut sebenarnya memiliki risiko bahaya sangat tinggi dan juga pelaut sebenarnya rentan terkena penyakit berbahaya. Selain kecelakaan kapal, pelaut rentan terhadap penyakit berbahaya dan serius bagi kesehatan pribadinya. Hal ini karena dipengaruhi oleh sifat pekerjaan di kapal, perubahan kondisi iklim, jenis muatan yang dibawa, jam kerja, bahan-bahan chemical yang ditangani, penyakit epidemi dan endemik, kebiasaan pribadi dan masih banyak hal lainnya. Ini adalah FAKTA bahwa berprofesi sebagai pelaut memang memiliki risiko bahaya dan penyakit sangat tinggi.

Meskipun pelaut setiap tahunnya harus melakukan medical check up atau saat akan bergabung dengan sebuah perusahaan pelayaran, namun terbukti bahwa kehidupan pelaut selalu berisiko saat berada di laut dan yang lebih buruk lagi adalah tidak adanya seorang profesional medis (dokter) di atas kapal (terkecuali kapal pesiar) sekalipun kru kapal harus mengikuti training Medical First Aid dan Medical Care.

Mungkin ada yang bilang bahwa risiko bahaya dan penyakit bisa dimana saja… tapi berapa banyak persentasenya dibandingkan dengan pekerja yang memang bekerja pada lingkungan berbahaya?

Oke.. mari kita lihat mengapa pelaut rentan terhadap penyakit berbahaya diatas kapal, setidaknya dibawah ini ada 5 penyakit yang akan kita bahas.

Penyakit Berbahaya dan Serius Yang Umum di Derita Pelaut

1. Hand Arm Vibration Syndrome (HAVS)

Hand arm vibration syndrome (HAVS) dikenal juga dengan Vibration white finger (VWF) atau Dead Finger, adalah penyebab sekunder dari raynaud syndrome, yaitu masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh penggunaan terus menerus hand held machine yang bergetar (vibration).

Penyakit ini akan mengenai:
– pembuluh darah
– syaraf
– otot
– sendi
dari tangan dan pergelangan tangan

GEJALA AWAL PENYAKIT HAVS
Gejala awal yang dapat dirasakan yaitu :
– rasa kesemutan, baal, geli pada jari tangan
– indra perasa tangan berkurang
– kehilangan kekuatan pada pegangan tangan
– jari bisa menjadi putih / blanching, dan menjadi merah, terasa sakit dan berdenyut.

Proses ini bisa terjadi dalam beberapa bulan atau tahun saja. Pada kasus yang berat, penderita HAVS bisa hingga amputasi jari. Jika kasus menjadi kronik bisa menjadi penyakit permanen.

PERALATAN PENYEBAB HAVS
Ada ratusan hand held tool yang bisa membuat getaran/vibration, yaitu contohnya:
– chainsaw
– concrete breaker/ road breaker
– cut off saw
– hammer drill
– hand held grinder
– impact wrenches
– jigsaw
– needle scaler
– pedestal grinder
– polisher
– power hammer/chisel
– power lawn mower
– scabbler
– strimmer

PENCEGAHAN
1. Stop menggunakan alat bergetar jika mungkin
2. Stop merokok
3. Stop konsumsi : kopi, amfetamine, coccaine
4. Harus tetap hangat pada cuaca dingin
5. Jangan menyentuh benda dingin/es secara langsung
6. Olah raga teratur

Berkaitan dengan pelaut, alat yang sering digunakan diatas kapal seperti alat chipping yang biasa digunakan oleh orang deck, gerinda (gerinda tangan, gerinda potong dll), alat bor dan peralatan bergetar lainnya.

2. Cardiovaskular (CVD)

Penyakit kardiovaskular atau cardiovascular disease (CVD) adalah penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah. Penyakit kardiovaskular yang umum adalah:

  • Penyakit jantung iskemik (ischemic heart disease) (IHD)
  • stroke
  • Penyakit jantung akibat tekanan darah tinggi (hypertensive heart disease)
  • Penyakit jantung rematik (rheumatic heart disease) (RHD)
  • Pembesaran aorta (aortic aneurysm),
  • Cardiomyopathy
  • Atrial fibrillation
  • Penyakit jantung bawaan (congenital heart disease)
  • Endocarditis, dan
  • Peripheral artery disease (PAD).

Penyakit ini juga umum dapat ditemukan di komunitas pelaut. Berbagai studi tentang kematian menunjukan bahwa persentase pelaut yang meninggal karena penyakit kardio vaskular adalah karena faktor umum yaitu karena kombinasi gen, usia, merokok dan alasan lain yang dipengaruhi oleh kondisi di atas kapal seperti stres, diet, kurang berolahraga dll.

Misalnya saja dengan jumlah kru yang minim di atas kapal, sehingga melakukan pekerjaan multitasking, kurangnya fasilitas entertainment atau rekreasi (kecuali di kapal pesiar), tingkat stres yang tinggi sangat lazim dapat ditemukan di kalangan pelaut, yang merupakan penyebab utama dapat terkena penyakit Cardio Vascular ini.

3. Musculoskeletal Disorders (MSDs)

Musculoskeletal disorders (MSDs) adalah penyakit gangguan otot rangka yaitu merupakan kerusakan pada otot, saraf, tendon, ligament, persendian, kartilago, dan discus invertebralis. Kerusakan pada otot dapat berupa ketegangan otot, inflamasi, dan degenerasi. Sedangkan kerusakan pada tulang dapat berupa memar, mikro faktur, patah, atau terpelintir.

Penyakit ini bisa terjadi karena dua hal yaitu:

1. Kelelahan dan keletihan terus menerus yang disebabkan oleh frekuensi atau periode waktu yang lama dari usaha otot, dihubungkan dengan pengulangan atau usaha yang terus menerus dari bagian tubuh yang sama meliputi posisi tubuh yang statis;

2. Kerusakan tiba-tiba yang disebabkan oleh aktivitas yang sangat kuat/berat atau pergerakan yang tak terduga.

Sakit ini bisa terjadi pada umumnya di area tangan, bahu, dan punggung. Aktivitas penyebab MSDs yaitu penanganan bahan dengan punggung yang membungkuk atau memutar, membawa ke tempat yang jauh (aktivitas mendorong dan menarik), posisi kerja yang statik dengan punggung membungkuk atau terus menerus dan duduk atau berdiri tiba-tiba, pengulangan atau gerakan tiba-tiba meliputi memegang dengan atau tanpa kekuatan besar.

Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh sebuah fasilitas penelitian kesehatan yang berbasis di Eropa di kapal kapal Norwegia dan Denmark terutama untuk kapal jenis Platform Supply Vessel (PSV) dan Anchor Handling Tug Supply (AHTS), banyak pelaut ditemukan menderita gangguan serius yang berkaitan dengan struktur otot dan kerangka tubuh. Alasannya adalah karena operasi offshore dilakukan oleh armada modern yang memiliki teknologi high end dan pergantian jaga atau shift jaga yang cukup lama pada saat kondisi cuaca buruk (rata-rata di offshore waktu jaga adalah 6 jam, 12 jam dalam sehari).Waktu untuk melakukan aktivitas fisik besar.

4. Cancer

Penyakit Cancer yang berkaitan dengan pelaut adalah kanker paru-paru, kanker ginjal, leukemia dan limfoma. Hal-hal yang terkait di atas kapal yang dapat menyebabkan penyakit kanker adalah seperti asbes, benzena, benzidin. Kru kapal yang bekerja secara terus-menerus di lingkungan penyebab penyakit tersebut sangat rentan terkena penyakit kanker, apalagi pelaut yang bekerja di atas kapal tanker, chemical dan produk bahkan dapat terkena berbagai jenis kanker seperti kanker otak dan leukemia. Faktor lain yang dapat membantu memicu terkena kanker selain yang disebutkan di atas adalah kebiasaan merokok, sering terpapar radiasi UV, kurang tidur/istirahat.

5. Seksual Transmited Disease (STD) / Penyakit Menular Seksual

Suatu gangguan atau penyakit-penyakit yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak atau hubungan seksual. Pertama sekali penyakit ini sering disebut ‘Penyakit Kelamin’ atau Veneral Disease, tetapi sekarang sebutan yang paling tepat adalah Penyakit Hubungan Seksual/ Seksually Transmitted Disease atau secara umum disebut Penyakit Menular Seksual (PMS).

Seks merupakan kebutuhan dasar semua manusia. Pelaut yang berlayar ke berbagai daerah dan negara sangat rentan terhadap penyakit menular seksual seperti HIV / AIDS dan penyakit kelamin seperti gonore serta sifilis. AIDS adalah yang paling berbahaya, kehidupan dan lingkungan kerja pelaut yang selalu terisolasi ditengah laut dan kurangnya hiburan di kapal terkadang membuat pelaut selalu mencari seks di pelabuhan yang disinggahinya. Namun tidak semua pelaut dapat dikatakan sama, banyak pelaut yang dapat bertahan dari nafsu seks bebas ini.

Oleh sebab itu, menciptakan kesadaran akan bahayanya seks bebas di kalangan pelaut tentang penyakit menular seksual setidaknya dapat meminimalkan dan mencegah risiko penularan di lingkungan para pelaut. Terlepas dari itu, dibutuhkan kedisiplin yang datang dari diri sendiri dan kesadaran masing-masing pribadi akan bahayanya penyakit seks menular tadi.


Diatas adalah 5 penyakit berbahaya dan serius yang rentan bagi pelaut sesuai kondisi, fakta dan berdasarkan studi kasus yang pernah ada. Masih ada dua penyakit lain yang tidak tersebutkan diatas yaitu Hipertensi, pandemic dan epidemic. Namun ke lima penyakit diatas adalah yang paling umum ditemukan di kalangan pelaut.

Badan dunia International Labour Organization (ILO) mencatat ke tujuh penyakit diatas sebagai penyakit yang sering diderita oleh pekerja dan pelaut. Sosialisasi dan menyadarkan akan penyakit-penyakit ini di lingkungan pekerja (terutama pelaut) adalah hal penting dan merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai pelaut.

Kamu Pelaut? sayangi diri anda, jalani hidup sehat dan buanglah kebiasaan buruk yang dapat memicu masalah terjadinya penyakit berbahaya yang dijabarkan di atas. Keluarga kita, anak dan istri kita menunggu dirumah. Pulanglah dengan sehat dan selamat saat anda berkumpul bersama keluarga.

Bantu share ke sesama Pelaut.
Salam pelaut Indonesia! 🙂

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Offshore News

Offshore Vessel

Featured News